KETENAGAKERJAAN INDONESIA
Data dan informasi ketenaga-kerjaan
sangat penting bagi penyusunan kebijakan, stategi dan program ketenagakerjaan
dalam rangka pembangunan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan saat ini dan
masa datang. Kebijakan, strategi dan program ketenagakerjaan yang baik dan
benar sangat ditentukan oleh kondisi data dan informasi ketenagakerjaan yang
baik pula. Apabila telah tersusun kebijakan, strategi dan program
ketenagakerjaan maka kemungkinan besar masalah ketenagakerjaan akan dapat
dipecahkan secara benar pula. Untuk dapat menyediakan data dan informasi
ketenagakerjaan yang akurat dan benar tersebut sangat ditentukan oleh dukungan
sistem informasi ketenagakerjaan yang baik dan handal. Sistem informasi
ketenagakerjaan yang dimaksud disini menyangkut arus data dan informasi dari
sumber data ke tempat pengolahan dan seterusnya ke pengguna data dan informasi
ketenagakerjaan khususnya para pengambil dan penyusun kebijakan, strategi dan
program ketenagakerjaan. Dalam era otonomi saat ini, masalah arus data dan
informasi ketenagakerjaan ini mengalami kemunduran.
Sumber data ketenagakerjaan seperti
instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan yang berada di daerah
baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota tidak pernah lagi mau mengirim data dan
informasi ke pusat .Kondisi ini telah mempengaruhi keberadaan data dan
informasi ketenagakerjaan, yang pada akhirnya data dan informasi
ketenagakerjaan yang dipergunakan saat ini masih bertumpu pada data dan
informasi ketenagakerjaan yang bersifat makro. Data dan informasi
ketenagakerjaan makro tersebut, sampai saat ini belum mampu untuk menjawab
berbagai tantangan dan masalah ketenaga-kerjaan yang dihadapi. Hal-hal yang
bersifat mikro seperti data dan informasi pelatihan, hubungan industrial
(perselisihan dan pemogokan kerja) dan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan
luar negeri serta keselamatan, kecelakaan dan kesehatan kerja, usaha-usaha
untuk peningkatan produktivitas kerja dan pengupahan masih belum tersedia
dengan baik dan benar.
Memperhatikan permasalahan diatas,
maka sudah seharusnya dibangun suatu sistem informasi ketenagakerjaan era baru,
dengan tujuan agar data dan informasi ketenagakerjaan yang bersifat mikro
tersebut dapat tersedia dengan baik dan benar. Pembangunan sistem informasi
ketenagakerjaan seperti itu tidaklah mudah untuk diwujudkan, karena menghadapi
berbagai tantangan. Akan tetapi ada pepatah mengatakan : ?Masih ada jalan ke
Roma?, yang berarti kalau diusahakan dan dipikirkan secara terus menerus maka
sistem informasi ketenagakerjaan era baru dapat terbangun yang akhirnya data
dan informasi ketenagakerjaan yang akurat dan kontiniu baik yang bersifat makro
maupun mikro dapat disediakan dengan baik dan benar.
• Komponen Sistim Informasi Ketenagakerjaan
Sistim informasi ketenagakerjaan
merupakan kesatuan komponen yang terdiri atas kelembagaan, sumber daya manusia,
perangkat keras, perangkat lunak, subtansi data dan informasi yang terkait satu
sama lain dalam satu mekanisme kerja (pengumpulan pendatabasean, pengolahan,
analisis, penyajian dan penyebarluasan data dan informasi ketenagakerjaan).
Pembangunan sistim informasi ketenagakerjaan tidaklah dapat dilakukan secara
instant, tetapi perlu dibangun secara bertahap dan selanjutnya diujicobakan
serta disosialisasikan untuk disepakati oleh sumber data, pengelola dan
pengguna. Hal ini perlu ditegaskan karena dari pengalaman menunjukkan bahwa
pembangunan lebih mudah dari implementasi dan pemeliharaan. Oleh sebab itu
pembangunan sistim informasi ketenagakerjaan perlu direncanakan secara matang,
agar dapat terlaksana dan diimplemen-tasikan secara kontiniu oleh pengelola dan
lembaga yang terkait dengan sistim informasi ketenaga-kerjaan tersebut.
Pembangunan sistim informasi
ketenagakerjaan menyangkut pembangunan berbagai komponen yang telah disebutkan
diatas. Komponen tersebut menyangkut;
• Sumber Daya Manusia .
Pengelola dan Penyaji Data dan
Informasi Ketenagakerjaan baik di tempat sumber data dan pengguna harus
mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan keahlian mengelola dan menyajikan
informasi ketenagakerjaan. Pengelola dan penyaji harus mengetahui data dan
informasi ketenagakerjaan baik jenis dan karakteristiknya, karena sangat
berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan para pengguna data dan informasi
ketenagakerjaan.
Selain pengetahuan akan data dan
informasi ketenagakerjaan, seharusnya pengelola dan penyaji data dan informasi
ketenagakerjaan mengetahui, memahami dan dapat mengaplikasikan teknologi
informasi untuk memproses data dan informasi ketenagakerjaan tersebut.
Pengelola dan penyaji harus kreatif
dan inovatif dalam rangka mengumpulkan, mendatabasekan mengolah dan menyajikan
serta menyebarluaskan data dan informasi ketenagakerjaan. Apabila pengelola dan
penyaji data dan informasi ketenagakerjaan tersebut tidak mempunyai
pengetahuan, keahlian dan ketrampilan mustahil data dan informasi
ketenagakerjaan tersebut dapat tersedia secara akurat dan berkesinambungan.
Dengan demikian sumber daya manusia
yang mengelola dan menyajikan data dan informasi ketenagakerjaan merupakan
prioritas yang harus dipersiapkan dalam sistim informasi ketenaga-kerjaan,
dengan kata lain tanpa adanya sumber daya manusia yang profesional, maka sistim
informasi ketenagakerjaan tersebut tidak akan dapat berjalan dengan baik.
Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Sepakat Bahas
Ulang Draf Revisi UU Naker
Pemerintah, asosiasi pengusaha dan serikat buruh
sepakat untuk duduk bersama membahas ulang draft revisi UU no.13 tahun 2003
tentang ketenaga-kerjaan melalui forumtripartit.
Jika revisi perlu
dilakukan, maka draft revisi hasil pembicaraan forum tripartit ini yang akan
diajukan ke DPR. Sedangkan draf revisi yang ada saat ini, hanya akan dijadikan
bahan acuan saja.
“Draf revisi saat ini hanya menjadi acuan saja,
tergantung pada forum tripartit nanti, biar dibicarakan di sana. Yang akan
diberikan pemerintah kepada parlemen nanti adalah draf yang mendapat referensi
dari tripartit”
Sementara itu, meskipun mengaku menghargai sikap pemerintah yang mau duduk
bersama membahas persoalan itu, namun Ketua umum Konfederasi Serikat Buruh
Sejahtera Indonesia, menyatakan para buruh tetap waspada menunggu hasil yang
akan disepakati dalam forum tripartit itu.
jika pemerintah tidak akomodatif
terhadap aspirasi para buruh maka tidak tertutup kemungkinan aksi demo akan
kembali digelar oleh para buruh.
Dilain pihak Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno menuturkan
tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk membahas rencana revisi UU ketenaga
kerjaan itu.
Disamping menggelar forum tripartit, pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan
UU No. 13/2003 selama ini, yang akan dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi
terpercaya.
Presiden SBY besok (8/4) sore
dijadwalkan akan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai masalah
perekonomian Indonesia secara umum,dan khususnya mengenaiketenaga-kerjaan.
KETENAGAKERJAAN
Angkatan
Kerja sampai dengan Tahun 2001 di Kalimantan Tengah adalah 808.718 orang, sedangkan
kesempatan kerja berjumlah 774.731, atau mengalami pengangguran terbuka sebesar
4,3%.
Program Dinas Tenaga Kerja Propinsi Kalimantan Tengah
Tahun 2001 sebagai berikut :
1.
Program Penciptaan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.
Tujuan program ini adalah mengatasi
pengangguran dengan sasaran penciptaan dan memperluas kesempatan kerja
dalam berbagai bidang usaha dan menciptakan tenaga kerja mandiri serta
tersedianya sistem informasi dan perencanaan tenaga kerja.
2. Program Peningkatan Kualitas
dan Keterampilan Tenaga Kerja
Program ini bertujuan untuk
menjembatani para pencari kerja dengan lapangan kerja, meningkatkan
keterampilan tenaga kerja sehingga mampu memanfaatkan peluang yang ada dan
bersaing dengan tenaga kerja dari luar Daerah Kalimantan Tengah (regional
maupun manca negara). Sasaran kegiatan ini adalah tersedianya tenaga kerja yang
berkualitas, produktif dan berdaya saing tinggi.
3. Program
Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja
Program ini bertujuan meningkatkan
produktivitas tenaga kerja baik produktivitass sektoral (tingkat perusahaan
atau lembaga) maupun produktivitas regional. Sasaran program ini adalah
peningkatan produktivitas tenaga kerja..
4. Program Perlindungan dan
Pengembangan Lembaga Ketenaga Kerjaan.
Tujuan program ini adalah mewujudkan
rasa ketenangan bekerja dan berusaha sehingga tercipta hubungan yang
serasi antara pekerja dan pengusaha yang pada gilirannya dapat meningkatkan
kesejahteraan pekerja dan keluarganya, sedangkan sasarannya adalah meningkatkan
peran kelembagaan tenaga kerja di perusahaan, perbaikan kondisi kerja serta
jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
Rencana Anggaran Pembiayaan (APBN)
Sektor Tenaga Kerja
Kondisi Awal
1. Penciptaan dan
Pengembangan Kesempatan Kerja.
a. Penduduk.
Penduduk Kalimantan Tengah sampai
dengan tahun 2000 berjumlah 1.823.715 orang
dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 2,8 % per tahun.
b. Angkatan Kerja.
Dari jumlah penduduk tersebut diatas
terdapat angkatan kerja usia diatas 15 tahun sebanyak 808.718 orang.
c. Kesempatan Kerja.
Kesempatan kerja sampai dengan tahun
2000 di Kalimantan Tengah berjumlah 774.731 orang.
d. Penganggur.
Jumlah penganggur di Kalimantan Tengah
sampai dengan tahun 2000 sebanyak 33.987 orang dengan tingkat pengangguran
sebesar 4.2 % per tahun.
2. Kualitas dan
Keterampilan Tenaga Kerja
Tingkat keterampilan tenaga kerja masih
relatif rendah dan sebagian dari tenaga kerja yang tersedia belum sesuai dengan
lowongan kerja yang ada. Hal ini dapat dilihat dari 774.731 orang yang bekerja
di Kalimantan Tengah sebagian besar berpendidikan sampai dengan SD atau 465.922
orang (60.1 %). Oleh sebab itu di perlukan pelatihan keterampilan tenaga kerja
untuk menambah kemampuannya dalam mengisi lowongan kerja dan mampu bersaing
dengan tenaga kerja yang datang dari luar Kalimantan Tengah atau mampu bersaing
dalam mengisi tambahan tenaga kerja pada era pasar bebas.
3. Produktivitas Tenaga
Kerja.
Khususnya kepada tenaga kerja yang
sudah bekerja perlu dilatih dan diukur produktivitasnya agar dapat dikembangkan
kemampuannya dalam meningkatkan pendapatannya sediri, lembaga/perusahaan
tempatnya bekerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas daerah/regional.
4. Perlindungan dan
Pengembangan Lembaga Ketenaga Kerjaan.
Perusahaan di Kalimantan Tengah baik
besar, sedang, menengah dan kecil sampai dengan tahun 2000 berjumlah 1.087
perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 63.156 orang, laki-laki 44.856 orang
dan perempuan 13.300 orang. Untuk menjamin ketenangan bekerja dan ketenangan
berusaha, di perlukan pengaturan hak dan kewajiban masing-masing fihak melalui
syarat kerja dan pelaksanaan norma-norma kerja di perusahaan serta hak-hak
berserikat.
Realisasi Kegiatan Pembangunan Tahun
2001
1. Program Penciptaan dan
Pengembangan Kesempatan Kerja.
Proyek Perluasan Lapangan Kerja &
Pengurangan Pengangguran (PLKKP) 2001, Jumlah anggaran Rp.925.551.000.-.
Realisasi keuangan 100 % dan realisasi fisik 100 %. Dengan jenis kegiatan
antara lain sebagai berikut :
a. Analisa Jabatan 15
jabatan.
b. Penyuluhan Bimbingan
Jabatan 500 orang.
c. Pembuatan buku Informasi
Pasar Kerja (IPK) 500 Buku.
d. Penempatan tanaga kerja
sistim Antar Kerja Lokal (AKL) 1000 orang.
e. Penempatan Tenaga Kerja
Pemuda Profesional(TKPMP) 35 orang.
f. Penempatan Tenaga
Kerja Mandiri Terdidik (TKMT) 35 orang.
g. Teknologi Padat Karya
140 orang.
2. Program Peningkatan
Kualitas dan Keterampilan Tenaga Kerja.
Proyek Peningkatan Keterampilan Tenaga
Kerja (PKTK). Jumlah anggaran Rp 511.274.000.Realisasi keuangan 100 % realisasi
fisik 100 %.
Dengan jenis kegiatan antara lain
sebagai berikut :
a. Pelatihan Institusional
18 Paket, Non Institusional 22 Paket
b. Identifikasi kebutuhan
pelatihan 1 Kegiatan.
c. Identifikasi program
pelatihan 1 Kegiatan.
d. Pengembangan jejaring
informasi 1 Kegiatan
3. Program Pengembangan
Produktivitas Tenaga Kerja.
Proyek Pengembangan Produktivitas ( PP
). Jumlah anggaran Rp. 126.290.000.-. Realisasi Keuangan 100 %, Realisasi Fisik
100 %. Dengan jenis kegiatan antara lain sebagai berikut :
a.
Pemasyarakatan dan pelayanan produktivitas 2 Kegiatan.
b.
Peningkatan tenaga ahli dan kader produktivitas 2 Kegiatan.
c.
Pembentukan dan pengembangan lembaga produktivitas 3 Kegiatan.
4. Program Perlindungan dan
Pengembangan Lembaga Ketenaga Kerjaan.
Proyek Pengembangan Hubungan Industrial
dan Perlindungan Tenaga Kerja ( PHIPTK ). Jumlah anggaran Rp.
431.348.000.- Realisasi keuangan 99,93 % dan Realisasi Fisik 100 %. Dengan
jenis kegiatan antara lain sebagai berikut :
Pembentukan Hubungan Industrial 75
Perusahaan.
Penetapan dan sosialisasi UMR 65
Perusahaan.
Penyelesaian Perselisihan Hubungan
Industrial/PHK 60 Kasus.
Penerapan norma kerja 1 Paket.
Pembudayaan Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja 2 Paket.
1.
ABT-DIPDA Proyek Pengembangan Ketenagakerjaan dan Penanggulangan Pengangguran
(PPKPP) tahun 2001. Realisasi keuangan 95.23 % dan realisasi Fisik 100 %. Jenis
Kegiatan :
a.
Survey Inventarisasi Lowongan Pekerjaan pada 250 Perusahaan.
b.
Inventarisasi lowongan pekerjaan pada Proyek-Proyek Pembangunan Pemerintah
sebanyak 20 Instansi.
Langkah Pemecahan masalah
1. Penugasan/pengerahan
Tenaga Kerja Mandiri Profesional (TKPMP) dan penugasan tenaga Kerja Muda
Terdidik (TKMT).
- Penerapan dan
penyebarluasan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Teknologi Padat Karya (TPK).
- Penempatan
Tenaga Kerja melalui mekanisme Antar Kerja Lokal (AKL) ke
perusahaan-perusahaan.
- Memperketat
kedatangan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), untuk memberi
kesempatan kerja yang lebih luas kepada penganggur Kalimantan Tengah.
2. Mengefektifkan Bursa Kerja Propinsi,
sebagai pelayanan dalam bentuk koordinasi penempatan tenaga kerja antar
Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah. Apabila di daerah tersebut tidak
tersedia tenaga kerja sesuai dengan peryaratan lowongan.
3. Melaksanakan pembinaan terhadap
peningkatan kwalitas pelatihan keterampilan tenaga kerja.
- Pemagangan
4. Melaksanakan Pelatihan
Manajemen Produktivitas.
5. Peningkatan penyuluhan
terhadap efektivitas syarat kerja dan pelaksanaan norma kerjadi
perusahaan.
6. Menjajaki kemungkinan
pembentukan forum komunikasi untuk dapat memonitor lowongan pekerjaan yang ada
pada instansi Pemerintah di Kalimantan Tengah.
a. Program 2002
Program Ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah adalah sebagai
berikut :
1. Program Penciptaan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.
Tujuan program ini adalah mengatasi pengangguran dengan
sasaran penciptaan dan memperluas kesempatan kerja dalam berbagai bidang usaha
dan menciptakan tenaga kerja mandiri serta tersedianya sistem informasi dan
perencanaan tenaga kerja.
2. Program Peningkatan Kualitas dan Keterampilan Tenaga
Kerja
Program ini bertujuan untuk menjembatani para pencari kerja
dengan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja sehingga mampu
memanfaatkan peluang yang ada dan bersaing dengan tenaga kerja dari luar Daerah
Kalimantan Tengah (regional maupun manca negara). Sasaran kegiatan ini adalah
tersedianya tenaga kerja yang berkualitas, produktif dan berdaya saing tinggi.
3. Program Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas tenaga
kerja baik produktivitas sektoral (tingkat perusahaan atau lembaga) maupun
produktivitas regional. Sasaran program ini adalah peningkatan produktivitas
tenaga kerja.
4. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga
Ketenagakerjaan.
Tujuan program ini adalah mewujudkan rasa ketenangan bekerja
dan berusaha sehingga tercipta hubungan yang serasi antara pekerja dan
pengusaha yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan
keluarganya, sedangkan sasarannya adalah meningkat-kan peran kelembagaan tenaga
kerja di perusahaan, perbaikan kondisi kerja serta jaminan kesehatan dan
keselamatan kerja.
b. Pelaksanaan dan Hasil yang dicapai Tahun 2002
1. Program Penciptaan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.
Proyek Perluasan Lapangan Kerja & Pengurangan Pengangguran (PLKKP) 2002,
Jumlah anggaran Rp.977.090.000.00. Realisasi keuangan sebesar Rp.976986.600,00
(99,98 %) dan realisasi fisik 100 %. Dengan jenis kegiatan antara lain sebagai
berikut :
a. Analisa Jabatan 10 jabatan.
b. Penyuluhan Bimbingan Jabatan 45 orang.
c. Penempatan tanaga kerja sistim Antar Kerja Lokal (AKL) 840 orang.
d. Penempatan Tenaga Kerja Pemuda Profesional(TKPMP) 35 orang.
e. Penempatan Tenaga Kerja Mandiri Terdidik (TKMT) 25 orang.
f. Terapan Tehnologi Padat Karya Sistim Kader 25 orang
g. Penyempurnaan Bahan Kamus Jabatan Nasional 10 jabatan
h. Pembinaan dan Monit Tenaga Kerja Antartar Kerja Antar Daerah 1.185. orang
i. Terapan Tehnologi Padat Karya Sistim Unit 40 orang
j. Pengembangan Lembaga Bursa Kerja Khusus 6 paket
k. Pembuatan Sarana Perluasan Kerja Sistim Padat Karya(PKSPK) 6 paket
l. Penyempurnaan Renstra STAN 100 buku
m. Penyusunan Buku Rencana dan Program sebanyak 60 buku
n. Penyusunan Buku Data Informasi Ketenagakerjaan sebanyak 330 buku
o. Pemantauan Ketenagakerjaan Daerah sebanyak 50 buku.
2. Program Peningkatan Keterampilan dan Produktivitas Tenaga
Kerja.
Proyek Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja (PKTK). Jumlah
anggaran Rp.832.360.000,00 Realisasi keuangan sebesar Rp 830.278.500,00
(99,74%) realisasi fisik 100 %. Dengan jenis kegiatan antara lain sebagai
berikut :
a.
Pelatihan Institusional 18 Paket, Non Institusional 49 Paket ( Pelatihan
Ketrampilan Kerja )
b. Identifikasi kebutuhan pelatihan 1 paket
c. Pelatihan Manajeman Usaha 75 orang
d. Pelatihan Pengembangan Motivasi Berprestasi (PMB/AMT) 81 orang
e. Pelatihan Tehnis ILK LLS/LLP 80 orang
f. Pengukuran Produktivitas 5 perusahaan
g. Penyuluhan Standarisasi 20 orang
3. Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Perlindungan
Tenaga Kerja.
Proyek Pengembangan Hubungan Industrial dan Perlindungan
Tenaga Kerja Jumlah anggaran Rp.426.931.000,00 Realisasi Keuangan sebesar Rp
418.291.000,00 (98.0 %) dan Realisasi Fisik 100 %. Dengan jenis kegiatan antara
lain sebagai berikut :
a.
Pemberdayaan Tripartit 770 orang
b. Pemberdayaan LK Tripda 1 paket
c. Penanggulangan Krisis Ketenagakerjaan/ Unjuk Rasa 100 orang
d. Penyelesaian Kasus PHI/PHK 50 orang
e. Pengembangan Koperasi Pekerja 110 orang
f. Pembinaan dan Pengembangan Upah Minimum Propinsi(UMP) 210 orang
g. Pendidikan Hubungan Industrial Bagi Pekerja 540 orang
h. Pemberdayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 30 orang dan Sertifikasi
Profesi K.3 21 Perusahaan.
i. Pemberdayaan Operasional Upah Minimum Propinsi 60 perusahaan
j. Pemberntukan Norma Kerja 420 orang
k. Penyelesaian Kasus di P4D 160 kasus
4. Program Pengembangan Ketenagakerjaan dan Penanggulangan
Pengangguran (PPKPP) mendapat anggaran ( DIPDA ) tahun 2002 sebesar Rp.
250.000.000,00 Realisasi keuangan (SPJ) Rp. 240.518.000,00 (96.2 %) dan
realisasi Fisik 100 % adapun jenis kegiatan antar lain sbb :
a. Survey penyusunan rencana dan program, mengenai
pemberdayaan penganggur potensial yang terdapat di :
1. Kota Palangkaraya 185 orang (Kecamatan Pahandut dan
Kecamatan Bukit Batu).
2. Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan 150
orang (Kecamatan Ketapang, Baamang, Kota Besi, Cempaga, Kasongan dan Tewang
Sangalang Garing).
3.
Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur 118 Orang (Kecamatan Dusun Utara,
Dusun Tengah, Dusun Timur dan Dusun Selatan).
b. Penyusunan dan Penyebaran Informasi 36 Kali.
c. Pemantauan dan Evaluasi 72 Perusahaan.
d. Penyelesaian Honorarium/Intensif P4D TA. 2001 dan 2002.
d. Permasalahan
1. Penganggur di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 31.519
orang .
a. Belum
berfungsi secara optimal Bursa Pasar Kerja Propinsi, sehingga menyulit-kan
dalam koordinasi pengisian lowongan kerja dari Kabupaten/Kota lainnya di
Propinsi Kalimantan Tengah, apabila di daerah tersebut tidak tersedia tenaga
kerja sesuai dengan yang di butuhkan.
b. Kualitas
Tenaga Kerja di Propinsi Kalimantan Tengah pada umumnya masih relatif randah,
bersaing secara Nasional saja sekarang sudah kalah apalagi menghadapi AFTA
2003.
c. Tingkat
produktivitas tenaga kerja pada umumnya masih relatih rendah.
d. Syarat
kerja yang terbentuk di perusahaan belum sepenuhnya berfungsi secara optimal
demikian juga tentang ketentuan norma kerja masih sering dilanggar oleh pihak
perusahaan.
e. Tidak
dapat termonitor secara keseluruhan kesempatan kerja yang ada pada Instansi
Pemerintah.
e. Langkah Pemecahan Masalah
1. –
Penugasan/pengerahan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP) dan
penugasan tenaga Kerja Muda Terdidik (TKMT).
- Penerapan dan penyebarluasan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Teknologi Padat
Karya (TPK).
- Penempatan Tenaga Kerja melalui mekanisme Antar Kerja Lokal (AKL) ke
perusahaan-perusahaan.
- Memperketat kedatangan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), untuk
memberi kesempatan kerja yang lebih luas kepada penganggur Kalimantan Tengah.
2. Mengefektifkan Bursa Kerja Propinsi, sebagai pelayanan
dalam bentuk koordinasi penempatan tenaga kerja antar Kabupaten dan Kota di
Kalimantan Tengah. Apabila di daerah tersebut tidak tersedia tenaga kerja
sesuai dengan peryaratan lowongan.
3. – Melaksanakan pembinaan terhadap peningkatan kwalitas
pelatihan kete-rampilan tenaga kerja.
- Pemagangan
4. Melaksanakan Pelatihan Manajemen Produk-tivitas.
5. Peningkatan penyuluhan terhadap efekti-vitas syarat kerja
dan pelaksanaan norma kerjadi perusahaan.
6. Menjajaki kemungkinan pembentukan forum komunikasi untuk
dapat memonitor lowongan pekerjaan yang ada pada instansi Pemerintah di
Kalimantan Tengah.
REALISASI ANGGARAN DINAS TENAGA KERJA
Pada pos ini tidak terlihat adanya kelompok belanja yang
realisasinya melampaui plafond anggaran yang disediakan, hal ini dimaklumi
karena pada dasarnya setiap pengeluaran sebelum disalurkan senantiasa terlebih
dahulu diuji dan diteliti kepentingannya.
Jumlah
tenaga kerja yang dapat diserap pada berbagai kegiatan lapangan usaha selama
tahun 2002 mencapai 840.851 orang dan pada tahun yang sama jumlah angkatan
kerja adalah 890.595 orang. Dengan demikian pengangguran terbuka (open
unemployment) adalah sebesar 5,59 %. Angka ini lebih besar jika dibandingkan
tahun 2001 yang hanya 3,78 %. Hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang
terjadi belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru. Dengan kata
lain masih dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk lebih mening-katkan
pertumbuhan ekonomi daerah baik melalui penggalangan investasi maupun
penciptaan iklim usaha yang lebih baik, sehingga kesempatan kerja lebih terbuka
lagi.
Berdasarkan data terkahir jumlah pengangguran berpendidikan
Sarjana di Kalimantan Tengah tahun 2003 mencapi 10.000 orang. Hal ini
disebabkan kurangnya lapangan kerja yang menyerap jumlah pengangguran terdidik
tersebut. Sementara penciptaan lapangan kerja oleh tenaga terdidik tersebut
amat kurang memadai dan atau daya kreasi lapangan kerja mereka belum memadai.
PEMBANGUNAN KETENAGAKERJAAN
1. Arah kebijakan
Kebijakan
pembangunan ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan kualitas tenaga kerja
dan kemandirian tenaga kerja termasuk tenaga kerja yang akan bekerja di daerah
lain maupun di luar negeri, dengan memanfaatkan dan mengembangkan lembaga
pelatihan termasuk Balai Latihan kerja (BLK), penyediaan lapangan kerja baik di
sektor formal maupun non formal untuk mengurangi pengangguran dan membantu PHK,
pengembangan bursa tenaga kerja terpadu bagi tenaga kerja terlatih, serta
perlindungan tenaga kerja.
2. Tujuan dan Sasaran
Tujuan pembangunan ketenaga kerjaan
adalah : (a) untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja; (b) mengurangi
pengangguran; (c) perlindungan tenaga kerja dari pelanggaran hak-hak
ketenagakerjaan; (d) serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Sedangkan sasaran yang akan dicapai dalam pembangunan ketenagakerjaan adalah
meningkatnya profesionalisme, dan jiwa kewirausahaan, semakin luasnya
penyerapan tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, ketenangan bekerja
dan berusaha.
3. Program Pembangunan
Program pembangunan ketenagakerjaan
adalah :
a. Program perluasan lapangan kerja
Program ini dimaksudkan untuk membuka lapangan kerja dan akses lapangan
kerja baik regional, nasional maupun luar negeri sebagai antisipasi
meningkatnya angkatan kerja dan jumlah penggangur melalui penyediaan sistem
informasi dan perencanaan tenaga kerja, mendorong terciptanya kesempatan
berusaha, serta pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
b. Program peningkatan ketrampilan
