NETWORKING
Merupakan jaringan antar komputer yang menghubungkan satu komputer dengan
jaringan lainnya. untuk menyusun jaringan ini, diperlukan perencanaan dari
jaringan yang dibangun yang disebut dengan topology. scope jaringan itu sendiri
dibagi menjadi tiga, yaitu LAN, WAN, dan MAN. Perangkat yang dibutuhkan untuk
mendukung jaringan diantaranya card jaringan.
WWW atau web saja, yakni sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks,
gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat
diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser.
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan
bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam
satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau
LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer
to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik
sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya
satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai
workstation.
MAN (Metropolitan Area Network) adalah network dalam skala suatu kota Suatu
jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang
menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan
sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN.
WLAN (Wireless LAN) adalah suatu teknologi baru yang dapat dianggap sebagai
penambah atau pengganti dari fungsi jaringan LAN yang ada sehingga pengguna
tidak lagi dibatasi oelh kabel LAN untuk dapat masuk kedalam jaringan. Dengan
menggunakan WLAN maka banyak sekali keuntungan yang diperoleh seperti mobilitas,
fleksibilitas, produktivitas dan scalabilitas dan tentunya masih banyak
keuntungan lainnya.
Internet
adalah singkatan dari Interconnect ion Network yang secara harfiah berart I
hubungan antar jaringan komputer (network). Sedangkan network sendiri diart
ikan sebagai suatu sistem komunikasi data antar komputer. Contoh jaringan
komputer yang paling sering kita temukan misalnya LAN (Local Area Network) yang
menghubungkan komputer-komputer yang berada dalam suatu areal atau lokasi
tertentu seperti kantor, sekolah, perusahaan, warnet, dan lain-lain.
Jadi
pengertian internet secara umum (menurut bahasa) adalah kumpulan dari jaringan
komputer yang terhubung dan bekerj a sebagai suatu sistem. Sedangkan pengert
ian Internet secara khusus (inilah yang sering terpakai dan yang dimaksud dalam
pembahasan ini) adalah suatu jaringan komputer terbesar di dunia karena
menghubungkan seluruh jaringan computer yang ada di dunia ini. Untuk
ringkasnya, Internet adalah jaringan komputer global sedangkan jaringan
komputer lokal (LAN) dinamakan Intranet.
Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected-networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.(www.wikipedia.com)
Kumpulan yang luas dan sangat besar dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling tehubung menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia ataupun Seluruh manusia yang secara aktif berpartisipasi sehingga membuat internet menjadi sumberdaya informasi yang sangat berharga.
Internet
(Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang
menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan.
Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya
informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan
internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News,
email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web,
Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan
lainnya.
JARINGAN KOMPUTER
Kopetensi Dasar: Memahami Pengertian Jaringan Komputer, Koneksi peer to peer dan
client-server, serta memahami defenisi LAN, MAN, WAN.
Tiga
abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda.
Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi
industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv
dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan dan media
distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini atau era-informasi, dimana teknologi
jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia,
pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan, penyebaran informasi melalui
media internet, peluncuran satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi
wireless/selular menandai awal abad millenium.
Sejak
me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh
Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC)
maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network)
sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan biasa.
Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun
"lightsizing" yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi
anggaran) khususnya peralatan komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan
komputer merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan.
Jaringan
komputer adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih,
yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak
melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat
membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan
sistem.
Dalam
defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang
independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki
topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan
jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan
autonomous yang sangat besar.)
Dua unit
komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar
data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media
penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa
teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel
(wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama
dan menggunakan hardware/software yang
terhubung dalam jaringan bersama-sama
Tiap komputer, printer atau periferal
yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua
unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan
jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.
Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub/switch.
Komputer
pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer.
Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal
lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih
dari 10 hingga 100 komputer.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada
PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai
server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang
terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai
client maupun server pada periode yang sama.
Misalnya
terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai
dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP
dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau
resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan
lain-lain.


Gambar 1.1. Peer to peer
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain
pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet.
Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan
pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari
server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login
terlebih dulu ke server yang dituju.
Client
hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas
yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client,
bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa
dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi
yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.
Jenis
layanan Client-Server antara lain :
File
Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan
file.
Print
Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
Database
Server : proses-proses fungsional mengenai
database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
DIP
(Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.

