IBU
Ketika ringkih kuda memecah hening senja
Bocah-bocah tetangga menyerbu henti roda pedati
Langkah kaki ku sudah sampai kembali di kampung halaman
Kutemukan lagi timbunan lembaran kenangan
Tempat tangis dan tawa kugambar semasa kecil
Tanpa sepatah kata pun ibu memelukku erfat
Deras air mata bercerita penantian panjang yang melelahkan
Kepergianmu ibu membawa rindu akanku hingga kepusara
Tangisku pecah bumi terbelah
Terlihat jarak masih kokoh memisah
Ibu maafkan aku.......
Biarkan aku menjadi puisi cintaMu
biarkan aku menjadi puisi cintaMu
hingga langit dan bumi menyatu
bersujud padamu
biarkan aku menjadi puisi cintaMu
hingga matahari dan rumput
saling berebut
kembali ke jalanMu
Untuk Indonesiaku
Kami hanya…menginginkan sedikit kebebasan
Meraih semua informasi yang dulu selalu terkekang
Kami hanya…menginginkan sedikit ruang
Menyampaikan s’mua gagasan lisan atau tulisan
Tak sedikitpun terlintas di benak kami
Melakukan penghinaan atau pencemaran
Hanya keinginan tuk selalu kritis terhadap negeri sendiri
Tempat kami lahir, hidup hingga mati
Kami tak sempat belajar berintrik
Apalagi berpolitik yg sekedar menggelitik
Kami menulis bukan untuk mencari ‘batik’
Hanya ingin negeri ini terbangun lebih baik
Ketika Aku Adalah Aku
Ketika sepi mendekam dalam perenungan, ketika sakit
mencela kala kenyataan bersinggungan…
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa aku bukan seseorang yang kami cari.
Sampai sejauh ini pengembaraanku di pulau cintamu,
telah lama sudah kuberjalan…
hingga aku tak tahu lagi harus berjalan kemana.
Sampai sejauh itupun belum kutemukan tempat yang teduh
atau mata air yang ‘kan menghapuskan kehampaan jiwaku.
Entahlah, ku tak tahu….
Aku merasa aku bukanlah seseorang yang kamu cari.
Setiap detik dikala sepi mendekam dalam perenungan,
aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untukmu,
menjadi sesempurna
mungkin untukmu.
Tapi aku sadar… segala yang terbaik bagiku,
segala sesuatu yang tersempurna yang telah
kulakukan,
belum tentu terbaik
dan tersempurna
untukmu.
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa bukan
yang terbaik untukmu.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan…
Aku sadar akan kekuranganku,
Aku sadar akan keterbatasan hatiku.
Maafkan aku…
Aku juga sadar kamu juga sudah melakukan yang terbaik untukku.
Kamu banyak melakukan hal-hal terindah yang dapat
menyanjungku,
membuat diriku merasa tinggi…
membuat diriku menjadi lebih baik.
Terima kasih atas segala yang pernah kamu lakukan, kamu
berikan untukku.
Dan yakinlah, aku tak menyesal atas semua itu.
Di dalam pengembaraanku di samudera hatimu,
di dalam perjalananku di padang kalbumu…
banyak sekali yang telah kuraih.
Aku tak pernah merasa sia-sia, walau banyak waktu yang
kuhabiskan.
Dan aku tak merasa waktuku kugunakan untuk membangun
kesia-siaan.
Ketika aku adalah aku,…
Aku merasa aku bukanlah seseorang yang kamu cari.
Dan untuk sekarang ini…
Aku sangat bersyukur atas segala yang aku punya, segala
yang ada pada diriku…
Asal aku diijinkan untuk menikmatinya tanpa merubahnya.
Kalau Sunyi
Kalau kau sunyi
Sunyimu sajadah direntang dinihari
Ketika rembulan berdzikir
Memberi makna atas waktu
Dan kepastian
Mari letakkan kening di sini
Ketika hati sungguh mengakui
Hanya Allah saja nan Maha Tinggi
Kalau kau sunyi
Sunyimu beludru dihampar bidadari
Ketika rembulan senyum sendiri
Menyaksikan kita tak henti berfikir
Tentang ketidak-pastian
Mari letakkan kening di atas bumi
Tempat kelak kita kembali
Sunyi sendiri
Wanita
Tidak mudah menjadi
wanita
Namun bukan berarti sulit
Memerankan diri sebagai wanita
Menjadi seorang wanita
Adalah karunia
Menjadi seorang wanita
Adalah surga
Menjadi seorang wanita
Adalah bunga
Taman tanpa bunga maka ia
Padang ilalang
Hutan tanpa bunga maka ia
Semak belukar
Dunia tanpa bunga maka ia
Angkara murka
Tidak mudah menjadi
Seorang wanita
Namun jika ia
mensyukurinya
Maka alam bertekuk lutut
padanya
Recent Comments