tenaga kerja
Program ini dimaksudkan untuk
meningkatkan ketrampilan tenaga kerja untuk memenuhi tuntutan pasar kerja,
serta untuk mengantisipasi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat baik
tenaga kerja lokal maupun dari luar daerah melalui peningkatan pelatihan
ketrampilan bagi tenaga kerja.
2. c. Program
perlindungan tenaga kerja
Program
ini dimaksudkan untuk memberikan suatu kondisi bagi terciptanya, kesehatan,
keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja, serta terciptanya hubungan kerja
industrial dan hubungan kerja yang harmonis antara pengusaha dan pekerja.
Selain itu program ini juga dimaksudkan untuk mendorong optimalisasi fungsi
kelembagaan tenaga kerja di perusahaan yang mampu menjembatani kepentingan
pengusaha dan pekerja melalui peningkatan peran dan fungsi kelembagaan tenaga
kerja, peningkatan pengawasan ketengakerjaan baik pekerja dalam negeri maupun
luar negeri, serta pengembangan asuransi ketenaga kerjaan dan penyusunan
rancangan peraturan daerah perlindungan tenaga kerja informal.
d. Program Peningkatan Kerjasama
Program ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah ketenagakerjaan
yang ada, baik perluasan lapangan kerja, ketrampilan tenaga kerja, maupun
perlindungan tenaga kerja, bekerjasama dengan pihak swasta dan lembaga lain.
BAB I
PENGERTIAN,
KONSEP, DEFINISI PEMASARAN
DAN MANAJEMEN
PEMASARAN
A. Pengertian Pemasaran
Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah
:
a. Philip Kotler (Marketing)
pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan melalui proses pertukaran.
b. Menurut Philip Kotler dan
Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang
membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang
lain.
c. Pemasaran adalah suatu sistem
total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga,
promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan
mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
d. Menurut W Stanton pemasaran
adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan
jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
B. Konsep Pemasaran
Konsep-konsep
inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas,
nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan
pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan.
Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu.
Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap
kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan
akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk
membelinya.
C. Manajemen Pemasaran
Manajemen
pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler
dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan
pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun,
dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk
mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan
(Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan
pengawasan.
Jadi dapat
diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan,
penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun,
dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan
maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Kesimpulan :
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang
direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang,
penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang
telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama
dari pemasaran dapat tercapai.
BAB II
MACAM-MACAM
KONSEP PEMASARAN
I. Konsep
Pemasaran
Konsep
pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang
diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran yang telah diungkapkan
dengan berbagai cara:
1. Temukan
keinginan pasar dan penuhilah.
2. Buatlah apa
yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
3. Cintailah
pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah
menurut cara anda (Burger king)
5. Andalah yang
menentukan (United Airlines)
6. Melakukan
segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat
dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
Dalam pemasaran
terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu
organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep
pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1. Konsep produksi
Konsep produksi
berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan
harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan
segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas.
Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena
konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya
beli mereka.
2. Konsep produk
Konsep produk
mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu,
performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat
produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi
dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
3. Konsep penjualan
Konsep
penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi
harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran
Konsep
pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep
pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan
kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan
yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para
pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.
6. Konsep Pemasaran Global
Pada konsep
pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor
lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap.
tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang
terlibat dalam perusahaan.
BAB III
SISTEM
PEMASARAN
A. Pengertian Sistem Pemasaran
Sistem adalah
sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan
secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem
pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran
barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan
pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya..
Dalam pemasaran
kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
1. Gabungan
organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
2. Produk,
jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
3. Target
pasar.
4. Perantara
(pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
5. Kendala
lingkungan (environmental constraints).
Sistem
pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan,
yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah
sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo.
Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.
B. Macam – Macam Sistem Pemasaran
a. Sistem pemasaran dengan saluran
vertikal
Pada sistem ini
produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
§ Mengendalikan
perilaku saluran
§ Mencegah
perselisihan antara anggota saluran
b. Sistem pemasaran dengan saluran
horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama
antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang
pemasaran yang muncul.
c. Sistem pemasaran dengan saluran
ganda
Pada sistem ini beberapa gaya
pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan,
kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
C. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran
a. Lingkungan makro ekstern.
Lingkungan makro tersebut ialah:
a. Demografi
(kependudukan).
b. Kondisi
ekonomi.
c. Teknologi.
d. Kekuatan
sosial dan budaya.
e. Kekuatan
politik dan legal.
f. Persaingan.
b. Lingkungan mikro eksternal
a. Pasar
(market)
b. Pemasok
c. Pialang
(marketing intermediaries)
c. Lingkungan Non- – Pemasaran Intern
Kekuatan non –
pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan
pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan
dikendalikan oleh manajemen.
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN
A. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi
pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran,
bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan
yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga
faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran
yaitu :
1. Daur hidup produk
Strategi harus
disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap
pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di
pasar
Strategi
pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah
memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi
pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan,
apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
B. Macam-Macam
Strategi Pemasaran
macam strategi
pemasaran diantaranya:
1. Strategi kebutuhan primer
Strategi-strategi pemasaran untuk
merancang kebutuah primer yaitu:
1. Menambah
jumlah pemakai dan
2. Meningkatkan
jumlah pembeli.
2. Strategi
Kebutuhan Selektif
Yaitu dengan
cara :
a.
Mempertahankan pelanggan misalnya:
1. Memelihara
kepuasan pelanggan;
2.
Menyederhanakan proses pembelian;
3. Mengurangi
daya tarik atau jelang untuk beralih merk;
b. Menjaring
pelanggan (Acquistion Strategier)
1. Mengambil
posisi berhadapan (head – to heas positioning)
2. Mengambil
posisi berbeda (differentiated positin)
Secara lebih
jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
1. Merangsang
kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
2. Merangsang
kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
3. Merangsang
kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
4. Merangsang
kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.
Strategi
Pemasaran
Menurut Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by
which individuals and groups obtain what they need and want through creating,
offering and freely exchanging products and services of value with others”.
Sedangkan pengertian Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler
(2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to
achieve its marketing objective”.
Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan
pokok
tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target
pasar yang ditentukan.
Segmentasi (Segmentation)
Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi
adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on
one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi
pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang
dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam
rangka memberikan kepuasan bagi
konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran
yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.
Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:
1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga,
pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.
2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang
berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain.
Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi
yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan
segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.
3. Perilaku
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen
berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan
barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini
yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:
• Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun
ada beberapa variabel yang sulit diukur.
• Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
• Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
• Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan
memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran
yang berbeda.
• Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani
segmen-segmen yang bersangkutan.
Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:
1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan
konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan
variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani
kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.
Targeting
Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm
selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”.
Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan
suatu strategi
target market.
Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:
1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini
menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa,
sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua
pasar.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan
periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar
konsumen.
2. Differentiated targeting strategy, perusahaan
menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen
membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan
berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.
3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih
memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling
potensial.
4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada
pendekatan terhadap konsumen secara individual.
Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan
menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan
permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian
antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.
2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin
dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan
strategi korporat perusahaan.
Positioning
Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah
“Developing a marketing strategy aimed at influencing how a particular market
segment perceives a good or service in comparison to the competition”.
Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.
Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:
a. Positioning berdasarkan perbedaan produk.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu
perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan
konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.
b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan
dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa
yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk
tersebut.
c. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih
menekankan pada siapa pengguna produk.
d. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa
produk tersebut
dikonsumsi.
e. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan
keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat
memilih produk mana yang lebih baik.
f. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung
dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering
dihadapi oleh pelanggan.
g. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan
dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian
asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang
dihasilkan oleh perusahaan.
h. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen
bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan
masalah.
Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:
1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan
dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior
kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif.
2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive
advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan
merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para
pesaingnya.
3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market
sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan
Pengertian Saluran Distribusi
Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah
lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai
kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa
dari produsen ke konsumen.
Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang
digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai
ke konsumen atau pemakai industri.
Menurut Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga
yang memasarkan produk,
yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Menurut Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah sekelompok
perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau
membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan
dari produsen ke konsumen.
Faktor yang mendorong suatu perusahaan menggunakan distributor, adalah:
- Para produsen atau perusahaan kecil dengan sumber keuangan terbatas tidak
mampu mengembangkan organisasi penjualan langsung.
- Para distributor nampaknya lebih efektif dalam penjualan partai besar karena
skala operasi mereka dengan pengecer dan keahlian khususnya.
- Para pengusaha pabrik yang cukup model lebih senang menggunakan dana mereka
untuk ekspansi daripada untuk melakukan kegiatan promosi.
- Pengecer yang menjual banyak sering lebih senang membeli macam-macam barang
dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing pabriknya.
Fungsi Saluran Distribusi
Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke
konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi
harus melakukan pertimbangan yang baik.
C. Segmentasi Pasar
Segmentasi
pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli
yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda
yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau
segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses
pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia
perbedaan antara pembeli di pasar.
1. Dasar-dasar dalam penetapan
Segmentasi Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada
beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada
pasar konsumen
a. Variabel
geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan
iklim.
b. Variabel
demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan,
dll
c. Variabel
psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
d. Variabel
perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat
pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
a. Tahap 1: menetapkan segmentasi
makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap
penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
2. Syarat segmentasi Pasar
Ada beberapa syarat segmentasi yang
efektif yaitu :
a. Dapat diukur
b.Dapat dicapai
c. Cukup besar
atau cukup menguntungkan
d.Dapat
dibedakan
e. Dapat
dilaksanakan
3. Tingkat Segmentasi Pasar
Karena pembelian mempunyai kebutuhan
dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang
terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat
yang berbeda.
a. Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi
massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara
yang hampir sama keseluruh konsumen.
b. Pemasaran segmen
Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli
berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
c. Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche)
berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group
yang didefiniskan dengan lebih sempit.
d. Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program
pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk
dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
4. Manfaat Segmentasi Pasar
Sedangakan manfaat dari segmentasi
pasar adalah:
a. Penjual atau
produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-
kesempatan pemasaran.
b. Penjual atau
produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang
berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada
berbagai segmen.
c. Penjual atau
produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
D. Menentukan Pasar Sasaran
Langkah-langkah dalam menetukan pasar
sasaran yaitu :
1. Langkah
pertama
Menghitung dan
menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada
2. Langkah
kedua
Mencatat hasil
penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang.
BAB V
PERILAKU KONSUMEN
A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku
konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian
penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang
mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan
produk, pelayanan dari sumber lainnya.
B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi
Perilaku Konsumen
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen adalah :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan meliputi :
a. Budaya : faktor-faktor
budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen.
Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku
seseorang.
b. Subbudaya : setiap
kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang
yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi
kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan
daerah gegrafis.
c. Kelas sosial : hampir setiap
masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial
adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang
anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku
konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok
kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga
merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.
Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi
seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup
dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari
beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi
juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi,
pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
Terhadap produk Baru
Sebuah produk
baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial.
Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat
membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses
mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada
penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
1. Sadar : konsumen
menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
2. Tertarik :
konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
3. Evalusi :
konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau
tidak untuk dikonsumsi.
4. Mencoba :
konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan
perkiraan nilai produk tersebut.
5. Adopsi :
konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu
:
a. Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen
mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk
tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui
proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk
tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.
b. Perilaku
pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen
mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara
merek-merek. Konsumen
mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.
Disini konsumen
rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara
berbagai merek dan harga barang relatif rendah
Disini keterlibatan konsumen yang
rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.
c. Tahap-Tahap Proses Membeli
Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi :
a. Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang
yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang
menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar
akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.
b. Pencarian
informasi
Sumber
informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1. Sumber
pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2. Sumber
niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan
pemajangan.
3. Sumber umum,
meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4. Sumber
pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
c. Pencarian
alternatif
Terdapat lima
konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
d. Keputusan membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan
seseorang mengambil keputusan untuk
membeli, yaitu :
Ibu yang seharusnya
Penuh kasih
Membuangku
Begitu saja .
Tak
sekalipun
Sapanya
hinggap
Ditelingaku. AKU
DIBUANG
Dimana
nuranimu Ibu ? Ibu Kandungku
Usia ku kni beranjak dewasa .Aku seorang gadis yang sedang tumbuh dan
mekar.Laksana sekuntum mawar segar.Aku adalah si bungsu dari delapan orang
bersaudara.Aku sangat dimanja ,semua keinginan ku dituruti..Satu lagi karunia
Allah yang begitu besar kepada ku adalah wajah yang cantik..Kaum adam banyak
yang meliriku ,walaupun tingkah lakuku lebh mirip laki-laki .Orang tua ku tak
pernah melarangku bergaul dengan lawan jenis ,namun mereka selalu
memperingatkan ku untuk selalu menjaga nama baik keluarga.
Terjerat Narkoba
Aku tinggal didalam
keluarga besar ,dimana kakak-kakakku semua sudah berumah tangga dan aku ,si
bungsu ,tinggal sendiri bersama kedua orang tuaku yang sudah menjelang senja.Sebenarnya
aku sempat berfikir kenapa umurku begitu jauh terpaut dengan ketujuh kakakku
dan orang tuaku pun sebenarnya lebih pantas untuk disebut sebagai nenek dan
kakek.Namun aku tak menyelidiki lebih jauh ketika kedua orang tuaku hanya
mengatakan bahwa aku adalah anak yang tak disangka-sangka akan hadir ,karena
usia ibu ketika mengandungku pun sudah melampui usia layak mengandung .Aku pun
kemudian tenggelam dalam belaian kasih sayang mereka .Aku tak lagi mempedulikan
apa kata orang karena aku merasa sebagai anak yang paling beruntung di dunia.