Gambar
1.2. Model Client-Server dengan sebuah Server yang berfungsi umum

Gambar 1.3. Model Client-Server dengan Dedicated Server
1.1.3 Kelebihan jaringan peer to peer
Implementasinya murah dan mudah
Tidak
memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
Tidak memerlukan administrator jaringan
Kekurangan jaringan peer to peer
Jaringan
tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
Tingkat
keamanan rendah
Tidak
ada yang memanajemen jaringan
Pengguna
komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
Semakin
banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
Kelebihan jaringan client server
Mendukung
keamanan jaringan yang lebih baik
Kemudahan
administrasi ketika jaringan bertambah besar
Manajemen jaringan terpusat
Semua
data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
Kekurangan jaringan client server
Butuh administrator jaringan yang profesional
Butuh
perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
Anggaran
untuk manajemen jaringan menjadi besar
Bila
server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses
1.2 Jaringan
Komputer dan Sistem Terdistribusi
Sebelum
jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi. Terdapat hal yang cukup
membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem
terdistribusi (distributed system).
Persamaannya
adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan
dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus
memindahkan file. Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan
Sistem Distribusi sbb:
Tabel
1.1. Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
|
JARINGAN KOMPUTER |
SISTEM TERDISTRIBUSI |
|
Komputer yang terhubung merupakan
gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer
server dan client |
Komputer yang terhubung terdiri dari host
(komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan
komputer host) |
|
Beberapa komputer terhubung agar dapat
sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang
meminta dan dimintai layanan. Server hanya melayani permintaan sesuai
antrian yang sudah diatur sistem. |
Beberapa
host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan
besar bersama. Host
melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari
terminal-terminal |
|
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh
media transmisi yang digunakan. Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh
spesifikasi hardware masing-masing station yg meminta layanan. User dapat mengetahui proses yang sedang
berlangsung (di komp station atau di server). |
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh
sistem. Lamanya suatu proses tergantung Sistem
Operasi yang akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan. User tidak dapat mengetahui proses yang
sedang berlangsung di host. |
|
Metode komunikasi antar komputer dengan
model Peer to Peer atau Client Server. |
Metode komunikasi antar komputer tersentralisasi
(terpusat pada komputer utama/host) |
|
Masing-masing node atau workstation (pada
metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani
seluruh pekerjaan. Antar node bisa saling bertukar file atau
resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik
komputer. |
Masing-masing terminal membutuhkan host
(komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi
dengan terminal lain. Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host). |
|
Masing-masing node atau workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan. Antar node bisa saling bertukar file atau
resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik
komputer. |
Masing-masing terminal membutuhkan host
(komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi
dengan terminal lain. Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host). |
|
Masing-masing user disetiap workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia meminta layanan atau mengirimkan data keserver. User secara explisit (nyata) harus
“login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh
server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara explisit
memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri seluruh manajemen
jaringan. |
Masing-masing user disetiap terminal
tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem User tidak perlu melakukan pekerjaan
secara explisit, karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani
secara otomatis oleh sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum
seorang user pada tiap terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan
resource host. |
|
Tiap user memiliki identitas &
password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang terdapat
di server. Umumnya user tidak bisa menggunakan ID
yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah
aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas. |
Tiap user juga memiliki ID dan password
untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang disediakan. Umumnya beberapa terminal dapat
menggunakan ID yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor
sistem dapat merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal. |
|
Keberadaan sejumlah komputer dalam
jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik tidak
dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan. |
Keberadaan sebuah atau sejumlah komputer
atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user, biasanya
berada dalam suatu area lokasi. |
|
Spesifikasi hardware server tidak harus
lebih baik dari hardware client |
Spesifikasi hardware host (komputer
utama) harus lebih baik dari terminal. |
|
Merupakan sistem yang menggabungkan
kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application
layer |
Merupakan suatu sistem perangkat lunak
yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan. |

Perbedaan
utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada
perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya,
karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi
jaringan yang bersangkutan.
1.3 Sejarah
Jaringan & Internet
Ditahun
1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.4) Untuk
itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan
nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah
jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada
sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses
TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang
pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Gambar
1.4. Jaringan komputer model TSS.
Pada
tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement
of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah
komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama
ARPANET).

Gambar 1.5. Jaringan komputer model distributed processing.
Seperti pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer
mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal
yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi
sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan
telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host
komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer
pusat.
Selanjutnya
ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses
distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai
beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar
komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat.
Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan
sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian
besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga
terbentuklah jaringan raksasa WAN.
1.3.2 Sejarah Singkat
Internet dan Web
1957:
Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of
Defence (DoD)
1959: Len
Kleinrock menulis paper tentang packet switching.
1967: Disain
awal dari ARPANET diterbitkan.
1969: DoD
menggelar pengembangan ARPANET
1970: ARPANET
mulai menggunakan Network Control Protocol (NCP)
1972: InterNetworking
Working Group(INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati
bersama. Spesifikasi dari telnet, diusulkan.
1973: Ide
ethernet dijabarkan dalam thesis PhD dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File
Transfer, RFC 454, diusulkan.
1974: Disain
dari TCP/IP dijabarkan secara rinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam "A
Protocol for Packet Network Intercommunication".
1982: TCP/IP
menjadi protokol untuk ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
1992: Jumlah Internet hosts melampaui
1.000.000. Tim Berners Lee menemukan program editor
dan browser. University of Nevada mengeluarkan sistem Veronica. Sebuah
WWW browser yang bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan
bersama CERN WWW.
1993: NSF
membuat InterNIC untuk menjalankan Internet service seperti pendaftaran
domain.Versi pertama dari Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc
Andreesen dikeluarkan oleh NCSA White House online. National Information
Infrastructure Act lolos dan pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius
dalam penanganan Website.
1994: PizzaHut online, merupakan contoh
pertama dari aplikasi komerisal Internet. Spam mail menjadi kasus besar setelah
sebuah lembaga hukum yang bernama Canter & Siegel menyebarkan mail ke
seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan "green card". First
Virtual menjalankan "CyberBank" yang pertama. Ditahun 1994 ini Yahoo! didirikan dan juga menjadi tahun
kelahiran Netscape Navigator 1.0.
1995: Compuserve, America Online, dan Prodiy
mulai memberikan servis akses keInternet.Perusahaan Marc Andreesen, Netscape
Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor 3 tertinggi untuk
harga Initial Public Offericng (IPO) share di NASDAQ. NFS tidak lagi
meng-gratiskan pendaftaran domain. Pengguna domain mulai membayar untuk sebuah
domain yang digunakan dan dihosting ke internet.
1.4 Tujuan
/ Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat
jaringan komputer bagi user dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: untuk
kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk umum.
Tujuan utama dari terbangunnya sebuah
jaringan pada suatu perusahaan adalah:
Resource
sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya
data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.
Saving
Money (Penghematan
uang/anggaran): Perangkat dan data yang dapat dishare akan membuat penghematan
anggaran yang cukup besar, karena tidak perlu membeli perangkat baru untuk
dipasang ditiap-tiap unit komputer
High
reliability (kehandalan
tinggi): Sistem Informasi Manajemen Kantor Terpadu atau Sistem Pelayanan Satu
Atap dengan teknologi client-server, internet maupun intranet dapat diterapkan
pada jaringan komputer, sehingga dapat memberikan pelayanan yang handal, cepat
dan akurat sesuai kebutuhan dan harapan.
Manfaat
jaringan komputer untuk umum:
Jaringan
komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di rumah-rumah
dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan. Terdapat tiga hal
pokok yang mejadi daya tarik jaringan
komputer pada perorangan yaitu:
access ke informasi yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).
1.5 Masalah-masalah
sosial yang ditimbulkan dari Jaringan Komputer (internet)
Penggunaan
jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah
sosial, etika, politik, maupun ekonomi yang tak terelakkan. Internet telah
masuk ke segala penjuru kehidupan
masyarakat, semua orang dapat memanfaatkannya
tanpa memandang status sosial, usia, juga jenis kelamin.
Penggunaan
internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada
topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, juga hal-hal yang masih dalam batas
norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di
internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti
pertentangan politik, agama, sex, dll.
Koneksi
jaringan komputer/internet ini juga akan menimbulkan masalah ekonomi yang
serius bila teknologinya dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yang ingin
mengambil keuntungan pribadi namun merugikan fihak lain, misalnya kegiatan
carding, download software komersil secara ilegal dll.
Gambar-gambar
yang dipasang disitus-situs internet mungkin merupakan sesuatu yang biasa bagi
sebahagian orang, namun sangat mengganggu bagi sebagian orang lain (karena bisa
menimbulkan masalah SARA).
Selain
itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto
berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan videoclip singkatpun sekarang sudah
dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer.
Sebagian
orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebagian lainnya pemasangan
materi tertentu (misalnya pornografi) merupakan sesuatu yang tidak dapat
diterima.
Secara
umum jaringan komputer terbagi menjadi 3
jenis jaringan yaitu :
1.6.1 Local Area Network
(LAN)
Sebuah
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau
tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.

Gambar 1.6. Local Area Network (LAN)
1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN, biasanya
meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya
antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian).
Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa
buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh
yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank didalam sebuah

Gambar 1.7. Metropolitan Area Network
Wide Area Network (WAN)
adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit
ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya
meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau
area/wilayah otoritas negara lain.
Sebagai contoh jaringan
komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara
lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus
yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.
Biasanya WAN lebih
rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan
banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global
seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda
dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang
lainnya.

Gambar 1.8. Wide Area Network
Tabel 1.2. Interkoneksi berdasarkan jarak antar node