Meski dilahirakan bukan sebagai anak yang bodoh ,namun ku akui aku memang anak yang berprestasi
dibidang akademik .Namun pembawaanku yang supel membuatku dekat dengan semua
orang .Termasuk siswa putra .Cap tomboi pun semakinlekat dengan diriku
.Kedekatanku dengan siswa putra disekolahan ku pun tidak pilih-pilih..Aku tidak
hanya mau berteman dengan siswa atau siswi yang cerdas ,kaya ,ataupun wajah
yang menarik ,tapi akupun dekat dengan anak-anak pecandu narkoba .Mereka
sebagaian besar adalah pemakai dan pengedar obat-obat haram itu .Tapi demi
Allah ,aku sama sekali belum pernah menyentuh barang haramtersebut ,apalagi
menikmatinya .Pesan dan kasihsayang orang tuaku selalu mengingatkan ku akan
nama baik keluarga yang harus ku jaga sekuat tenaga.
Teman-teman ku tak jarang menyuguhkan narkoba didepan
mataku ,namun aku sama sekali tidak tergiur untuk mencoba ,apalagi untuk
menjadi pecandunya .Disisi lain ,aku juga tidak pernah berniat untuk mengadukan
perbuatan mereka kepada dewan guru ,karena bagaiman pun mereka adalah teman ku
.Bila aktivitas haram mereka sampai tercium oleh dewan guru ,bagaimana nasib
sekolah mereka ?Bagaimanapun teman adalah teman .
Aku
keluar dari sekolah

Tapi
sikap tutup mulutku ini akhirnya berbuah
bencana untukku .Suatu hari ketika razia mendadak digelar oleh dewan guru ,aku
tertangkap dengan membawa barang haram ditasku .
Seorang teman menitipkan obat-obatan itu kepadaku ,entah
dengan maksud apa .Yang jelas akibat perbuatanya ,orang tuaku dipanggil
menghadap kepala sekolah .
Panggilan orang tua memang telah beberapa kali sampai pada
orang tuaku . Biasanya karena aku berkelahi dengan murid lain ataupun
kejadian-0kejadian sepele ,namun kali ini orang tuaku sangat tgerpukul akibat
perbuatanku menyembunyikan narkoba .Skorsing tujuh hari yang dijatuhkan oleh
pihak sekolah membawa dampak yang lebih buruk lagi kepadaku .Tak hanya skorsing
yang dijatuh kan untukku ,namun orang tuaku mengbambil langkah yang lebih jauh
.Mereka memutuskan mengeluarkanku dari s ekolah dan mengirimku ke sebuah
pesantren di luar kota .alangkah terkejut diriku menerima vonis yang dijatuhkan
kedua orang tuaku .Aku harus masuk pesxantren dan tinggal di asrama putri??Ya
Allah,,sedemikian beratkah hukumanMu ?
Kebenaran
itu terkuak .
Sebelum keberangkatanku kepesantren yang diputuskan oleh
orang tuaku ,aku sempat pergi kerumah kakak-kakakku untuk beberapa wsaktu
.Rumah bagiku adalah tempat yang membosankan sejak pemanggilan orang tuaku
kesekolah .Tanggapan kakak-kakaku terhadap kejadian yang menimpaku bragam
.Banyak pula diantara mereka yang memojokkan ,bahkan mencaciku didepan mata .
Diwaktu itulah aku mendengar sebuah lontaran yang sangat
menyakitkan dari kakak iparku .Ia berkata bahwa aku adalah anak haram .Aku
sangat terkejut mendengar kata-katanya itu .Kakak iparku yang satu itu memang
sejak dulu tidak menyukaiku .Setelah mendengarkan kejadian disekolah yang
menimpaku ,rasa tidak senangnya terhadapku semakin menggunung .
Dengan lantangnya dia mengatakan bahwa aku adalah anak siapa ?Sakit hatiku
mendengar cacian kakak iparku .Duniaku serasa runtuh ketika kakakku kemudian mengatakan
bahwa aku adalah anak haram .Ibu kandungku adalah kakak keduaku .Aku tak
percaya dengan kata-katanya .Dengan kesedihan dan kebingungan yang menyesakan
dada ,aku pulang untuk menanyakan hal itu langsung kepada kedua orang tuaku
.Siapakah aku sebenarnya ? Anak siapakah aku ?
Sebenarnya mereka tidak mau mengatakan .Tapi aku
mengancamnya ,kalau mereka tidak mau mengatakan maka aku tidcak akan berangkat
kepesantren .Alangkah kagetnya ibuku mendengar perkataanku dan ia masih
berusaha menutupi yang sebenarnya dengan kebohongan .Namun aku segera
mengatakan bahwa aku telah mengetahui semuanya dari kakak iparku .Akhirnya
kedua orang tuaku tak dapat mengelak lagi dan mngakui yang sebenarnya kepadaku
.Bahwa aku buakan anak kandung mereka dan ibuku adalah kakak keduaku .
Ibuku
ingin membunuhku
Tak dapat ku tahan air mata
yang mengalir deras di kedua pipiku .Hatiku hancur ,remuk redam .Ibu , begitu
tega engkau selam ini meninggalkanku bersama nenek dan kakek .Kenapa ibu tak
mau mengakuiku sebai anak ?Mengapa ibu malah membuangku dengan malah menyebutku
sebagi ”adik”?Kemana pula orang yang sebagai mana ku panggil sebagai ayah
?.Mengapa walaupun aku sebagai anak diluar nikah ,mengaku sama sekali tak
pernah menoleh pada ku ibu ?Ibu ,aku ini anak mu ?Bukan adik mu ?.
Hatiku meronta dan menjerit .Tangisku pecah .Aku berusaha
sekuat tenaga untuk mendengarkan penjelasan nenek .Menurut cerita nenek aku
adalah anak diluar nikah .Ibuku sempat stres dan ingin membunuhku karena
menganggapku adalah anak haram .Namun nenek mencegah keinginan itu dan
mengasuhku hingga aku besar ,sementara ibu tinggal bersama saudara nenenk .
Walaupun jauh dilubuk hatiku tidak pernah menyesal
mengakui nenek sebagai ibuku karena kasih sayangnya yang me;lebihi ibu
kabdungku sendiri ,aku sungguh tidak mengerti sampai sekarang apa yang
dirasakan ibu kabdungku hinggga saat ini .Aku merasa hinggga seperti anak
buangan .Anak yang tak pernah diharapkan hidup dan matinya .Aku memang masih
merasakan kasih sayang nenek dan kakek .Tapi pernahkah ibuku bersedia untuk
sekedar menengokku ?.Menanyai bagaimana keadaanku ?.ibuku bagaikan hilang
ditelan bumi .Sejak ia tinggal bersama sxaudara nenek ,ia tak pernah sekalipun
menengok kami .Ibunya dan anaknyalah yang kini menanggung perbuatannnya yang
tak bbertanggung jawab .
Ibu ,dimana nuranimu sebagai seorang ibu ?Bencikah engkau
pada anakmu ini ?Adilkah bila kau timpahkan kesalahanmu pada diriku yang justru
lahir dari kepicikanmu ?Ibu mengapa engkau tega membuang anak kandungmu sendiri
.Sampai kau kini hidup bahagia bersama laki-laki yang mencintaimu bersama dua
anakmu yang lain ,tidakkah kau pernah mengingatku ,anak yang juga lahir dari
rahimmu ?Ibu ,sungguh tak dapat kuselami hatimu karena kau tega membuang anak
kandungmu sendiri .
Aku tetap menanti do’a ibuku
Akupun tergugu dalam kenyataan yang begitu menyakitkan
.Namun akupun sadar ,bahwa aku tak bisa selamanya menangis .Tanpa kehadiran
seorang ibu kandungpun ,aku masih bahagia dengan adanya seorang nenek yang
bagiku ”lebih” lebih dari seorang ibu .Akupun
berpikir haruskakh aku membenci seseorang yang selama ini aku tak pernah
membencinya karena aku tidak mengetahui yang sebenarnya .
Perencanaan Keuangan Pribadi atau Keluarga adalah cara
mencapai tujuan keuangan seseorang atau keluarga melalui proses manajemen
keuangan. Tujuan itu secara umum sbg berikut :
Proteksi (insurance planning)
Investasi dan tabungan (investment planning)
Pensiun (retirement planning)
Pendidikan (education
planning)
Pajak Penghasilan (income tax
planning)
Warisan (estate planning)
Perencanaan
diperlukan agar kita dapat mencapai tujuan keuangan secara menyeluruh dan
mencakup seluruh siklus kehidupan kita, dari sekarang hingga akhir nanti. Tanpa
perencanaan yang benar dan matang, bisa terjadi kekacauan dalam keuangan kita.
Hal ini juga membutuhkan disiplin dan kontrol yang tepat. Untuk itu, kita
mempelajari ilmu perencanaan keuangan pribadi dan mempraktekkannya dalam
perencanaan keuangan kita sendiri.
Perencanaan Keuangan secara definisi menurut Certified
Financial Planner, Board of Standards, Inc. adalah proses mencapai
tujuan hidup seseorang melalui manajemen keuangan secara terencana. Tujuan
hidup dapat termasuk membeli rumah, menabung untuk pendidikan anak atau
merencanakan pensiun.1
Sumber yang
lain menyebutkan bahwa personal financial planning atau perencanaan
keuangan pribadi adalah mengembangkan dan mengimplementasikan secara total dan
terkoordinasi perencanaan seseorang untuk mencapai tujuan keuangannya secara
menyeluruh. Elemen terpenting dari konsep ini adalah mengembangkan perencanaan
yang terkoodirnasi untuk seluruh kebutuhan keuangan seseorang
berdasarkan tujuan keuangan total mereka.2
Ini merupakan definisi perencanaan keuangan untuk pribadi/keluarga. Sedangkan
definisi perencanaan keuangan untuk bisnis berbeda lagi. Tapi intinya sama, ada
pengaturan dan ada tujuan. Disini hanya dibahas perencanaan keuangan untuk
pribadi/keluarga.
Definisi ini diperlukan supaya kita paham arti perencanaan
keuangan pribadi/keluarga, tahu apa yang akan dilakukan dan tahu apa tujuannya.
). Demikian juga untuk keuangan,
kehidupan ini. Mungkin sekarang belum terasa akibat hidup tanpa perencanaan,
tapi bila saatnya tiba? Uang masuk sekolah baru, mendadak sakit, dstnya.
Perencanaan dibuat untuk mengantipasi hampir semua
kemungkinan yang terjadi. Memang ada kemungkinan terburuk terjadi, tapi paling
tidak kita sudah punya rencana, sehingga katakan 70-80% sudah tercakup,
daripada tidak ada sama sekali?
Kembali ke
perencanaan keuangan, perencanaan keuangan bisa dibagi menjadi
1. Perencanaan keuangan secara menyeluruh (comprehensive
financial planning)
2. Perencanaan keuangan akan kebutuhan khusus atau
tertentu (special need planning)
Perbedaannya
ini hanya yang satu mencakup keseluruhan sedangkan yang satu hanya fokus pada
satu atau dua kebutuhan.2
Umumnya atau kebanyakan orang orang yang merencanakan
sendiri atau meminta perencanaan keuangan ke konsultan perencana keuangan
pribadi, hanya untuk satu atau dua kebutuhan. Tentu saja lebih baik kita
melakukan perencanaan keuangan secara menyeluruh, mencakup semua kebutuhan
kita. Karena perencanaan yg baik harus mencakup keseluruhan aspek -
aspek(tujuan) penting.
Perencanaan keuangan secara menyeluruh itu mencakup aspek
- aspek (tujuan) penting sebagai berikut:2
1. Proteksi (insurance planning)
2. Investasi dan tabungan
(investment planning)
3. Pensiun (retirement planning)
4. Pendidikan (education planning)
5. Pajak Penghasilan (income tax planning)
6. Warisan (estate planning)
Keenam
aspek/tujuan itu akan dibahas lebih mendalam dalam topik selanjutnya. Tujuan -
tujuan itu bisa ditambahkan atau dikurangi sesuai kebutuhan tiap orang(yang
pasti berbeda2)
Perencanaan itu juga harus
flexibel, menyesuaikan menurut situasi dan kondisi dan harus selalu
dimonitoring. Apabila kita sudah mempunyai perencanaan keuangan secara
menyeluruh, paling tidak kita sudah memiliki gambaran secara keseluruhan.
Apabila terjadi perubahan perubahan, paling tidak kita tahu apa efek perubahan
itu terhadap rencana secara keseluruhan. Bila tidak menpunyai perencanaan
keuangan secara menyeluruh, susah(bukan tidak bisa) untuk mengetahui efek
perubahan itu dan penyesuaian apa yang harus dilakukan. Monitoring
diperlukan untuk mengetahui seberapa tepat perencanaan kita dan perbaikan apa
yang diperlukan, bila ada. Monitoring tidak dilakukan tiap saat atau tiap
detik, monitoring dilakukan pada saat tertentu saja, seperti akhir tahun, tiap bulan
tergantung apa yang akan di monitoring.
Ada dua konsep
utama tentang manajemen keuangan keluarga yang wajib diketahui oleh keluarga
yaitu tentang Neraca dan Rugi/Laba serta Manajemen Cashflow/Arus Kas. Untuk
lebih jelasnya akan saya bahas sebagai berikut.
Memahami Majamen Cashflow
Cashflow atau arus kas adalah aliran uang yang mengalir mulai dari kita
mendapatkan uang tersebut, menyimpannya, mengembangkannya, dan mengeluarkannya
dengan secara teratur, bijak dan disiplin.
Pengetahuan akan cashflow wajib diketahui agar keuangan keluarga kita tidak akan
kacau balau dan terpantau. Ada sebuah ungkapan yang cukup menarik “tidak peduli
keuangan Anda sedang defisit, yang penting Anda tahu kemana mengalirnya uang
tersebut.” Mari kita bahas diagram cashflow sebagai berikut :
Pendapatan
Pendapatan
(income) adalah kegiatan yang bertujuan memasukkan uang/harta. Biasanya
pendapatan dapat diperoleh dari dua aktivitas, yaitu Gaji dan Investasi.
Gaji diperoleh dari status kita sebagai
pegawai/karyawan/professional/konsultan. Dalam sebuah keluarga gaji ini bisa
diperoleh oleh suami dan istri yang bekerja.
Hasil Investasi diperoleh dari aktivitas kita dalam mengembangkan uang/harta
dalam berbagai cara. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan berinvestasi yaitu
Deposito, Properti, Saham, Hasil Usaha, Reksadana, Obligasi, dll.
Nah, seluruh pendapatan kita tersebut biasanya disimpan dalam bentuk tunai atau
di bank/ATM.
Pengeluaran
Pengeluaran berarti seluruh kegiatan yang mengakibatkan uang kita berkurang.
Dari diagram kita bisa melihat banyak sekali kebutuhan akan pengeluaran
keluarga kita. Sehingga bila tidak diatur dengan baik maka bakal membuat
keuangan keluarga menjadi kacau dan bila sudah kronis dapat menuju ke jurang
kebangkrutan.
Secara umum sebuah keluarga memiliki beberapa pengeluaran seperti Pengeluaran
Rumah Tangga, Cicilan Utang, Premi Asuransi, Pembantu Rumah Tangga, Keperluan
Anak, Transportasi, Zakat/Pajak, Hiburan/Rekreasi, Kegiatan Sosial, Fashion,
dan sebagainya.
Bila kita perhatikan selama ini, kesalahan yang sering dilakukan oleh
kebanyakan keluarga adalah hanya berkutat pada pendapatan yang berasal dari
gaji yang terus-menerus dikuras untuk menutupi pengeluarannya. angat sedikit
dari keluarga kita yang mulai melakukan aktivitas-aktivitas investasi sebagai
sumber pendapatan keluarganya. Padahal bila kita rajin melakukan investasi,
maka hasil dari investasi tersebut sebenarnya sudah dapat menutupi segala macam
pengeluaran kita, bahkan bisa jauh lebih besar dari gaji yang kita terima
selama ini.
Uraian di atas adalah sebuah kondisi ideal yang selayaknya dicapai oleh setiap
keluarga. Bila keluarga Anda saat ini masih bergantung sepenuhnya pada aliran
pemasukan dari gaji setiap bulan, maka sudah waktunya untuk sedikit demi
sedikit menyisihkan uang Anda agar bisa membuat aliran pemasukan baru yang
berasal dari Investasi.
Sebagian besar masyarakat adalah pekerja atau bekerja di sebuah perusahaan
sebagai pegawai. Bekerja dari Senin sampai Jum’at dari pukul 08.00-17.00.
Menghabiskan banyak waktu baik dijalan akibat kemacetan maupun waktu makan
siang dan merasa kelelahan sesampainya di rumah. Banyak dari klien kami yang
mengeluhkan kekurangan di paruh akhir setiap bulannya, sebenarnya kemana uang
yang didapat dibelanjakan? Apakah mereka termasuk orang-orang yang “boros”?
Pertanyaan seperti ini sering terlontar, oleh karenanya menentukan kemana uang
hasil kerja keras sebulan yang Anda hasilkan pergi, menjadi sangat penting.
Masyarakat kebanyakan walau dengan pendapatan yang besar, tetap merasa sulit
untuk dapat memenuhi semua kebutuhan bulanan yang harus dikeluarkan, mengikuti
perubahann gaya hidup. Ini sangat berkaitan dengan kebiasaan keuangan
(financial habit). Anda tetap bisa menyisihkan uang setiap bulannya berapa pun
penghasilan Anda bila menjalankan kebiasaan sehat yang berkaitan dengan
managemen keuangan keluarga.
Menurut pandangan kami, Anda tidak usah hidup susah untuk dapat menyisihkan
uang. Yang harus Anda lakukan adalah dengan menjadi seorang yang berbelanja
dengan pintar dan pembeli yang hati-hati.
Kebutuhan
vs Keinginan
Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara
kebutuhan atau keinginan. Mari kita mulai dengan mendifinisikan keduanya.
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai
kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak
terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat
dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu
hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan
dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila
keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
Namun demikian, yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif
bagi setiap orang. Sedangkan kami berpendapat bahwa untuk membedakan antara
kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan
sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.
Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang
aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah
alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat
transportasi, membawa kemana kita akan pergi.
Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories
mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya
sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu
cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang
lain sudah terpenuhi dengan baik.
Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda,
tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan/ tujuan di
masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa
menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan
bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus
disiapkan sejak sekarang.
Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan
kebutuhan atau tujuan keuangan prioritas. Oleh karenanya memiliki perspektif
jangka panjang dalam hal keuangan keluarga harus diperhatikan.
“Pay
Yourself First”
Kiasan ini sering kali dipakai dalam berbagai buku keuangan keluarga. Bagaimana
Anda membayar atau menggunakan uang penghasilan Anda yang harus kita telaah
lebih jauh lagi. Contoh saja, Anda memasukkan uang hasil penghasilan bulanan
Anda ke dalan tabungan. Dan menggunakan tabungan tersebut untuk membayar KPR
tiap bulannya, biaya telpon, listrik, makanan dan kebutuhan sehari-hari
lainnya.
Dan membayar tagihan kartu kredit dari sisa uang yang masih ada di tabungan.
Sehingga Anda membayar minimun setiap tagihan bulanan kartu kredit. Begitu Anda
selesai, tidak ada lagi yang tersisa dalam tabungan Anda atau nil (zero).
Dari contoh diatas, Anda memiliki kebiasan keuangan dimana mendahulukan
membayar untuk orang lain dari pada diri sendiri. Jadi sudah sebaiknyalah Anda
membayar untuk diri Anda sendiri sebelum Anda membayar untuk orang lain.
Menurut hemat kami, ada jalan dimana Anda dapat membayar untuk diri Anda
sendiri, dengan menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan bulanan setiap
bulannya di depan. Jangan setelah Anda menggunakannya selama sebulan atau apa
yang tersisa tapi Anda harus menyisihkannya dimuka.
Dengan minimal 10 persen yang Anda bayarkan untuk diri Anda, maka Anda akan
memelihara angsa petelur emas yang akan menjadikan anda kaya. Dan dengan sisa
yang 90 persen Anda gunakan untuk membayar orang lain. Anda tidak akan
merasakan perubahan yang berarti dengan tingkat kehidupan Anda.
Pemakaian
ATM/ “Debit Card”
Cash card atau debit card adalah jenis kartu plastik yang dapat
dipergunakan untuk menarik uang tunai baik melalui teller di bank ataupun
melalui ATM, atau tempat lain yang ditentukan.
Prinsip kerjanya adalah pada saat kita memiliki sejumlah uang di bank kita
dapat meminta kartu ATM atau kartu debit (sesuai dengan fasilitas yang
diberikan bank). Setiap saat kita bisa mengambil uang tunai di ATM atau
menggunakan sebagai sarana pembayaran dengan jumlah maksimal sesuai dengan uang
yang kita miliki di bank. Sehingga kartu ini bukanlah merupakan alat
pembayaran, tetapi hanya untuk memberikan kemudahan pada nasabah bank dalam
melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai.
Seringkali diberikan pula fasilitas untuk melakukan pembayaran listrik,
telepon, ponsel dan sebagainya, tetapi harus selalu diperhatikan akan adanya
peluang tidak terbukukannya tranfer yang telah dilakukan. Sehingga setiap bukti
pembayaran haruslah selalu disimpan. Sebaiknya diusahakan untuk melakukan
pengecekan secara reguler antara transaksi melalui ATM dengan buku tabungan
atau rekening Koran guna menghindari kesalahan.
Fasilitas penggunaan kartu ATM diluar negeri sering dimungkinkan, tetapi kita
harus selalu berhati-hati, terutama bagaimana cara pengurangan saldo tabungan
kita. Beberapa bank akan mengurangi sesuai dengan nilai tukar tengah pada saat
kita mengambil uang tunai, tetapi terdapat pula bank yang akan menghitungnya
dengan nilai tukar jual. Tentu saja akan ditambah biaya administrasi yang lebih
tinggi daripada transaksi di dalam negeri, serta biaya kliring.
Karena kemudahannya dan lokasi ATM dimana-mana, hal ini sering kali menjebak.
Oleh karenanya perlunya sikap yang benar dalam memanfaatkannya. Saran kami,
usaha-kan untuk mengambil uang dari ATM atau menggunakan kartu debit sesuai
anggaran kebutuhan Anda. Jangan hanya tergiur oleh keinginan sesaat.
Diskon
vs Menabung
Kami mencoba untuk memberikan contoh dimana sebenarnya membeli sesuatu
dengan diskon belum tentu berhemat atau menabung. Mal-mal besar disekitar
Jakarta sering kali memberikan pekan sale atau pesta diskon dimana mal tersebut
untuk jangka waktu tertentu memberikan diskon bisa mencapai 70 persen dari
harga regular untuk berbagai barang yang ada.
Banyak orang yang datang dan tentunya ingin memanfaatkan pesta diskon ini.
Setelah mereka berbelanja, mereka mengatakan, “Kami menghemat Rp 200 ribu untuk
membeli tas ini! harganya hanya Rp 500 ribu. Tapi apakah mereka benar-benar
menghemat Rp 200 ribu?
Satu-satunya kejadian dimana Anda berhemat dengan membeli barang dengan diskon
adalah dari awal memang Anda membutuhkannya. Membeli popok buat anak Anda yang
sebelumnya Rp 111 ribu menjadi Rp 95 ribu, Anda berhemat sebesar Rp 16 ribu.
Tapi pergi ke mal dan membeli tas yang sebenarnya Anda tidak perlukan dengan
harga Rp 500 ribu (dengan diskon), tidaklah menghemat Rp 200 ribu.
Kami bukannya mengatakan bahwa sebaiknya Anda tidak berbelanja pada saat pesta
diskon. Ber-belanja pada saat diskon adalah ide yang baik, terutama bila Anda
mendapatkan apa yang dari awal Anda butuhkan dengan harga yang lebih murah.
Hanya saja, pastikan apa yang Anda beli memang dibutuhkan. Me-lewatkan membeli
tas dengan harga Rp 500 ribu (setelah diskon) dimana tas tersebut tidak
dibutuhkan adalah berhemat sebesar Rp 500 ribu dan bisa ditabung untuk tujuan
masa datang.
Memaksimalkan
Manfaat Kartu Kredit
Kebanyakan bagi masyarakat klas menegah menggunakan kartu kredit bukan
lagi hal yang baru, bahkan banyak yang memiliki lebih dari 2 kartu. Kartu
kredit sudah merupakan alat bantu pembayaran yang lazim di sebagian masyarakat
kita, bahkan kecenderungannya mereka melihat bahwa Kartu kredit sudah merupakan
gaya hidup. Ia bahkan memberikan banyak peluang tambahan bagi konsumen pengguna
untuk mendapatkan kemudahan baik dalam bertransaksi maupun skema pembayaran
yang bisa dicicil. Bebrapa manfaat kartu kredit:
1. Kemudahan dalam bertransaksi dimana pengguna kartu kredit tidak usah membawa
uang cash untuk berbelanja.
2. Kemudahan dalam melakukan pembayaran yang bisa dilakukan dengan mencicil
atau membayar minimun dari tagihan yang dikirim tiap bulannya.
3. Kemudahan dalam menggunakan dana pihak lain tanpa bunga bila dilakukan
pembayaran lunas tiap tagihan datang (grace period).
4. Kemungkinan mendapatkan berbagai hadiah atau tawaran dengan harga terdiskon
khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu.
5. Tingkat keamanan yang cukup tinggi. Bila tas atau dompet dicopet orang maka
yang diambil hanyalah kartu kredit yang bisa segera dilaporkan ke card center
untuk membatalkannya sehingga pencopet tadi tidak bisa memakainya.
6. Kemudahan kartu kredit lainnya, seperti dapat digunakan untuk mengambil uang
tunai melalui ATM.
Kendati kartu kredit sudah menjadi ikon bagi masyarakat kelas menengah di
kota-kota besar, toh masih banyak yang belum mengerti cara pemakaian kartu
kredit dengan bijak. Tak jarang, perbulannya sebagian besar pendapatan gaji
justru habis untuk membayar bunga kartu kredit. Makanya kami menyarankan bagi
semua pemegang kartu kredit agar:
1. Disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Usahkan penggunaan kartu kredit
memang sudah dianggarkan dalam keuangan keluarga. Ibarat Anda menggunakan uang
tunai tapi dengan kelebihan tenggat waktu.
2. Bila saran pertama dapat Anda jalani, maka ada baiknya bila Anda mengalihkan
pengeluaran-pengeluaran rutin, seperti bayar telpon, listrik, dan lain-lain ke
dalam kartu kredit.
3. Jangan pernah Anda mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit
Anda, bukan hanya bunga besar tapi juga beban biaya dan penerapan perhitungan
bunga langsung. Terkecuali dalam keadaan darurat.
4. Sebaiknya jangan hanya membayar cicilan minimun setiap bulannya. Karena
beban bunga bulanan yang bisa mencapai 3,5 persen. Dengan perhitungan bunga
berbunga maka bunga hutang kartu kredit Anda bisa lebih dari 40 persen. Bukan main besarnya.
5. Batasi kepemilikan hanya 3 kartu kredit.
Generate Model Berorientasi Obyek
Secara Prosedural Dengan Menggunakan Metode UML
(Studi Kasus Logistik Pada Proyek PRP Wilayah Timur)
Didalam fase-fase pembangunan prasarana salah satu penunjang yang penting artinya adalah adanya peralatan besar yang dapat melaksanakan tugas penyelesaian pekerjaan. Bermacam-macam peralatan digunakan pada abad sekarang sebagai usaha para ahli dalam membantu pemecahan pelaksanaan pekerjaan.
Peralatan-peralatan modern, besar maupun kecil
telah dibeli untuk pelaksanaan pekerjaan. Peralatan-peralatan tersebut selalu
dijaga untuk dapat siap digunakan sampai pada akhir waktunya (Life Time).
Dengan adanya bermacam-macam alat tersebut dan dalam jumlah yang tidak sedikit,
dibutuhkan management yang besar serta kompleks dalam menanganinya.
Perencanaan, pelaksanaan dan pengontrolan yang
baik dalam badan kelogistikan, hanya dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh
dari sistem informasi. Namun demikian dalam penggunaan sistem informasi perlu
digariskan tingkatan-tingkatan kebutuhan yang disesuaikan dengan tingkatan
ruang lingkup dan wewenang manager. Dengan demikian akan menghindarkan manager
terlalu banyak disodori informasi-informasi yang kurang cocok dengan tugas dan
wewenangnya, sehingga akan mengurangi efisiensi penggunaan informasi tersebut.
Dengan penggunaan dan penerapan sistem informasi
akan meningkatkan pengalokasian baik tenaga manusia, peralatan, dana dan
sumber-sumber lainnya, disamping kontrol yang baik dan keyakinan didalam
melakukan evaluasi tentang status dan progress suatu pekerjaan. Penerapan
sistem informasi dalam organisasi dan manajemen secara baik akan sangat
berpengaruh terhadap suksesnya misi yang digariskan, karena sepenuhnya dapat
mengontrol jalannya organisasi dan dapat digunakan dalam meningkatkan total
integritas diantara unit-unit kerja yang dibawahnya dan meningkatkan tanggung
jawab bagi tiap-tiap unit kerja lainnya.
C.
Perumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang permasalahan
maka dirumuskanlah permasalahan dalam Tugas Akhir ini, yaitu:
- Bagaimana cara membuat generate model berorientasi obyek secara prosedural?
- Bagaimana merancang generate model berorientasi obyek dengan menggunakan UML?
Dalam pembuatan Tugas Akhir Desain Sistem
Informasi Kelogistikan ini, ruang lingkup permasalahan hanya akan dibatasi pada
:
1. Langkah-langkah teknik men-generate model berorientasi obyek kedalam
kode dengan menggunakan metode UML.
2. Untuk studi kasus akan dibatasi pada bidang logistik yaitu prosedur
penyusunan RKB (Rencana Kebutuhan Barang) dan RPB (Rencana Pembelian Barang),
prosedur pengadaan / pembelian barang, prosedur penerimaan barang, prosedur
penyimpanan barang, prosedur pengebonan dan pengeluaran barang, serta prosedur
pengangkutan barang.
3. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 dan databasenya
adalah Microsoft Access 2000.
4. Bisa dimungkinkan dikembangkan ke database lain misal Oracle.
5. Desainer yang digunakan untuk generate adalah Software Rational Rose 2000 Enterprise Edition.
Dengan mengacu pada perumusan masalah maka tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah :
1. Membuat model berorientasi obyek di bidang
logistik kemudian model tersebut akan di generate kedalam kode dengan
menggunakan metode UML.
2. Uji coba DML (Data Manipulation Language)
terhadap table.
3. Implementasi table kedalam aplikasi
logistik.
F.1. OOAD (Object Oriented Analysis and Design)
Object-oriented mencakup
bidang aplikasi yang sangat luas.
Object-oriented analysis adalah metode analisis yang memeriksa requirements (syarat/keperluan yang harus dipenuhi suatu sistem) dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan. Sedangkan object-oriented design adalah metode untuk mengarahkan arsitektur software yang didasarkan pada manipulasi objek-objek sistem atau subsistem.
Beberapa konsep dasar dalam OOAD :
o
Objek
Objek (object) adalah “benda”, secara fisik
atau konseptual, yang dapat kita temui disekeliling kita. Hardware, software,
dokumen, manusia, dan bahkan konsep semuanya adalah contoh objek. Untuk
kepentingan memodelkan perusahaannya, seorang kepala eksekutif akan melihat
karyawan, gedung, divisi, dokumen, dan keuntungan sebagai objek. Seorang
teknisi mesin akan melihat ban, pintu, mesin, laju tertinggi, dan banyaknya
bahan bakar sebagai objek. Dan, seorang software engineer akan memandang
tumpukan, antrian, jendela (window), dan check box sebagai objek.
Sebuah objek memiliki keadaan sesaat (state) dan
perilaku (behavior). State dari sebuah objek adalah kondisi objek
tersebut atau himpunan dari keadaan yang menggambarkan objek tersebut. Sebagai
contoh, bola lampu adalah objek, dan salah satu keadaan nyala atau tidak adalah
state dari objek bola lampu tersebut. Salah satu state dari objek jam adalah
waktu saat ini.
State dinyatakan dengan nilai dari atribut
(attribute) objeknya. Atribut adalah nilai internal suatu objek yang
mencerminkan antara lain karakteristik objek, kondisi sesaat, koneksi dengan
objek lain, dan identitasnya. Perubahan state dicerminkan oleh perilaku
(behavior) objek tersebut.
Behavior suatu objek mendefinisikan bagaimana
sebuah objek bertindak (beraksi) dan memberi reaksi. Behavior ditentukan oleh
himpunan semua atau beberapa operasi yang dapat dilakukan dalam objek itu
sendiri. Behavior dari sebuah objek dicerminkan oleh interface, service, dan
method dari objek tersebut. Interface adalah pintu untuk mengakses service
objek. Service adalah fungsi yang bisa diemban objek. Method adalah mekanisme
internal objek yang mencerminkan perilaku (behavior) objek tersebut. Sebagai
contoh, jika printer sebuah merupakan perilaku (behavior) atau service-nya
mencetak apapun yang dia terima.
o
Kelas
Kelas (class) adalah definisi umum (pola, template
atau cetak biru) untuk himpunan objek sejenis. Kelas menetapkan spesifikasi
perilaku (behaviors) dan atribut objek-objek tersebut. Class adalah keniskalan
(abstraksi) dari entitas dalam dunia nyata. Objek adalah “contoh”
(instance) dari sebuah kelas. Sebagai contoh, atribut untuk kelas binatang
adalah berkaki empat dan memiliki ekor. Perilakunya adalah tidur dan makan.
Contoh (instance) yang mungkin dari kelas binatang ini adalah kucing, gajah,
dan kuda.
Encapsulation adalah proses menyembunyikan detil
implementasi sebuah objek. Satu-satunya jalan untuk mengakses data objek
tersebut adalah melalui interface. Interface melindungi internal state sebuah
objek dari “campur tangan” pihak luar. Oleh karena itu objek sering digambarkan
sebagai kotak hitam (black box) yang menerima dan mengirim pesan-pesan
(messages). Dalam object-oriented programming kotak hitam tersebut berisi kode
(himpunan intruksi dengan bahasa yang dipahami komputer) dan data (informasi
dimana intruksi tersebut beroperasi dengannya). Dalam object-oriented
programming, kode dan data disatukan dalam sebuah “benda” yang tersembunyi
isinya, yaitu objek. Pengguna objek tidak perlu mengetahui isi dalam kotak
tersebut. Untuk dapat berkomunikasi dengan objek, diperlukan pesan (messages).
Secara formal kita definisikan message sebagai
permintaan untuk objek penerima (receiver object) untuk membawa metode yang
ditunjukkan atau perilaku dan mengembalikan result dari aksi tersebut kepada objek
pengirim (sender object). Sebagai contoh, satu object orang mengirim object
bola lampu sebuah pesan (message) untuk menyala (melalui saklar). Objek bola
lampu menyalakan dirinya dan menunjukkan kepada objek orang tersebut bahwa
state barunya adalah menyala.
o
Association dan
Aggregation
Association (asosiasi) adalah hubungan antarobjek
yang saling membutuhkan. Sedangkan, aggregation (agregasi) adalah bentuk khusus
dari asosiasi yang menggambarkan seluruh bagian suatu objek merupakan bagian
dari objek lainnya. Sebagai contoh, objek tanggal dpat disusun dari objek hari,
objek bulan, dan objek tahun.
Satu alasan mengapa object-oriented menguntungkan
bagi programmer adalah karena programmer dapat mendesain mendesain program
dalam bentuk objek-objek dan hubungan antarobjek tersebut untuk kemudian
dimodelkan dalam sistem nyata. Keuntungan yang lain adalah proses pembuatan
software dapat dilakukan dengan lebih cepat karena software dibangun dari
object-object standar, dapat menggunakan model yang ada, dan dapat membuat
model dengan cepat melalui metodologi. Kualitas yang tinggi dari software dapat
dicapai karena adanya tested components. Lebih mudah dalam maintenance karena
perbaikan kode hanya diperlukan pada satu tempat (bukan diurut dari awal). Mudah
dalam membangun sistem yang besar karena subsistem dapat dibuat dan diuji
secara terpisah. Mengubah sistem yang sudah ada tidak memerlukan membangun
ulang keseluruhan sistem.
F.2. UML
Unified Modeling Language (UML) merupakan sistem arsitektur yang bekerja
dalam OOAD (Object-Oriented Analysis/Design) dengan satu bahasa yang
konsisten untuk menentukan, visualisasi, mengkontruksi, dan mendokumentasikan artifact
(sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa
software, dapat berupa model, deskripsi, atau software) yang terdapat dalam
sistem software. UML merupakan bahasa pemodelan yang paling sukses dari tiga
metode OO yang telah ada sebelumnya, yaitu Booch, OMT (Object Modeling
Technique), dan OOSE (Object-Oriented Software Engineering).
UML merupakan kesatuan dari dari ketiga pemodelan
tersebut dan ditambah kemampuan lebih karena mengandung metode tambahan untuk
mengatasi masalah pemodelan yang tidak dapat ditangani ketiga metode tersebut.
UML dikeluarkan oleh OMG (Object Management Group, Inc) yaitu organisasi
internasional yang dibentuk pada 1989, terdiri dari perusahaan sistem
informasi, software developer, dan para user sistem komputer.
Dengan adanya UML, diharapkan dapat mengurangi
kekacauan dalam bahasa pemodelan yang selama ini terjadi dalam lingkungan
industri. UML diharapkan juga dapat menjawab masalah penotasian dan mekanisme
tukar menukar model yang terjadi selama ini.
Tujuan UML diantaranya adalah :
q
Memberikan model yang siap
pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling
menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
q
Memberikan bahasa pemodelan
yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.
q
Menyatukan praktek-praktek
terbaik yang terdapat dalam pemodelan.
Untuk membuat suatu model, UML memiliki diagram
grafis sebagai berikut :
q Business Use Case model
q Activity Diagram
q Use Case model
q Behavior diagram :
§
Sequence diagram
q
Implementation diagram :
§
Component diagram
§
Deployment diagram
q
Generate Code
Diagram
diagram tersebut diberi nama berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda
terhadap sistem dalam
proses analisis atau rekayasa.
Dibuatnya
berbagai jenis diagram diatas karena :
q
Setiap sistem yang kompleks
selalu paling baik jika didekati melalui himpunan berbagai sudut
pandang yang kecil yang satu sama lain hampir saling bebas (independent).
Sudut pandang
tunggal senantiasa tidak mencukupi untuk melihat isi item yang besar dan
kompleks.
q
Diagram yang berbeda-beda
tersebut dapat menyatakan tingkatan yang berbeda-beda dalam
proses rekayasa.
q
Diagram-diagram tersebut
dibuat agar model yang dibuat semakin mendekati realitas.
Diagram-diagram
ini ditambah dengan kemampuan dokumentasi perupakan artifacts utama UML.
Data-flow
diagram dan tipe diagram lain yang tidak terdapat dalam UML tidak termasuk
dalam paradigma
object-oriented. Activity diagram dan collaboration
diagram yang terdapat dalam UML menggantikan
data-flow diagram. Activity diagram juga sangat bermanfaat untuk
membuat workflow.
F.3. Rational Rose
Rational Rose adalah software yang memiliki
perangkat-perangkat pemodelan secara visual untuk membangun
suatu solusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis. Rational Rose
dikeluarkan oleh perusahaan
software bernama Rational Software, perusahaan yang mencetuskan ide pembentukan
konsorsium bagi
perusahaan-perusahaan yang memakai standar UML sebagai bahasa pemodelan di
perusahaannya. Rational
Rose memakai UML sebagai bahasa pemodelannya, ditambah beberapa fitur lain yang
membuat Rational Rose
menjadi software pemodelan visual yang terkemuka.
Beberapa fitur terkemuka diantaranya Rational Rose
memiliki Rational Unified Process (RUP) yaitu proses
yang paling terperinci yang ada saat ini dan akan memberikan pedoman secara
umum dalam pembuatan
software dan pemodelan bisnis. Selain itu, Rational Rose memiliki kemampuan
membuat solusi client/server,
yang kemudian dapat diterapkan dan didistribusikan dalam lingkungan perusahaan.
Rational Rose memiliki keunggulan, diantaranya :
q Bahasa yang digunakan adalah bahasa pemodelan standar yaitu UML, akan meningkatkan komunikasi intra tim.
q Rational
Rose mendukung round-trip engineering sehingga kita dapat meng-generate
model kedalam kode (Java, C++, Visual Basic, dan sebagainya) dan melakukan reverse
engineering untuk menampilkan arsitektur software dari kode yang ada. Hal ini dapat dilakukan secara bolak-balik
sebagai proses iterative selama proses rekayasa software.
q
Model dan kode senantiasa
sinkron selama dalam development cycle.
q
Membangun software
menggunakan Rational Rose memudahkan dalam memperbaiki software tersebut karena
apabila suatu saat ditemukan requirement baru, kita dapat lagi
menggambarkan lagi software tersebut dalam UML.
q
q
Dengan menggunakan Rose Web
Publisher suatu tim dapat mengkomunikasikan model dan spesifikasinya dalam web
browser.
q
Mendukung rekayasa software
untuk sistem client/server sehingga Rational Rose merupakan software pemodelan
visual yang tangguh dalam lingkungan client/server, e-business, dan lingkungan
perusahaan terdistribusi (kantor-kantor terletak dalam tempat yang
berbeda-beda).
w.
G.
Metode Penelitian
1. Analisa kebutuhan sistem
Untuk menyelesaikan tugas akhir ini maka
perangkat yang dibutuhkan antara lain adalah :
o Software Rational
Rose 2000
o Software Microsoft Visual Basic 6.0
o Microsoft ActiveX Data Objects 2.0 Library (MSADO15.DLL).
o Database : Microsoft Access 2000.
Untuk studi kasus penulis akan menguraikan suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi komponen-komponen yang dibutuhkan untuk generate model.
2. Desain UML
Untuk menghasilkan desain model yang diterapkan, penulis memberikan uraian singkat langkah-langkah yang perlu diikuti , yaitu :
Langkah-langkah Rational Rose untuk mendesain model adalah :
q Business Use Case model
Adalah model yang menggambarkan proses-proses
bisnis dari sebuah bisnis atau organisasi dan interaksi proses tersebut dengan
pihak luar.