Nilai-nilai
yang terdapat pada tabel diatas, bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang
menghubungkan antar komputer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek
tergantung kondisi area suatu wilayah.
Jaringan komputer (jarkom) adalah
”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung
dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi
apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang
dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk,
cd-rom, flash disk, dll).
Tiap
komputer, printer atau
periferal yang terhubung dalam
jaringan disebut dengan ”node”.
Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau
lebih.
Peer to peer adalah suatu model dimana
tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk
dipakai PC lain, Tidak ada yang
bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan
resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer
dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Client Server merupakan model jaringan
yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan
resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan.
Soal Latihan :
Jelaskan
tentang pengertian jaringan komputer dan autonomous ?
Apa yang
membedakan antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi?
Apa
manfaat jaringan komputer bagi sebuah perusahaan?
Masalah
apa yang bisa ditimbulkan dari terbentuknya jaringan komputer global
(internet)?
Jelaskan
jenis-jenis jaringan komputer yang anda ketahui?
Multiple
choise:
Ketika
sebuah komputer dapat membuat komputer lain restart, shutdown, atau melakukan
kontrol lainnya secara penuh, maka hal ini disebut dengan :
Jaringan
komputer c. Autonomous
Sistem
Terdistribusi d. Non-Autonomous
Komputer
yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal
(komputer yang terhubung dengan komputer host), merupakan ciri:
Jaringan
komputer c. Autonomous
b. Sistem Terdistribusi d. Non-Autonomous
Metode
komunikasi antar komputer dengan model Peer to Peer atau Client Server,
terdapat pada:
Jaringan
komputer c. Autonomous
b. Sistem Terdistribusi d. Non-Autonomous
Bila tiap PC yang terdapat pada jaringan dapat memakai resource PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, dengan kata lain dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama, maka hal ini disebut dengan:
Autonomous c. Client Server
b. Peer
to peer d. Non-Sharing
Bila pada sebuah jaringan terdapat
komputer yang hanya berfungsi sebagai server dan beberapa komputer lain hanya
berfungsi sebagai client, maka hal ini merupakan metode:
Remote Admin c. Client Server
b. Peer to peer d. Sharing
DAFTAR
PUSTAKA
Cisco,
Materi CCNA 1, v.31
Introduction About Network, Mc Graw Hill Companies, Inc. 2003
Jaringan Komputer Edisi Bahasa
Jaringan
Komputer, Lukas Tanutama, Elexmedia komputindo 2000
Pengantar
Jaringan Komputer, Melwin Syafrizal, Andi Offset, Jogja, 2005
Pengantar
Local Area Network, Robert M. Thomas, Elexmedia komputindo, 1999
MENGENAL
HARDWARE DAN TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Kompetensi Dasar : Memahami topologi jaringan dan mengenal
hardware jaringan LAN, Mampu memasang
konektor RJ-45 pada kabel UTP dan menguji kualitas kabel UTP straigh through
dan crossover.
2.1 Hardware Jaringan
Membangun
suatu jaringan, baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide
Area Network), kita membutuhkan media baik hardware maupun software. Beberapa
media hardware yang penting didalam membangun suatu jaringan, seperti: kabel
atau perangkat Wi-Fi, ethernet card, hub atau switch, repeater, bridge atau
router, dll.
Ada beberapa tipe (jenis) kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar
dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel-kabel ini
sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan.
Perlu
diingat bahwa hampir 85% kegagalan yang terjadi pada jaringan komputer
disebabkan karena adanya kesalahan pada media komunikasi yang digunakan
termasuk kabel dan konektor serta kualitas pemasangannya. Kegagalan lainnya
bisa disebabkan faktor teknis dan kondisi sekitar.
Setiap
jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena
itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara
umum dan sering dipakai untuk LAN, yaitu coaxial dan twisted pair (UTP
unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair) .
Coaxial Cable
Dikenal
dua jenis tipe kabel koaksial yang dipergunakan buat jaringan komputer, yaitu:
- thick coax (mempunyai diameter lumayan besar) dan
- thin coax (mempunyai diameter lebih kecil).
2.1.1.1.1 Thick coaxial cable (kabel koaksial
“gemuk”)
Kabel
coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 - 10BASE5,
dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasa disebut
sebagai standard ethernet atau thick ethernet, atau hanya
disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable karena
warnanya yang kuning.
Kabel
Coaxial ini jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan
sebagai berikut::
Setiap
ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan
terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu
buah
resistor 50 ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan
lebar).
Maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan (attached devices, seperti repeater) atau berupa populated segments (seperti bridge).
Setiap
kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal (external transceiver).
Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
Maksimum
panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (sekitar 500m).
Maksimum
jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter) dan setiap
segment harus diberi ground.
Jarak
maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device)
adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
Jarak
minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
2.1.1.1.2 Thin coaxial cable (kabel koaksial
“kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di
kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output
daya yang besar. Jenis yang banyak
digunakan RG-8 atau RG-59 dengan impedansi 75 ohm. Jenis kabel untuk televisi
juga termasuk jenis coaxial dengan impedansi 75 ohm.
Namun
untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipergunakan adalah (RG-58) yang telah memenuhi standar IEEE
802.3 - 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna
hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel
coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika di-implementasikan
dengan T-connector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus
mengikuti aturan sebagai berikut:
Pada
topologi bus, setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
Panjang
maksimal kabel adalah 606.8 feet (185 meter) per segment.
Setiap
segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
Kartu
jaringan sudah menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu
tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment) dengan pengubung repeater 185 x 3 = 555 meter.
Setiap segment sebaiknya dilengkapi 1 ground.
Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).



Gambar 2.1. Kabel koaxial yang telah dipasang
konektor, terminator dan BNC T


Gambar 2.2. Model jaringan Ethernet BUS
Twisted Pair Cable
Selain
kabel koaksial, Ethernet juga dapat menggunakan jenis kabel lain yakni UTP
(Unshielded Twisted Pair) dan Shielded Twisted Pair (STP). Kabel UTP atau STP
yang biasa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang
terpilin.
Dari
8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya digunakan 4 buah saja yang
digunakan untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet).
Perangkat-perangkat lain yang berkenaan dengan
penggunaan jenis kabel ini adalah konektor RJ-45 dan HUB.


Gambar
2.3. Kabel UTP (katagori 5) dan konektor RJ-45
Standar EIA/TIA 568 menjelaskan spesifikasi kabel
UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan komputer. EIA/TIA menggunakan
istilah kategori untuk membedakan beberapa tipe kabel UTP, Kategori untuk twisted pair (hingga
saat ini, Mei 2005), yaitu:
Tabel 2.1. Tipe kabel UTP
|
Type
Cable |
Keterangan |
|
UTP Catagory 1 |
Analog. Biasanya digunakan diperangkat
telephone pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk
menghubungkan modem dengan line telephone. |
|
UTP Catagory 2 |
Bisa
mencapai 4 Mbits (sering digunakan pada topologi token ring) |
|
UTP /
STP Catagory 3 |
10
Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT) |
|
UTP /
STP Catagory 4 |
16
Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring) |
|
UTP /
STP Catagory 5 |
Bisa
mencapai 100 Mbits data transfer /22db (sering digunakan pada topologi star
atau tree) ethernet 10Mbps, Fast ethernet 100Mbps, tokenring 16Mbps |
|
UTP /
STP Catagory 5e |
1
Gigabit Ethernet (1000Mbps), jarak 100m |
|
STP Catagory 6 |
2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m, atau 10Gbps (Gigabit Ehernet) 25 meters. 20,2 db Up to 155 MHz atau 250 MHz |
|
STP Catagory 7 |
Gigabit Ethernet/20,8 db (Gigabit Ehernet). Up to 200 MHz atau 700 MHz |
Sumber:
http://www.glossary-tech.com/cable.htm
dan
http://www.firewall.cx/cabling_utp.php
Pemberian
kategori 1/2/3/4/5/6/7 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel
tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas
kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas
“belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk
menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan
juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel
(noise bisa ditekan sedemikian rupa).
Perlu
diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5enchanced mempunyai standar
industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk
mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa
digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.


Gambar 2.4. Konektor RJ-45 dan cara membedakannya
Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan
pada jaringan lokal, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router,
yakni:
Straight Through Cable
Cross Over Cable dan
Roll Over Cable
Straight Through Cable
Untuk pemasangan jenis ini, biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara HUB / Switch yang berfungsi sebagai konsentrator maupun repeater.

Gambar 2.5. Straight Through Cable T568B
Penggunaan
kabel UTP model straight through pada jaringan lokal biasanya akan membentuk topologi star (bintang) atau
tree (pohon) dengan HUB/switch sebagai pusatnya. Jika sebuah
HUB/switch tidak berfungsi, maka seluruh komputer yang terhubung dengan HUB
tersebut tidak dapat saling berhubungan.
Penggunaan HUB harus sesuai dengan kecepatan dari
Ethernet card yang digunakan pada masing-masing komputer. Karena perbedaan
kecepatan pada NIC dan HUB berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat saling
berkomunikasi secara maksimal.

Gambar 2.6. Pemasangan Straight Through Cable dengan HUB
Penggunaan Straight Through Cable
PC à Hub
PC à Switch
Hub à Hub
Switch à Router
Cross Over Cable
Berbeda dengan pemasangan kabel lurus (straight through), penggunaan kabel menyilang ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa HUB), atau dapat juga digunakan untuk meng-cascade HUB jika diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis HUB yang dapat di-cascade tanpa harus menggunakan kabel menyilang (cross over), tetapi juga dapat menggunakan kabel lurus.

Gambar 2.7. Cross Over Cable dan penggunaannya

Penggunaan Cross Over Cable
PC à PC
Switch à Swicth
Switch à Hub
Roll-Over Cable
Pada
sistem CISCO, ada satu cara lain pemasangan kabel UTP, yang digunakan untuk
menghubungkan sebuah terminal (PC) dan modem ke console Cisco Router atau
console switch managible, cara ini disebut dengan Roll-Over. Kabel
Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB-25 atau DB-9 Adapter sebelum
ke terminal (PC).
Anda
dapat mengenali sebuah kabel roll-over dengan melihat ke dua ujung kabel.
Dimana warna kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di ujung
yang lain. Misalnya kabel putih orange yang berada pada pin 1 ujung kabel A,
akan berada pada pin 8 ujung kabel B.