q Activity Diagram
Berfungsi untuk memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis dan urutan aktifitas dalam suatu proses.

q
Use Case model
Model ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem
atau kelas dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar.
q
Behavior diagram :
§ Sequence diagram
Model ini menjelaskan interaksi objek yang disusun
dalam suatu urutan waktu.

q
Implementation diagram :
§ Component diagram
Model ini menggambarkan alokasi semua kelas dan
objek kedalam komponen-komponen dalam desain fisik sistem software.

§ Deployment diagram
Model ini memperlihatkan pemetaan software kepada hardware.

3. Generate Model
Langkah-langkah yang diperlukan untuk men-generate model adalah :
o Membuat database dengan menggunakan Microsoft Access 2000.

o
Menggunakan model analisis
yang telah dibuat digunakan sebagai masukan dan arahan untuk membuat model
desain.

o Mendesain kelas Boundary.
Kelas Boundary menggambarkan satu bagian dari user interface, misalnya form. Kelas boundary yang menggambarkan interaksi dengan sistem luar biasanya menggambarkan suatu referensi ke dalam sebuah ActiveX component atau DLL.

o
Mendesain kelas Entity.
Kelas entity menggambarkan unit-unit informasi
yang diolah. Oleh karena itu dalam desain model kelas entity “dibentuk” menjadi
bagian yang berdasar pada database.

o Mendesain kelas Control.
Sebuah objek control
berperan dalam mengatur alur sebuah use case. Karenanya kelas control kemungkinan besar akan menghasilkan class module
dalam model desain.
o Menentukan Association Relationship dan Aggregation Relationship.

o Menentukan operasi.
Operasi diperlukan untuk mendukung pesan-pesan (messages) yang muncul dalam sequence diagram (yang menjelaskan use case realization).

o Menentukan Atribut.

o
Mengintegrasikan Rational
Rose dengan lingkungan Microsoft Visual Studio untuk generate kode dari model
yang telah dibuat.
e.
H. Jadwal Kerja
|
No |
KEGIATAN |
APRIL |
MEI |
JUNI |
JULI |
AGUSTUS |
|||||||||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1 |
Studi Literatur |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
v |
|
2 |
Analisa kebutuhan sistem |
|
|
|
|
v |
v |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Desain UML |
|
|
|
|
|
|
v |
v |
v |
v |
v |
v |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Generate model bisnis |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
v |
v |
v |
v |
|
|
|
|
|
5 |
Ujian TA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
v |
|
|
|
|
6 |
Revisi buku TA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
v |
v |
v |
Definisi
akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
1. Fungsi
dan Kegunaan
Akuntansi
merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif
mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang
bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
2. Proses
Kegiatan
Akuntansi
adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi
kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara
menginterpretasikan hasil-hasilnya.
Akuntansi
lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis
transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.
Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:
Adalah
cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti
investor, kreditor, dan Bapepam.
Adalah
cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern
organisasi atau manajemen.
Adalah
cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang
menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan
pihak-pihak yang terkait.
B. SIKLUS AKUNTANSI