Gambar 2.8. RollOver Cable dari console switch ke PC

Gambar 2.9. Cara melihat Roll-Over Cable

Gambar 2.10. Koneksi Console Terminal


Gambar
2.12. RJ-45 to DB-25 Adapter
Tabel
2.2. Hubungan antar pin RJ-45 untuk
pemasangan kabel Roll-over
|
Router |
Router |
Direction |
Workstation |
Workstation |
|
White-Orange |
1 |
|
8 |
Brown |
|
|
2 |
|
7 |
White-Brown |
|
White-Green |
3 |
|
6 |
Green |
|
Blue |
4 |
|
5 |
White-Blue |
|
White-Blue |
5 |
|
4 |
Blue |
|
Green |
6 |
|
3 |
White-Green |
|
White-Brown |
7 |
|
2 |
|
|
Brown |
8 |
|
1 |
White-Orange |
Penggunaan kabel rolover
PC à console router
PC à console switch managible
Router à modem
Fiber
Optic Cable
Kabel
yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar
terminal, sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya yang
tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau kabel UTP. Karakteristik dari
kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas.

Gambar 2.13. Konektor dan kabel Fiber Optic

Gambar 2.14. Lapisan kabel fiber optic
2.1.1.3.1 Kemampuan Kabel Serat Optik (FO)
Fiber
optik menunjukkan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi, hal ini di
sebabkan:
Dapat
mentransmisi bit rate
yg tinggi,
Tidak
sensitif pada gangguan elektromagnetik
Memiliki
Bit Error Rate (kesalahan) kecil
Reliabilitas
lebih baik dari kabel koaksial
Kondisi
& tempat pemasangan kabel FO
Di
wilayah
Kabel
terpasang dalam bermacam-macam kondisi, seperti: di luar, dibawah tanah, di
udara, dalam ruangan. Konsekuensinya
banyak kondisi termal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima.
Hindari
kondisi banyaknya penyambungan, sehingga tidak memerlukan teknisi yang terlatih
dan persiapan yang mudah.
Jangan
sampai terjadi banyak tekukan & kebocoran jacket pelindung yang bisa
menyebabkan kebocoran Cahaya
Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih
rendah.


Gambar 2.15. contoh kebocoran cahaya akibat kesalahan pemasangan dan
penyambungan kabel FO . Berikut ini merupakan tabel standarisasi kabel
dari IEEE untuk kabel jenis coaxial, UTP/STP maupun Fiber Optic
Tabel
2.3. Tipe Standarisasi Kabel 1

Tabel
2.4. Tipe Standarisasi Kabel 2

2.1.2 Ethernet Card /Network Interface Card (Network Adapter)
Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node
dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu
node yang lain. Setiap Ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang
dikenal sebagai Ethernet address (MAC Address).
Alamat tersebut telah ditanam ke dalam setiap
rangkaian kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai ‘Media Access Control’ (MAC)
atau lebih dikenali dengan istilah ‘hardware address’. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode yang telah
ditentukan oleh IEEE.

Gambar 2.16. Pembagian bit pada MAC Address.


Gambar 2.17. Cara melihat MAC Address, dengan mengetik winipcfg pada menu RUN di Windows 98.
Gambar 2.18. Cara melihat MAC Address, dari shell DOS dengan mengetik ipconfig /all pada SO Windows.
Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali network adapter yang sudah onboard. Komputer Macintosh juga sudah mengikutkan kartu jaringan ethernet didalamnya. Kartu Jaringan ethernet model 10Base umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel coaxial ataupun kabel twisted pair, jika didesain untuk kabel coaxial konektornya adalah BNC, dan bila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya port konektor RJ-45.
Beberapa
kartu jaringan ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu dikoneksikan
dengan coaxial, twisted pair, ataupun
dengan kabel fiber optik.

Gambar
2.19. Network Interface card (dari atas ke bawah konektor
RJ-45, konektor AUI, dan konektor BNC
2.1.3 Hub dan Switch (Konsentrator)

Sebuah
konsentrator (Hub atau switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan
kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau
perangkat lain. Dalam topologi bintang, kabel twisted pair datang dari
sebuah workstation masuk kedalam hub atau switch.
Hub dan switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat dipasang konektor RJ-45 dan terhubung ke sejumlah
komputer. Beberapa jenis hub dapat dipasang bertingkat (stackable) hingga 4
susun. Biasanya hub maupun switch memiliki jumlah lubang sebanyak 4 bh, 8 bh,
16 bh, hingga 24 bh.

Gambar
2.20. Beberapa komputer yang terhubung melalui sebuah hub
Switch
merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data lebih baik
bila dibandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak tipe switch yang
managible, selain dapat mengatur traffic data, juga dapat diberi IP Address.
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima
sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan
yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak
antara kabel dapat diperjauh.
Penggunaan
repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan
protocol physical layer yang sama antara segmen-segmen kebel tersebut misalnya
repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.

Gambar
2.21. Penggunaan repeater antara dua segmen
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih
fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan
jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat
menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge
mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme
frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai
store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam
LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
Terkadang pertumbuhan network sangat cepat
makanya di perlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat
mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan
sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalulintas yang mengatur dipersimpangan jalan
pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar
informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.
Bridges juga dapat digunakan untuk mengkoneksi network
yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.
Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi
jaringan.

Gambar 2.22. Bridges yang digunakan untuk mengkoneksi 2 segmen
Sebuah Router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke
jaringan lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, meski tidak lebih
pintar dibandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router dewasa ini
sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan.
Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang
berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat
masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat
bridges dan router lainnya.

Gambar 2.23. Cisco Router persfektif dari belakang
Router juga dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana
yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai
sisi tersebut bersih/clean.
Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke
internet, maka mereka sebaiknya membeli dan menggunakan router, mengapa ?
Karena kemampuan yang dimiliki router, diantaranya:
router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet
router akan mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data
melewati internet
mengatur jalur sinyal secara effisien dan dapat mengatur data yang mengalir
diantara dua buah protocol
dapat
mengatur aliran data diantara topologi jaringan linear Bus dan Star
dapat
mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel koaksial atau kabel
twisted pair.

Gambar 2.24. Simbol Network Device
Topologi
jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan antar
komputer dalam Local Area Network, yang umumnya menggunakan kabel (sebagai
media transmisi), dengan konektor, ethernet card dan perangkat pendukung
lainnya.
Ada
beberapa jenis topologi yang sering terdapat pada hubungan komputer pada
jaringan local area, seperti:
Topologi
ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana
sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam kabel dengan topologi ini
dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi.
Keuntungan:
murah, karena tidak memakai banyak media, kabel yang dipakai sudah umum (banyak tersedia dipasaran)
setiap
komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian:
Sering terjadi hang / crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur diwaktu yang sama, harus bergantian atau ditambah relay.
Topologi
jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir
dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision, sehingga
memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.
Semua
komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi ujung-ujung
bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju
komputer yang dituju. Tiap stasiun (komputer) dapat diberi repeater
(transceiver) yang berfungsi sebagai:
Listen
State
Tiap bit
dikirim kembali dengan mengalami delay waktu.
Transmit
State
Bila bit
yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan mengembalikan
ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater yang tengah
memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya harus menampung dan
memancarkan kembali.
Berfungsi
untuk menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif.
Keuntungan:
Kegagalan
koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi dengan jalur lain yang masih
terhubung.
Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil
Kerugian:
Data yang
dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.
Karakteristik
dari topologi jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi langsung dengan
station lain melalui central node (hub/switch), traffic data mengalir dari node
ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain
tidak akan terputus.
Keuntungan:
Akses ke
station lain (client atau server) cepat
Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode (hub/switch) tersedia.
Hub/switch
bertindak sebagai konsentrator.
Hub/switch
dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi
di jaringan.
User dapat lebih banyak dibanding topologi bus, maupun ring.
Kerugian:
Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan/dipersilahkan dengan cara random, apabila hub/switch mendetect tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain.
Topologi Tree / Hierarchical (Hirarki)
Tidak
semua stasiun mempunyai kedudukan yang sama. Stasiun yang kedudukannya lebih
tinggi menguasai stasiun dibawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung dengan
stasiun yang kedudukannya lebih tinggi (hierachical topology) dan kedudukan
stasiun yang sama disebut peer topology.
Topologi Mesh dan Full Connected
Topologi
jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran
harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi
1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan
meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang
ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
Topologi
mesh ini merupakan teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan,
karena sistemnya yang rumit, namun dengan teknologi wireless topologi ini
sangat memungkinkan untuk diwujudkan (karena dapat dipastikan tidak akan ada
kabel yang berseliweran).
Biasanya
untuk memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, ditengah-tengah (area)
antar komputer yang kosong di tempatkan perangkat radio (air point) yang
berfungsi seperti repeater untuk memperkuat sinyal sekaligus bisa mengatur arah
komunikasi data yang terjadi.
Topologi
ini merupakan topologi gabungan dari beberapa topologi yang ada, yang bisa
memadukan kinerja dari beberapa topologi yang berbeda, baik berbeda sistem
maupun berbeda media transmisinya.