Berdasar
gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai
berikut:
a. Pencatatan
Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
b. Penjurnalan,
yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
c. Melakukan
posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun
Buku Besar.
d. Penyusunan
Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
e. Membuat
ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
f. Membuat
ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
g. Penyusunan
Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.
C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
AKTIVA = HUTANG + MODAL
ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.
Utang
=
kewajiban yang menjadi beban perusahaan
Contoh: utang
pembelian kredit
Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva
perusahaan
Contoh: Setoran modal oleh pemilik
D. ANALISIS TRANSAKSI
1.
Transaksi
yang mempengaruhi Aktiva
1. Pembellian
aktiva/aset secara tunai
Contoh = suatu perusahaan produsen minuman membeli sebuah
kendaraan seharga Rp 100.000.000,00
secara tunai
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi
aktiva yaitu kas
perusahaan berkurang sebesar Rp 100.000.000,00
dan kendaraan bertambah senilai Rp 100.000.000,00
2. Pembelian
aktiva/aset secara kredit
Contoh
= suatu perusahaan jasa foto copy membeli
mesin foto kopi
seharga
Rp 50.000.000,00 secara kredit.
Analisis
= transaksi tersebut akan
mempengaruhi aktiva yaitu
peralatan
bertambah senilai Rp 50.000.000,00 dan hutang berkurang senilai Rp 50.000.000,00
3. Penjualan
aktiva/aset secara tunai
Contoh =
suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
Rp 80.000.000,00
secara tunai
Analisis =
transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas
perusahaan bertambah
sebesar Rp 80.000.000,00 dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp 80.000.000,00
4. Penjualan
aktiva/aset secara kredit
Contoh =
suatu perusahaan minuman menjual kendaraan seharga
Rp 150.000.000,00 secara
kredit
Analisis
= transaksi tersebut akan
mempengaruhi aktiva yaitu
kendaraan berkurang senilai Rp 150.000.000,00
dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp 150.000.000,00
2.
Transaksi
yang mempengaruhi Utang
1. Pembelian
aktiva/aset secara kredit
Contoh
= suatu perusahaan membeli sebuah
mesin secara kredit
seharga
Rp 200.000.000,00
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi utang
yaitu
utang perusahaan bertambah sebesar Rp 200.000.000,00 dan
peralatan bertambah sebesar Rp 200.000.000,00.
2. Pembayaran
utang
Contoh =
suatu perusahaan membayar utang sebesar
Rp 50.000.000,00
Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi utang yaitu
Utang perusahaan berkurang sebesar Rp 50.000.000,00 dan
kas berkurang sebesar Rp 50.000.000,00.
3.
Transaksi
yang mempengaruhi Modal
1. Penambahan
investasi pemilik
Contoh
= Mr. X melakukan penyetoran sebesar Rp 50.000.000,00
ke
kas perusahaan sebagai tambahan modal.
Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal
yaitu
modal perusahaan bertambah sebesar Rp 50.000.000,00 dan
kas perusahaan bertambah sebsesar Rp 50.000.000,00.
2. Pengurangan
investasi pemilik
Contoh
= Mr. T melakukan penarikan uang
perusahaan untuk
keperluan
pribadi sebesar Rp 25.000.000,-
Analisis
= transaksi tersebut akan
mempengaruhi modal yaitu
modal
perusahaan berkurang sebesar Rp 25.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp
25.000.000,-.
Latihan 1
Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
E.
BASIS AKUNTANSI
Basis
akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar
pencatatan transaksi tersebut.
Terdapat 2 (dua) basis
akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.
Suatu
transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan
dikeluarkan.
Basis Akrual
Suatu
transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat kejadian
dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.
Latihan 2
Hotel
SEPITRUS pada tanggal 2 Agustus 2002 menerima pembayaran dimuka sewa kamar dari
seorang tamu hotel sebesar Rp 1.000.000,- untuk sewa kamar selama 4 hari.
Bagaimana
pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?
Latihan
3
Pada
tanggal 1 Januari 2000 telah dilakukan pembayaran biaya iklan untuk periode 24
bulan sebesar Rp. 24.000.000,-.
Bagaimana
pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?
BAB II
AKUN/PERKIRAAN
A. PENGERTIAN
Adalah
suatu media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan pengurangan
dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.
Bentuk
akun/perkiraan yang paling sederhana adalah akun/perkiraan “T”, dimana sisi
kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan untuk mendebet
dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan beban dan pendapatan.
Bentuk
perkiraan “T” adalah sebagai berikut:
D K
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B. ATURAN PENCATATAN
Untuk
menghindari terjadinya salah pengertian yang sering terjadi bahwa debet
diartikan sebagai penambahan dan kredit diartikan sebagai pengurangan perlu
kita uraikan arti dari pendebetan dan pengkreditan.
Pendebetan
yang
dimaksud dengan mendebet atau pendebetan adalah memasukkan sejumlah angka dalam
sisi debet. Mendebet tidak selalu berarti menambah.
Pengkreditan
yang
dimaksud dengan mengkredit atau pengkreditan adalah memasukkan sejumlah angka
dalam sisi kredit. Mengkredit tidak selalu berarti mengurangi.
C. SALDO NORMAL
Saldo
normal tiap-tiap akun/perkiraan adalah sebagai berikut:
|
Perkiraan |
Saldo
Normal |
Menambah |
Mengurangi |
|
||||
|
Aktiva |
Debet |
Debet |
Kredit |
||||
|
Utang |
Kredit |
Kredit |
Debet |
||||
|
Modal |
Kredit |
Kredit |
Debet |
||||
|
Pendapatan |
Kredit |
Kredit |
Debet |
||||
|
Beban |
Debet |
Debet |
Kredit |
||||
Latihan 4
Analisislah,
transaksi berikut ini, perkiraan-perkiraan apa saja yang terpengaruh?
1.
Pembelian aktiva tetap dengan tunai sebesar
Rp. 500.000,-
2.
Penjualan aktiva tetap dengan cicilan sebesar
Rp. 400.000,-
3.
Pelunasan Utang Dagang sebesar Rp. 300.000,-
4.
Pembelian Aktiva secara kredit sebesar Rp.
250.000,-
5.
Penjualan barang dagang secara kredit sebesar
Rp. 100.000,-
6.
Pembayaran biaya gaji pegawai sebesar Rp.
200.000,-
7.
Penjualan barang dagangan dengan tunai
sebesar Rp. 1.000.000,-
8.
Penambahan investasi modal oleh pemilik
sebesar Rp. 250.000,-
9.
Pengambilan kas oleh pemilik sebesar Rp.
50.000,-
Jawab:
1.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
2.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
3.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
4.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
5.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
6.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
7.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
8.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
9.
Debet :
…………………………………………………………………………
Kredit :
…………………………………………………………………………
D. KELOMPOK AKUN/PERKIRAAN
Terdapat
2 (dua) kelompok akun/perkiraan yaitu akun riil/permanen dan akun
nominal/sementara.
Akun Riil/Permanen
Akun-akun
yang terdapat dalam Neraca yaitu Aktiva, Utang dan Modal. Akun ini menyatakan
posisi saldo keuangan pada Neraca.
Akun Nominal/Sementara
Adalah
akun-akun yang terdapat dalam peerhitungan Rugi Laba yaitu akun Pendapatan dan akun
Beban. Akun-akun pada akhir periode akuntansi harus ditutup sehingga saldonya
nol pada awal periode akuntansi.
Latihan 5
Berdasarkan
data di bawah ini, kelompokkan masing-masing akun/perkiraan ke dalam kelompok akun
riil dan kelompok akun nominal.
1. Penjualan
2. Kas
3. Utang
Sewa
4. Beban
Iklan
5. Modal
6. Piutang
Dagang
7. Beban
Bunga
8. Peralatan
Mesin
9. Beban
Penyusutan
10. Beban
Gaji Bagian Administrasi
11. Perlengkapan
Kantor
12. Beban
Asuransi
13. Beban
Pajak
14. Utang
Pajak
15. Sewa
Dibayar Di Muka
16. Beban
Listrik, Air dan Telepon
17. Piutang
Bunga
18. Persediaan
19. Beban
Sewa Kantor
20. Beban
Gaji Pegawai Penjualan
21. Pendapatan
Bunga
E. BAGAN AKUN/PERKIRAAN
Merupakan
daftar lengkap dari akun-akun yang dipakai oleh suatu perusahaan dengan
penggolongan tertentu menurut unsur laporan keuangan.
Akun Riil/Permanen
a)
Aktiva
(1) Aktiva
Lancar
(2) Aktiva
Tidak Lancar
(3) Aktiva
Tetap
(4) Aktiva
Lain-lain
b) Utang
(1) Utang
Lancar/jangka pendek
(2) Utang Tidak Lancar/jangka panjang
Latihan
6
Berdasarkan soal Latihan 5 di atas kelompokkan akun-akun
tersebut sesuai dengan bagan akun sebagai berikut:
Akun Riil/Neraca
a) Aktiva
(1). Aktiva Lancar
(2). Aktiva Tidak Lancar
b) Utang
c). Modal
Akun Nominal/Sementara
a)
Pendapatan
(1) Pendapatan
Operasi
(2) Pendapatan
Non Operasi
b)
Beban
(1) Beban
Operasi
(2) Beban
Non Operasi
F. PENCATATAN
TRANSAKSI KE BUKTI TRANSAKSI
Pencatatan
transaksi ke dalam bukti/dokumen dilakukan untuk tiap transaksi dan setiap
transaksi dicatat serinci mungkin yang menampung semua informasi yang perlu.
Bukti transaksi sekurang-kurangnya memuat data mengenai jumlah nilai uang yang
tercakup dalam transaksi, tanggal terjadinya transaksi, dan pihak yang terlibat
di dalamnya.
Contoh: faktur penjualan, bukti setoran kas/bank dsb.
BAB III
JURNAL
A. PENGERTIAN
Jurnal
adalah catatan sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi keuangan
dengan menyebutkan akun yang akan didebet atau dikredit disertai jumlahnya
masing-masing dan referensinya.
B. FUNGSI
Jurnal
bagi suatu perusahaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi
Analisis
Yaitu untuk menentukan perkiraan yang di debet dan
perkiraan yang dikredit serta jumlahnya masing-masing.
2. Fungsi
Pencatatan
Yaitu untuk mencatat transaksi keuangan dalam kolom debet
dan kredit serta keterangan yang perlu
3. Fungsi
Historis
Yaitu untuk mencatat aktivitas perusahaan secara
kronologis.
C. BENTUK
Bentuk
jurnal adalah sebagai berikut:
Hal:….
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Referensi |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
CONTOH
Berikut
ini adalah contoh jurnal dari transaksi-transaksi:
1. Pada
tanggal 1 Januari 2002 Tuan Raka menyetorkan uang ke dalam perusahaan sebesar
Rp. 500.000.000,- sebagai setoran modal.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Kas
Modal, Tn Raka (setoran
modal Tn Raka) |
- |
500.000.000 |
500.000.000 |
2. Pada
tanggal 5 Januari 2002 perusahaan membeli sebuah mobil seharga Rp.
150.000.000,- serta tunai.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Kendaraan Kas (pembelian
kendaraan) |
- |
150.000.000 |
150.000.000 |
3. Pada
tanggal 6 Januari 2002 membeli mesin fotokopi seharga Rp.50.000.000,- secara
kredit.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Peralatan Utang (pembelian
mesin foto kopi) |
- |
50.000.000 |
50.000.000 |
4. Pada
tanggal 15 Januari 2002 dibayar beban telepon sebesar Rp.1.000.000,-.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Beban
telepon Kas (membayar
beban telepon) |
- |
1.000.000 |
1.000.000 |
5. Pada tanggal 18 Januari 2002 diterima pendapatan dari
jasa foto kopi sebesar Rp. 8.000.000,-.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Kas
Pendapatan (penerimaan
pendapatan foto kopi) |
- |
8.000.000 |
8.000.000 |
6. Pada tanggal 26 Januari 2002 dibayar asuransi sebesar Rp.
750.000,-.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Beban
Asuransi
Kas (membayar
beban asuransi) |
- |
750.000 |
750.000 |
7. Pada
tanggal 21 Januari 2002 perusahaan telah menyelesaikan jasa foto kopi sebesar
Rp.5.000.000,- tetapi uangnya belum diterima
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Piutang
Pendapatan (penerimaan
pendapatan foto kopi) |
- |
5.000.000 |
5.000.000 |
Latihan 7
Buatlah
jurnal untuk transaksi-transaksi berikut ini:
1. Tanggal
5 Maret 2002 Tuan Rangga menyetorkan uang ke perusahaan sebesar Rp.
50.000.0000,- sebagai setoran modal.
2. Tanggal
7 Maret 2002 dibeli perlengkapan sebesar Rp. 2.000.000,- secara tunai.
3. Tanggal
15 Maret 2002 dibeli sebuah mobil seharga Rp. 90.000.000,- secara kredit dengan
uang muka sebesar Rp. 10.000.000,-.
4. Tanggal
17 Maret 2002 dibeli mesin fotokopi seharga Rp. 30.000.000,- tunai.
5. Tanggal
20 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 15.000.000,-
6. Tanggal
22 Maret 2002 dibayar beban telepon sebesar Rp. 500.000,-
7. Tanggal
25 Maret 2002 dibayar angsuran pembelian mobil sebesar Rp.3.000.000,-
8. Tanggal
26 Maret 2002 diterima pendapatan sebesar Rp. 10.000.000,-
9. Tanggal
27 Maret 2002 dijual sebuah mesin fotokopi seharga Rp.25.000.000,- secara
kredit.
10. Tanggal
30 Maret 2002 dibayar gaji pegawai sebesar Rp.2.000.000,-
BAB IV
BUKU BESAR
A. PENGERTIAN
Buku Besar adalah buku yang berisi semua akun-akun
(kumpulan akun) yang ada dalam laporan keuangan.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada
masing-masing akun dan pada akhir periode akan tampak saldo dari akun-akun
tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan
diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
B. BENTUK
Bentuk
Buku Besar yang sederhana adalah bentuk T, sebagai berikut:
Buku Besar
………..
Buku Besar ………….
![]()
![]()
Debet Kredit Debet Kredit


Bentuk
Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:
Nama Akun No. ………
Debet Kredit
|
Tgl. |
Keterangan |
Ref. |
Jumlah
|
Tgl. |
Keterangan
|
Ref. |
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bagian
Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat
transaksi dicatat.
Proses
posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam
jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam
perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.
C. CONTOH
Berdasar
contoh jurnal pada BAB III dapat dilakukan posting ke Buku Besar sebagai
berikut:
Setelah
seluruhnya diposting, masing-masing perkiraan dapat dihitung saldonya dengan
cara seperti contoh di atas.
Latihan 8
Berdasarkan
soal Latihan 7 pada BAB III postinglah ke Buku Besar sebagai berikut:
Jawab:

BAB V
NERACA SALDO
A. PENGERTIAN
Neraca
Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh akun/perkiraan Buku Besar.
Neraca
Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan
saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo,
saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.
B. FUNGSI
Neraca
Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat
dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo
kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar
akurat.
C. BENTUK
NERACA SALDO
|
Nama Akun |
No. Akun |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Saldo
setiap akun disusun berurutan dari akun Neraca dan akun Rugi Laba sebagai
berikut:
a) Aktiva
Lancar
b) Aktiva
Tetap
c) Aktiva
Lain-lain
d) Utang
Lancar
e) Hutanng
Tidak Lancar
f) Ekuitas
g) Pendapatan
Operasi
h) Pendapatan
Non Operasi
i) Beban
Operasi
j) Beban
Non Operasi
D. CONTOH
Berdasar
contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya sebagai berikut:
NERACA SALDO
|
Nama Akun |
No. Akun |
Debet |
Kredit |
|
Kas
|
|
356.250.000 |
- |
|
Piutang
|
|
5.000.000 |
- |
|
Kendaraan
|
|
150.000.000 |
- |
|
Peralatan
|
|
50.000.000 |
|
|
Utang
|
|
- |
50.000.000 |
|
Modal
|
|
- |
500.000.000 |
|
Pendapatan
|
|
- |
13.000.000 |
|
Beban
Telepon |
|
1.000.000 |
- |
|
Beban
Asuransi |
|
750.000 |
- |
|
|
|
|
|
|
Saldo
|
|
563.000.000 |
563.000.000 |
Latihan 9
Berdasarkan soal latihan 8 pada BAB IV susunlah Neraca
Saldonya.
BAB VI
PENCATATAN BEBAN DAN PENDAPATAN
A. PENCATATAN PEMBAYARAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA
Perusahaan kadangkala membayar suatu biaya yang belum
terjadi yang lazim disebut “biaya dibayar dimuka”. Misalnya pada tanggal 1
Oktober 2002, perusahaan membayar sewa ruangan untuk masa satu tahun ke depan
sebesar Rp 1.200.000,00. Pada saat dibayar, belum seluruh manfaat pembayaran
tersebut dirasakan oleh perusahaan. Terdapat
dua pendekatan untuk mencatat pembayaran itu yaitu ”pendekatan harta” dan ”pendekatan
beban”.
Dengan adanya pembayaran tersebut, uang perusahaan
berkurang oleh karena itu menurut kedua pendekatan tersebut, akun ”Kas”
dikredit sebesar Rp 1.200.000,00. Perbedaannya terletak pada akun yang didebet.
1. Pendekatan Harta
Akun harta
yaitu ”Sewa dibayar di Muka” didebet.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Oktober 1 |
Sewa
Dibayar di Muka Kas |
- |
1.200.000 |
1.200.000 |
Selanjutnya sampai dengan 31 Desember 2002, perusahaan
baru menggunakan ruangan selama 3 bulan, sehingga sewa untuk 3 bulan (Rp
300.000,00) harus dicatat di akun ”Biaya Sewa” untuk dilaporkan dalam Laporan
Laba Rugi. Untuk itu dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Des
31 |
Biaya Sewa Sewa
Dibayar di Muka |
- |
300.000 |
300.000 |
2. Pendekatan Beban
Akun beban/biaya yaitu ”Beban/Biaya Sewa”
didebet.
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Oktober 1 |
Beban Sewa Kas |
- |
1.200.000 |
1.200.000 |
Selanjutnya sampai dengan 31 Desember 2002, perusahaan
baru menggunakan ruangan selama 3 bulan, sehingga sewa untuk 3 bulan (Rp 300.000,00)
harus dicatat di akun ”Biaya Sewa” untuk dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi.
Untuk itu dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Des 31 |
Sewa Dibayar di Muka Beban Sewa |
- |
900.000 |
900.000 |
B. PENCATATAN PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Perusahaan jasa seperti
maskapai penerbangan dapat saja suatu saat menerima uang harga tiket pesawat
yang pada saat itu penumpangnya belum diberankatkan. Jumlah uang yang diterima tersebut nantinya akan menjadi
pendapatan setelah penumpang tersebut diberangkatkan ke tujuan sesuai
perjanjian. Dalam akuntansi, penerimaan uang yang jasanya belum diberikan
kepada pihak pembayar disebut ”Pendapatan Diterima Dimuka”. Terdapat 2 cara
pencatatan atas ”Pendapatan Diterima Dimuka”, yaitu: Pendekatan Utang dan Pendekatan
Pendapatan. Misalkan untuk pembahasan berikut, Maskapai Penerbangan SA pada
tanggal 1 Desember 2002 menjual tiket pesawat dengan total harga Rp
15.000.000,00. Sampai dengan 31 Desember
2002 harga tiket atas penumpang yang sudah diberangkatkan berjumlah Rp
9.000.000,00.
1. Pendekatan Utang
Jurnal yang dibuat
adalah mendebet akun Kas dan mengkredit akun Pendapatan Diterima Dimuka. Jurnal
yang dibuat untuk mencatat penjualan tiket pada tanggal 1 Desember 2002 adalah:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Des 1 |
Kas Pendapatan Tiket Diterima Dimuka |
- |
15.000.000 |
15.000.000 |
Selanjutnya pada tanggal
31 Desember, karena maskapai penerbangan tersebut telah menerbangkan penumpang
dengan nilai Rp 9.000.000,00 maka perusahaan tersebut akan mengakui pendapatan
tiket sebesar Rp 9.000.000,00. Jumlah ini akan dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi. Sementara itu harga tiket sebesar
Rp 6.000.000,00 belum diterbangkan sehingga masih berstatus ”Pendapatan
Diterima Dimuka” dan jumlah ini akan dilaporkan dalam neraca. Untuk itu jurnal
yang dibuat adalah:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Des 1 |
Pendapatan Tiket Diterima Dimuka Pendapatan
Tiket |
- |
9.000.000 |
9.000.000 |
2.
Pendekatan Pendapatan
Dengan pendekatan ini,
pada tanggal 1 Desember 2002 dan 31 Desember 2002 adalah:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
2002 Des 1 |
Kas Pendapatan
Tiket |
- |
15.000.000 |
15.000.000 |
|
|
Pendapatan tiket Pendapatan Tiket Diterima Dimuka |
- |
6.000.000 |
6.000.000 |
BAB VII
JURNAL PENYESUAIAN
A. PENGERTIAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk
menyesuaikan saldo akun-akun ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode
akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode
dengan periode yang lain.
B. AKUN
YANG HARUS DISESUAIKAN
Saldo akun yang perlu disesuaikan adalah :
1.
Penyusutan/depresiasi aset tetap
Seluruh aset tetap
kecuali tanah yang dimiliki perusahaan harus disusutkan/didepresiasi. Terdapat beberapa metode untuk menyusutkan aset tetap,
salah satunya adalah metode garis lurus.
Contoh :
Sebuah mobil seharga Rp
90.000.000,- diperkirakan umur ekonomisnya adalah 10 tahun, apabila disusutkan
menggunakan metode garis lurus maka beban depresiasinya per tahun adalah:
90.000.000 = Rp 9.000.000;
per tahun
10
Jurnal untuk mencatat
beban depresiasi tersebut adalah:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Beban
depresiasi
Akumulasi depresiasi
kendaraan (mencatat
depresiasi kendaraan) |
|
9.000.000 |
9.000.000 |
2.
Beban
dibayar di muka
Contoh :
Perusahaan membayar asuransi sebesar Rp 750.000
untuk masa 3 tahun yaitu tahun 2002 s/d
2004. Asumsi pecatatan awal dengan pendekatan beban.
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Asuransi
Dibayar di muka Beban Asuransi |
- |
500.000 |
500.000 |
3.
Beban
yang masih harus dibayar
Contoh :
Suatu perusahaan membayar gaji karyawan setiap awal bulan
sebesar Rp 2.000.000; (gaji dibayar di muka)
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Beban
Gaji Utang Gaji |
- |
2.000.000 |
2.000.000 |
4.
Pendapatan
diterima di muka
Contoh :
Tanggal 31 Desember 2002 sebuah hotel menerima pembayaran
dari tamu hotel sebesar Rp 750.000 untuk 5 hari.
Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Pendapatan
Pendapatan diterima dimuka |
- |
600.000 |
600.000 |
5.
Piutang
Pendapatan
Contoh :
Tanggal 31 Desember 2002 sebuah hotel belum menerima
pembayaran sewa kamar sebesar Rp 500.000; karena pembayaran baru dilakukan pada
saat check out.
Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:
|
Tanggal |
Akun & Keterangan |
Ref |
Debet |
Kredit |
|
|
Piutang
Pendapatan Pendapatan |
- |
500.000 |
500.000 |
Latihan 10
Buatlah
jurnal penyesuaian berdasarkan data-data sebagai berikut:
1. Perlengkapan
yang digunakan pada tahun ini adalah sebesar Rp.500.000;
2. Gaji
karyawan yang masih harus dibayar oleh perusahaan sebesar Rp.1.000.000;
3. Perusahaan
telah menyelesaikan pekerjaan jasa foto copy sebesar Rp.750.000; tetapi belum
diterima pembayarannya.
4. Tanggal
2 Januari 2002 perusahaan membayar sewa gedung kantor untuk 2 tahun sebesar Rp
10.000.000. (Asumsi: pencatatan awal menggunkan pendekatan beban).
BAB VIII
NERACA LAJUR
A. PENGERTIAN
Neraca Lajur adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk
memudahkan dalam membuat penyesuaian dan penyusunan laporan
keuangan.
Neraca
Lajur disusun dengan memindahkan data-data Neraca Saldo dan Jurnal
Penyesuaian..
B. BENTUK
Berikut
ini adalah bentuk Neraca Lajur 10 (sepuluh) kolom.
NERACA LAJUR
|
Perkiraan |
Neraca
Saldo |
Penyesuain |
Neraca
Saldo setelah Penyesuain |
Rugi-Laba |
Neraca |
|||||
|
|
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C. CONTOH
Berdasarkan
contoh Neraca Saldo pada BAB V dan contoh jurnal penyesuaian pada BAB VI dapat
disusun Neraca Lajur sebagai berikut:
NERACA LAJUR
(Dalam Ribuan)
|
Perkiraan |
Neraca
Saldo |
Penyesuain |
Neraca
Saldo setelah Penyesuain |
Rugi-Laba |
Neraca |
|||||
|
|
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
|
Kas
|
356.250 |
|
|
|
356.250 |
|
|
|
356.250 |
|
|
Piutang
dagang |
5.000 |
|
|
|
5.000 |
|
|
|
5.000 |
|
|
Kendaraan
|
150.000 |
|
|
|
150.000 |
|
|
|
150.000 |
|
|
Peralatan
|
50.000 |
|
|
|
50.000 |
|
|
|
50.000 |
|
|
Utang
dagang |
|
50.000 |
|
|
|
50.000 |
|
|
|
50.000 |
|
Modal
|
|
500.000 |
|
|
|
500.000 |
|
|
|
500.000 |
|
Pendapatan
|
|
13.000 |
600 |
500 |
|
12.900 |
|
12.900 |
|
|
|
Beban
telepon |
1.000 |
|
|
|
1.000 |
|
1.000 |
|
|
|
|
Beban
asuransi |
750 |
|
|
500 |
250 |
|
250 |
|
|
|
|
|
563.000 |
563.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Beban
depresiasi |
|
|
9.000 |
|
9.000 |
|
9.000 |
|
|
|
|
Ak.
Depr. |
|
|
|
9.000 |
|
9.000 |
|
|
|
9.000 |
|
Asuransi
dibyr dimk |
|
|
500 |
|
500 |
|
|
|
500 |
|
|
Beban
gaji |
|
|
2.000 |
|
2.000 |
|
2.000 |
|
|
|
|
Utang
gaji |
|
|
|
2.000 |
|
2.000 |
|
|
|
2.000 |
|
Pendptan
diterima dimk |
|
|
|
600 |
|
600 |
|
|
|
600 |
|
Piutang
pendapatan |
|
|
500 |
|
500 |
|
|
|
500 |
|
|
|
|
|
12.250 |
12.250 |
574.500 |
574.500 |
12.250 |
12.900 |
|
650 |
|
Laba
|
|
|
|
|
|
|
650 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12.900 |
12.900 |
562.250 |
562.250 |
Latihan 11
Buatlah
jurnal penyesuaian untuk transaksi-transaksi berikut ini:
1. Perusahaan
telah membayar sewa gedung kantor untuk 3 tahun ini sebesar Rp 12.000.000;
2. Perusahaan
telah menyelesaikan pekerjaan perbaikan mobil senilai Rp 10.000.000; tetapi
uangnya belum diterima.
3. Asuransi
yang telah jatuh tempo sebesar Rp 1.000.000; dari Rp 2.000.000;
4. Perusahaan
masih harus membayar gaji pegawai sebesar Rp 750.000;
5. Sisa
perlengkapan yang ada sebesar Rp 500.000;
6. Beban
depresiasi kendaraan sebesar Rp 1.000.000;
Jawab
:
JURNAL
PENYESUAIAN
|
Tanggal |
Akun
|
Ref |
Debet
|
Kredit
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Berdasarkan data neraca saldo berikut ini dan jurnal
penyesuaian di atas buatlah neraca lajurnya!
NERACA LAJUR
(Dalam Ribuan)
|
Perkiraan |
Neraca
Saldo |
Penyesuain |
Neraca
Saldo setelah Penyesuain |
Rugi-Laba |
Neraca |
|||||
|
|
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
D |
K |
|
Kas
|
100.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Piutang
|
50.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Perlengkapan |
1.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Peralatan
|
75.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kendaraan
|
80.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Utang
|
|
80.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Modal
|
|
200.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pendapatan
|
|
41.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Beban
telepon |
500 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Beban
gaji |
500 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Beban
Asuransi |
2.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Beban
sewa |
12.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
321.000 |
321.000 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB IX
LAPORAN KEUANGAN
A. TUJUAN
Berdasar Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan
perusahaan. Tujuan dari disusunnya laporan keuangan adalah untuk
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan
pemakaiannya.
Laporan
juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
B. LAPORAN
KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
1.
Laporan
Laba Rugi
yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi
suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
2.
Laporan
Perubahan Modal
yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena
penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.
3.
Neraca
yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu
perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat
tertentu.
C. CONTOH
Berdasarkan
contoh Neraca Lajur pada BAB VIII dapat disusun laporan keuangan sebagai
berikut:
TUAN RAKA
LAPORAN LABA RUGI
untuk periode yang
berakhir 31 Desember 2002
Pendapatan
Rp
12.900.000 Beban-beban: - Beban telepon Rp 1.000.000 - Beban
asuransi Rp 250.000 - Beban
depresiasi Rp
9.000.000 - Beban
gaji Rp
2.000.000 (+) Rp
12.250.000 (-) Laba Rp
650.000
TUAN RAKA
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Per 31 Desember 2002
Modal 1 Januari 2002 Rp
500.000.000 Laba Rp 650.000 (+) Modal, 31
Desember 2002 Rp 500.650.000
TUAN RAKA
NERACA
Per 31 Desember 2002
|
AKTIVA Aktiva Lancar: Kas
Piutang
dagang Asuransi
di bayar dimuka Piutang
Pendapatan Aktiva Tetap: Kendaraan 150.000.000 Ak.
depr. Kendr 9.000.000 Peralatan
|
Rp 356.250.000 5.000.000 500.000 500.000 Rp 141.000.000 50.000.000 Rp 553.250.000 |
HUTANG Utang Dagang Utang gaji Pendapatan
ditrm dimuka MODAL Modal
Tn. Raka |
Rp 50.000.000 2.000.000 600.000 500.650.000 Rp 553.250.000 |
Latihan 12
Berdasarkan
data di bawah ini, susunlah Laporan Rugi Laba untuk PT TAKSAKA periode 1
Januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2002.
|
1. Beban
Perlengkapan kantor ……………………………. 2. Beban
iklan ……………………………………………… 3. Beban
gaji pegawai …………………………………… 4. Beban
sewa kantor ……………………………………… 5. Beban
asuransi ………………………………………… 6. Pendapatan……………………………………………… 7. Beban
telepon…………………………………………… 8. Beban
listrik dan air …………………………………… 9. Beban
penyusutan mesin……………………………… 10. Beban
penyusutan mobil ……………………………… 11. Pendapatan
bunga ……………………………………… 12. Beban
bunga …………………………………………… |
Rp. 75.000,- Rp. 350.000,- Rp.
4.000.000,- Rp. 500.000,- Rp. 200.000,- Rp.
7.500.000,- Rp. 125.000,- Rp. 100.000,- Rp. 300.000,- Rp. 200.000,- Rp. 250.000,- Rp. 200.000,- |
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS/MODAL
Latihan 13
Dengan
menggunakan data Laporan Rugi Laba di atas susun Laporan Perubahan Modal PT
TAKSAKA per 31 Desember 2002 dengan asumsi Modal 1 Januari 2002 sebesar Rp.
1.200.000,- dan pengambilan oleh pemilik sebesar Rp. 300.000,-.
Latihan 14
Berdasarkan
data di bawah ini dan data Laporan Perubahan Modal dalam Latihan 13, susunlah
Neraca untuk PT TAKSAKA per tanggal 31 Desember 2002.
|
Kas …………………………………………………………… Utang lancar ……………………………………………… Utang pajak ………………………………………………… Asuransi dibayar di
muka…………………………………… Peralatan ……………………………………………………… Kendaraan …………………………………………………… Akumulasi penyusutan peralatan
………………………… Piutang ………………………………………………………… Akumulasi
penyusutan kendaraan ………………………….. Sewa
yang masih harus dibayar …………………………… Perlengkapan
kantor ………………………………………… |
Rp. 400.000,- Rp. 350.000,- Rp. 50.000,- Rp. 130.000,- Rp. 1.500.000,- Rp. 1.200.000,- Rp. 300.000,- Rp. 460.000,- Rp. 200.000,- Rp. 200.000,- Rp. 160.000,- |
BAB X
JURNAL PENUTUP DAN
JURNAL BALIK
A. PENGERTIAN
Jurnal
Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk
menutup akun-akun nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka akun–akun ini pada awal periode
akuntansi saldonya nol.
B. JURNAL PENUTUP
Terdapat
4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
1.
Menutup
akun Pendapatan
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba |
xxx |
xxx |
2.
Menutup
akun Beban
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban |
xxx |
xxx |
3.
Menutup
akun Ikhtisar Rugi/Laba
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal |
xxx |
xxx |
4.
Menutup
akun Prive
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Modal
Prive |
xxx |
xxx |
C. CONTOH
Berikut
adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:
|
Pendapatan……………………………………………………. Beban
pendapatan…………………………………………… Beban asuransi…………………………………………… Beban depresiasi…………………………………………… Beban
gaji..…………………………………………………… |
Rp.
12.900.000,- Rp. 1.000.000,- Rp. 250.000,- Rp. 9.000.000,- Rp. 2.000.000,- |
Jurnal
penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:
JURNAL PENUTUP
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Menutup Pendapatan: Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba |
12.900.000 |
12.900.000 |
|
Menutup Beban: Ikhtisar
Rugi/Laba Beban telepon Beban asuransi Beban depresiasi Beban gaji |
12.250.000 |
1.000.000 250.000 9.000.000 2.000.000 |
|
Menutup Ikhtisar
Rugi/Laba: Ikhtisar
Rugi/Laba Modal |
650.000 |
650.000 |
Latihan 15
Buatlah
jurnal penutup berdasarkan data-data sebagai berikut:
|
Pendapatan …………………………………………………. Beban telepon ……………………………………………… Beban asuransi……………………………………………… Beban depresiasi……………………………………………… Beban gaji …….……………………………………………… Beban perlengkapan………………………………………… Prive…..………………………………………………………. |
Rp.
20.000.000,- Rp. 1.500.000,- Rp. 1.000.000,- Rp.
10.000.000,- Rp. 4.000.000,- Rp. 2.000.000,- Rp. 5.000.000,- |
Jawab:
JURNAL PENUTUP
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
E. REVERSING ENTRIES (JURNAL BALIK)
Jurnal
balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari
sebagian jurnal penyesuaian pada akhir
periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan
memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing
entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah:
1. Utang
biaya
2. Piutang
Pendapatan
3. Pendapatan
Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan
4. Biaya
Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)
Untuk
memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai berikut:
|
No. |
Jenis AJP |
Ayat Jurnal Penyesuian |
Jurnal Balik |
||||
|
1. |
Utang
Biaya |
Biaya
gaji Utang gaji |
xxx |
xxx |
Utang
Gaji Biaya Gaji |
xxx |
xxx |
|
2. |
Piutang
Bunga |
Piutang
bunga Pendapatan bunga |
xxx |
xxx |
Pendapatan
bunga Piutang bunga |
xxx |
xxx |
|
3. |
Pendapatan
diterima dimuka |
Pendapatan tiket Pendapatan
tiket DD |
xxx |
xxx |
Pendapatan tiket DD Pendapatan
tiket |
xxx |
xxx |
|
4. |
Biaya
dibayar dimuka |
Sewa
dibayar dimuka Beban sewa |
xxx |
xxx |
Beban
Sewa Sewa dibayar dimuka |
xxx |
xxx |
Kita,sebagai manusia.Dalam pandangan islam,mempunyai tiga hal yang akan dinilai sesudah berpulang mengahadapNya? Amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh.Kalau harimau yang mati, sesudah dikupas kulitnya orang tidak ada yang sanggup mengenal dagingnya.Hanya lewat belangnya orang segera mengetahuinya, ini kulit harimau!.Demikian juga dengan gading. Tanpa melihat tubuh gajah pun, hanya dengan gadingnya orang mengenal ini milik gajah.Karena hanya gajahlah yang memiliki gading. Sebagai ciri khasatau kelebihan,sebagai identitasnya.
Manusia,apa yang bisa diperbuat dengan identitasnya dan bagaiman mengenalinya?.Apakah dengan kulit atau hidungnya? Atau dengan rambut atau jejak kakiny?.Sesuai dengan syariat Islam,manusia yang mati akan dikenali lewat amal, pengetahuan dan anaknya yang soleh!. Lalu, amalan yang mana, pengetahuan seperti apa dan anak shaleh yang bagaimana? Yang dimaksudkan. Dan bagaimana mengenalinya? Dengan apa kita bisa tahu, apa-apa yang dimaksud di atas dan bagaimana menggapainya?
Sejauh ini sejarah telah membuktikan, bahwa hanya dengan pendidikanlah manusia bisa membedakan dan menggapai ketiga identitas tersebut. Orang bisa mengenal bahwa amalan baik atau tidak bisa diketahui jika mereka belajar tentang kebaikan dan keburukan. Orang mengenal penyakit dan obatnya dari pendidikan. Orang akan mengenal sebuah ilmu pengetahuan juga lewat pendidikan. Seorang anak bisa berbakti apabila dididik lewat pendidikan yang baik. Intinya lewat pendidikanlah identitas seseorang yang merupakan cermin kualitas hidupnya bisa tercapai.
Pendidikan bukan hanya mencetak orang pintar saja, namun pendidikan sebaiknya lebih ditekankan untuk mencetak orang-orang bijak.
Yang punyan kemampuan dan berkomunikasi dengan baik. Karena tujuan utama pendidikan adalah merubah perilaku.Dari yang tidak baik menjadi baik. Dari tidak/belum bisa menjadi bisa.Juga pendidikan dapat mengarahkan seseorang yang sudcah tahu untuk menyalurkan pengetahuannya ke jalan yang benar.
Sebenarnya pendidikan tidak harus formal lewat bangku sekolah atau bangku kuliah. Pendidikan informal pun bisa dimanfaatkan untuk memenuhi tuntutan tersebut, melalui diskusi bersama teman,pengajian,membaca buku sendiri, atau otodidak,dsbg.
Semua dilakukan tidak lain agar identitas diri ini exist. Potensi diri bisa diaktualisasikan secara maksimal. Talenta bisa terasah sesuai daya dan kebutuhan. Bila melihat kembali tujuan pendidikan tersebut diatas, pada dasarnya identitas tidak akan berubah tanpa keterlibatan pendidikan. Oleh sebab itu, bila kita ingin memiliki identitas, sudah seharusnya kita cintai pendidikan. Sekali lagi pendidikan tidak hanya lewat sekolahan saja. Pendidikan atau pelajaran bisa kita dapat lewat jalan mana saja, dalam bentuk apa saja dan dimana saja.
Semakin banyak pendidikan atau pelajaran, semakin banyaklah ilmu yang diterima. Semakin banyak ilmu semakinlah bijaklah manusia, seharusnya. Dan semakin bijak manusia itu, semakin jelas existensi dirinya. Yang akan menukir identitas dirinya.Dia akan meninggalkan jejak amal shaleh yang akan bisa dikenali oleh generasi penerusnya. Yang akan memberikan manfaat untuk sesamnya. Dan yang akan mencetak putra-putri saleh saleha. Yang akan meneranginya, menopangnya dan akan menolongnya kelak. Dengan do,a dan ibadahnya, dengan b akti dan budi pekertinya..Jika suatu saat dia tiada, identitas itu akan tetap melekat di hati siapa saja.Yang akan dikenang, ditauladani dan insya allah akan selalu mengalir do,a dan pahala.
Jika kita tidak punya identitas, tidak ada jejak yang kita tinggalkan. Tidak ada warna yang kita torehkan, tidak ada harum yang kita tebarkan.
IBU
Ketika ringkih kuda memecah hening senja
Bocah-bocah tetangga menyerbu henti roda pedati
Langkah kaki ku sudah sampai kembali di kampung halaman
Kutemukan lagi timbunan lembaran kenangan
Tempat tangis dan tawa kugambar semasa kecil
Tanpa sepatah kata pun ibu memelukku erfat
Deras air mata bercerita penantian panjang yang melelahkan
Kepergianmu ibu membawa rindu akanku hingga kepusara
Tangisku pecah bumi terbelah
Terlihat jarak masih kokoh memisah
Ibu maafkan aku.......
biarkan aku menjadi puisi cintaMu
hingga langit dan bumi menyatu
bersujud padamu
biarkan aku menjadi puisi cintaMu
hingga matahari dan rumput
saling berebut
kembali ke jalanMu
Kami hanya…menginginkan sedikit kebebasan
Meraih semua informasi yang dulu selalu terkekang
Kami hanya…menginginkan sedikit ruang
Menyampaikan s’mua gagasan lisan atau tulisan
Tak sedikitpun terlintas di benak kami
Melakukan penghinaan atau pencemaran
Hanya keinginan tuk selalu kritis terhadap negeri sendiri
Tempat kami lahir, hidup hingga mati
Kami tak sempat belajar berintrik
Apalagi berpolitik yg sekedar menggelitik
Kami menulis bukan untuk mencari ‘batik’
Hanya ingin negeri ini terbangun lebih baik
Ketika sepi mendekam dalam perenungan, ketika sakit
mencela kala kenyataan bersinggungan…
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa aku bukan seseorang yang kami cari.
Sampai sejauh ini pengembaraanku di pulau cintamu,
telah lama sudah kuberjalan…
hingga aku tak tahu lagi harus berjalan kemana.
Sampai sejauh itupun belum kutemukan tempat yang teduh
atau mata air yang ‘kan menghapuskan kehampaan jiwaku.
Entahlah, ku tak tahu….
Aku merasa aku bukanlah seseorang yang kamu cari.
Setiap detik dikala sepi mendekam dalam perenungan,
aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untukmu,
menjadi sesempurna
mungkin untukmu.
Tapi aku sadar… segala yang terbaik bagiku,
segala sesuatu yang tersempurna yang telah
kulakukan,
belum tentu terbaik
dan tersempurna
untukmu.
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa bukan
yang terbaik untukmu.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan…
Aku sadar akan kekuranganku,
Aku sadar akan keterbatasan hatiku.
Maafkan aku…
Aku juga sadar kamu juga sudah melakukan yang terbaik untukku.
Kamu banyak melakukan hal-hal terindah yang dapat
menyanjungku,
membuat diriku merasa tinggi…
membuat diriku menjadi lebih baik.
Terima kasih atas segala yang pernah kamu lakukan, kamu
berikan untukku.
Dan yakinlah, aku tak menyesal atas semua itu.
Di dalam pengembaraanku di samudera hatimu,
di dalam perjalananku di padang kalbumu…
banyak sekali yang telah kuraih.
Aku tak pernah merasa sia-sia, walau banyak waktu yang
kuhabiskan.
Dan aku tak merasa waktuku kugunakan untuk membangun
kesia-siaan.
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa aku bukanlah seseorang yang kamu cari.
Dan untuk sekarang ini…
Aku sangat bersyukur atas segala yang aku punya, segala
yang ada pada diriku…
Asal aku diijinkan untuk menikmatinya tanpa merubahnya.
Kalau Sunyi
Kalau kau sunyi
Sunyimu sajadah direntang dinihari
Ketika rembulan berdzikir
Memberi makna atas waktu
Dan kepastian
Mari letakkan kening di sini
Ketika hati sungguh mengakui
Hanya Allah saja nan Maha Tinggi
Kalau kau sunyi
Sunyimu beludru dihampar bidadari
Ketika rembulan senyum sendiri
Menyaksikan kita tak henti berfikir
Tentang ketidak-pastian
Mari letakkan kening di atas bumi
Tempat kelak kita kembali
Sunyi sendiri
Wanita
Tidak mudah menjadi
wanita
Namun bukan berarti sulit
Memerankan diri sebagai wanita
Menjadi seorang wanita
Adalah karunia
Menjadi seorang wanita
Adalah surga
Menjadi seorang wanita
Adalah bunga
Taman tanpa bunga maka ia
Padang ilalang
Hutan tanpa bunga maka ia
Semak belukar
Dunia tanpa bunga maka ia
Angkara murka
Tidak mudah menjadi
Seorang wanita
Namun jika ia
mensyukurinya
Maka alam bertekuk lutut
padanya
Database
bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau
diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah
dan efisien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon yang
mungkin sering Anda lihat.
Bagaimana halnya dengan database dengan sistem database dengan menggunakan
komputer? Hal tersebut sama saja seperti database yang sifatnya manual (seperti
contoh buku telepon di atas) hanya saja dengan adanya komputer maka informasi
yang ada di dalam database akan sangat mudah untuk di-update dan sangat cepat
untuk dicari. Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan,
memodifikasi data disebut dengan software database engine dan lebih resminya
disebut dengan DBMS (Database Management System). Ada banyak sekali aplikasi
DBMS ini mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala
mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti:
SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
MS Access, dibuat oleh Microsoft.
Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
DB2, dibuat oleh IBM.
Masih banyak lagi sederet nama
database engine yang ada di dunia ini. Anda bisa mencarinya dengan keyword
‘database engine’ atau ‘database server’.
Jika Anda
bertanya “Apa saja sih aplikasi yang bisa menggunakan database?”, wah
jawabannya akan sangat banyak sekali, beberapa diantaranya adalah:
Sistem
perpustakaan yang berbasis komputer, pasti membutuhkan database yang besar
untuk merawat data buku yang dimilikinya.
Sistem ATM (Automatic Teller Machine), pasti membutuhkan database yang besar
untuk mengambil dan meng-update data saldo uang misalnya.
Sistem reservasi tiket pesawat, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data
reservasi tiket.
Sistem inventory, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data
inventory termasuk updating data stok barang dan lain sebagainya.
Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari aplikasi yang membutuhkan database
karena pada kenyataannya semua kegiatan bisnis yang dikomputerisasikan pasti
membutuhkan sistem database sebagai media penyimpanan. Database tersebut selain
digunakan untuk menyimpan data transaksi juga akan digunakan untuk menampilkan
laporan yang bisa digunakan pihak manajemen sebagai sumber untuk pengambilan keputusan.
Untuk sistem database yang lebih canggih malah sudah terdapat fasilitas analisa
data sehingga bisa memprediksi keadaan yang akan terjadi berdasarkan data yang
sudah ada sebelumnya
Basis
data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras,
serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data
meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau
informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen
yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan
informasi pada para pengguna atau user.
Penyusunan
basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur
dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database
Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan
pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report
data.
Tujuan
utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user.
Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan
dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien
yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi
tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui
kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya
beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya
duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update
menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis
data adalah :
Menyediakan
penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa
yang akan datang.
Kemudahan
pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu
yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki
terhadap data yang ditangani.
Pengendalian
data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat
mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
Pengamanan
data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan
gangguan-gangguan lain.
Elemen Basis Data
Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
Contoh
entitas : Seseorang yang menjadi siswa di sebuah sekolah.
contoh lainya : barang yang menjadi inventaris suatu perusahaan
siswa merupakan entitas
barang juga di sebut entitas
Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu.
sedangkan atribut adalah bagian dari entitas
siswa memiliki atribut :
no siswa
alamat siswa
barang memiliki atribut :
no barang
harga barang
SISTEM BASIS DATA
Secara umum basis data dikenal sebagai koleksi dari data-data yang terorganisir dengan cara sedemikian rupa sehingga data mudah disimpan dan dimanipulasi (diperbaharui, dicari di olah dengan perhitungan-perhitungan tertentu, serta dihapus).
Pengertian system
kata Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan
bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau
elemen-elemen yang dihubungkan bersama untuk membentuk suatu informasi. Istilah ini sering dipergunakan untuk
menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi.
Pengertian Data
kita
sering kali kita menyebut kata ‘data’ dalam pergaulan sehari-hari namun apakah
sebenarnya data ? definisi dapat banyak dibuat tetapi dalam hal ini saya akan
membatasi pengertian ‘data’ dalam kaitannya pemrosesan data dengan sistem
terkomputerisasi. Data adalah fakta tentang sesuatu didunia nyata yang direkam
atau disimpan pada media computer, sebagai contoh pada pada basis data
mahasiswa yang bersangkutan adalah tanggal lahirnya, alamatnya, nomor
teleponnya.
Kaitan Data dan Informasi
kaitan
‘data’ dengan ‘Informasi’ sangat erat sehingga pada pembicaraan sehari-hari
kita sering menggunakannya untuk suatu hal serupa secara bergantian namun dalam
hal ini penulis menjelaskan keterkaitan atau yang ada hubungannya dengan
pengolahan data berbasis computer. Informasi adalah data yang telah diolah
sedemikian rupa sehingga memiliki makna tertentu bagi penggunanya. Sebagai
contoh jika kita dapat deretan kode ‘AMI062219’ tanpa keterangan apapun, kita
tidak dapat menarik apapun dari deretan kode-kode tersebut. Lain halnya jika
deretan kode-kode tersebut berada pada orang yang tepat tentunya akan bermakna.
Dalam
banyak kasus, suatu informasi mungkin menjadi sebuah data pengolah data
lainnya. Misalnya, AMI062219 merupakan NPM mahasiswa dengan nama Rakhmat Kopero
dapat diolah lebih lanjut misalnya potongan kode ‘AMI’ menunjukan bahwa
mahasiswa yang bernama Rakhmat Kopero adalah mahasiswa dengan jurusan manajemen
informatika. Demikian selanjutnya informasi yang didapat dari suatu pengolah
data dapat menjadi data dari pengolah data lainnya
CONTOH DATA BASE SEDERHANA
A) Data Dictionary
No Facture
Tanggal
Jam
Kode Barang
Nama Barang
Harga
Kasir
Banyak Barang
Total Bayar
Uang Bayar
Uang Kembali
B) Entitas: Facture (Primary Key: No.Facture)
Entitas: Barang (Primary Key: Kode Barang)
B) Relation

Analisa :
# satu facture dapat dimiliki oleh lebih
dari satu barang.
# satu barang dapat memiliki lebih dari
satu faktur.
LINGKUNGAN BASIS DATA
Untuk menciptakan lingkungan database, harus dapat memahami relasi antar data, jenis data yang akan dimasukkan dalam database, bagaimana data digunakan dan bagaimana organisasi sewaktu-waktu dapat mengubahnya secara mudah untuk kepentingan perusahaan.
1.
Merancang database.
Dalam
perancangan database ada dua macam model perancangan, yaitu :
1.
Rancangan konseptual Rancangan ini berupa model abstrak dari database dalam
sudut pandang bisnis. Rancangan ini membutuhkan deskripsi rinci tentang
informasi bisnis yang dibutuhkan oleh pengguna.
2.
Rancangan fisik. Dalam rancangan ini menunjukan bagaimana database secara nyata
dikelola pada perangkat penyimpanan.
2.
Mendistribusikan Database.
Perencanaan
database harus mempertimbangkan juga kemungkinan pendistribusiannya. Sistem
informasi bisa dirancang dengan sebuah data base pusat yang digunakan oleh
suatu prosesor pusat atau beberapa prosesor dalam sebuah jaringan.
Database
terdistribusi adalah database yang tersimpan dalam lebih dari satu lokasi
fisik. Beberapa bagian tersimpan secara fisik pada suatu lokasi, dan
bagian-bagian lain tersimpan pada lokasi lain pula. Sistem terdistribusi dapat
mereduksi kelemahan-kelemahan dari satu sistem besar pada satu lokasi.
Sistem
distribusi meningkatkan kecepatan layanan dan respons terhadap pengguna lokal
dan sering dijalankan pada komputer yang lebih kecil dan murah. Namun sistem
ini bergantung pada saluran telekomunikasi yang kualitasnya sangat baik. Oleh
karena itu para perancang harus mempertimbangkan faktor tersebut.
3.
Persyaratan Manajemen untuk Database.
Dalam
mengembangkan database ada banyak hal yang harus dilakukan, tidak hanya memilih
model logika database. Tanpa dukungan dan pemahaman dari manajemen maka usaha
membangun database akan gagal. Adapun elemen-elemen inti dalam lingkungan
database adalah :
1.
Administrasi data
Sistem
database mengharuskan organisasi untuk mengatur kembali peran strategi dari
informasi dan mulai secara aktif mengelola dan merencanakan informasi sebagai
sumber perusahaan. Ini berarti organisasi harus mengembangkan fungsi
administrasi data dengan kekuatan untuk menentukan persyaratan informasi untuk
seluruh perusahaan dan akses langsung ke manajemen senior. Prinsip dasar
administrasi data adalah semua data merupakan milik organisasi secara
keseluruhan dan data tidak bisa dikatakan milik salah satu wilayah bisnis
tertentu.
2.
Perencanaan data dan Metodologi pemodelan
Kebutuhan-kebutuhan
organisasi yang dilayani oleh DBMS jauh lebih lebar daripada yang dilayani oleh
lingkungan file tradisional. Oleh karena itu, organisasi memerlukan perencanaan
data yang menyeluruh. Analisis perusahaan sangat diperlukan untuk mengembangkan
data base.Adapun tujuan analisis tersebut adalah mengidentifikasi
entitas-entitas kunci, atribut dan relasi yang menyusun data organisasi.
3.
Teknologi, manajemen dan penggunaan database
Database
membutuhkan perangkat lunak, staf dan struktur manajemen data yang dilatih
secara khusus dalam hal teknik-teknik database. Sebagaian besar perusahaan
mengembangkan rancangan database dan kelompok manajemen daidalam divisi sistem
informasi yang bertanggung jawab dalam menentukan dan mengorganisasian sturtur
dan isi database dan memeliharanya. Dalam interaksi erat dengan pengguna,
kelompok perancang menetapkan database fisik, relasi logis antar elemen dan
peraturan dan prosedur akses.
Recent Comments