Gambar
2.25. Beberapa jenis topologi
Komunikasi
data antar komputer dalam topologi jaringan memerlukan teknik penyaluran sinyal
agar data yang terkirim sesuai keadaan yang sebenarnya atau sesuai keinginan.
Secara detail tentang bagaimana sinyal-sinyal tersebut terkirim, tidak kita
bahas pada buku ini, karena memerlukan referensi tersendiri dan pengetahuan
mendalam tentang teknologi analog maupun digital.
Namun
secara singkat dapat diuraikan bahwa teknik penyaluran sinyal menunjukkan cara
penyaluran sinyal dalam saluran media transmisi, dengan menggunakan teknik:
Menggunakan
sinyal digital. Transmisi yang digunakan bersifat bidirectional
dan dipakai hanya untuk topologi bus yang
jangkauannya pendek. Media yang digunakan kabel coaxial (50 ohm), dengan
spesifikasi IEEE 802.3 (Ethernet), bila inti kabel coaxial berdiameter 0.4 inch
dan data rate 10 Mbps, maka dengan perangkat ini kita dapat menjangkau jarak
500 m (dikenal dengan sebutan 10BASE5). Untuk jarak yang lebih jauh
dapat digunakan repeater.
Menggunakan
sinyal analog
dengan Frequency Division Multiplexing (FDM). Spektrum media transmisi dapat dibagi sesuai
keperluan, jarak yang dijangkau lebih jauh dibanding baseband dan mendukung
topologi tree.
Broadband merupakan hubungan undirectional yang penuh,
yang mengharuskan ada dua saluran data. Semua stasiun mengirim sinyal melalui
inbound dan menerima sinyal dari saluran outbound dengan cara :
Memakai dua kabel terpisah (dual cable), atau
Memakai
satu kabel dengan frekuensi modulasi berbeda (split)
Memakai
media transmisi kabel coaxial 75 ohm dan data selalu dimodulasi terlebih
dahulu, lebih baik dari baseband karena dapat mengirimkan voice dan video
secara bersamaan.
Transmisi pada Local Area Network hingga Wide Area
network dapat dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu : unicast, multicast
dan broadcast yang masing-masing akan kita bahas berikut ini :
Unicast
merupakan transmisi jaringan
point to point (one to one). Ketika
digunakan, satu sistem tunggal hanya mencoba berkomunikasi dengan satu sistem
lainnya. Jaringan point to
point biasanya digunakan pada jaringan yang besar,
dengan menghubungkan jaringan lokal ke jaringan lain melalui satu titik akses
point.

Gambar 2.26 Koneksi jaringan point to point
menggunakan teknologi wireless (microwave 15 GHz)
Bila satu paket data akan
dikirimkan ke mesin (node) lain dijaringan yang lain, maka paket tersebut harus
melewati satu atau lebih node yang lain yang berfungsi sebagai perantara. Node perantara ini dapat juga
merupakan komputer gateway yang berfungsi sebagai gerbang keluar
masuknya paket data dari satu jaringan ke jaringan yang lain.
Pada jaringan Ethernet, penggunaan unicast dapat
diketahui dengan melihat MAC Address asal dan tujuan yang merupakan alamat host
yang unik. Pada jaringan yang menggunakan IP, alamat IP asal dan tujuan
merupakan alamat yang unik (tidak akan sama satu dengan yang lain).
Ketika sistem berhubungan dengan frame jaringan, ia
akan selalu memeriksa MAC Address miliknya untuk melihat apakah frame tersebut
ditujukan untuk dirinya, Jika MAC Address-nya cocok dengan sistem tujuan, maka
ia akan memprosesnya. Jika tidak, frame tersebut akan diabaikan.

Gambar 2.27. Pengiriman Packet data ke Unicast
Address
Ingat…!!!, ketika
dihubungkan ke hub, semua sistem dapat melihat semua frame yang dikirimkan
melalui jaringan, karena mereka semua bagian dari collision domain yang sama.
Multicast merupakan transmisi yang dimaksudkan untuk
banyak tujuan, tetapi tidak harus semua host. Oleh karena itu, multicast dikenal sebagai metode tranmisi one to many
(satu kebanyak) atau jaringan
point to multipoint.

Gambar
2.28 Koneksi jaringan point to multipoint menggunakan teknologi wireless
(wi-fi 2,4 GHz)
Multicast digunakan dalam kasus-kasus tertentu,
misalnya ketika sekelompok komputer perlu menerima transmisi tertentu. Salah
satu contohnya adalah streaming audio atau video. Misalkan banyak komputer
ingin menerima transmisi video pada waktu yang bersamaan. Jika data tersebut
dikirimkan ke setiap komputer secara individu, maka diperlukan beberapa aliran
data. Jika data tersebut dikirimkan sebagai broadcast, maka tidak perlu lagi
proses untuk semua system. Dengan multicast data tersebut hanya dikirim sekali,
tetapi diterima oleh banyak system.
Protokol-protokol tertentu menggunakan range alamat
khusus untuk multicast. Sebagai contoh, alamat IP dalam kelas D telah
direservasi untuk keperluan multicast. Jika semua host perlu menerima data video, mereka
akan menggunakan alamat IP multicast yang sama. Ketika mereka menerima paket
yang ditujukan ke alamat tersebut, mereka akan memprosesnya.

Gambar 2.29 Pengiriman packet data ke alamat
multicast
Ingat…!!!, bahwa setiap NIC selain memiliki MAC Address (dari vendor pembuat
ethernet card atau network adapter), ia juga memiliki alamat IP sendiri-sendiri,
selain itu mereka juga mendengarkan alamat multicast mereka.
Dalam
teknologi pengiriman data SMS (Short Message Service) antar pengguna telephone
selular, teknik multicast ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah
pesan yang dikirimkan dari satu ponsel dapat diterima oleh banyak ponsel lain
(dari satu operator atau berbeda operator), atau juga sebuah pesan yang
dikirimkan oleh operator selular yang biasanya berupa info layanan, berita,
iklan dll, akan diterima oleh banyak ponsel lain dalam satu jaringan atau area
layanan operator selular tersebut.
Jenis
transmisi jaringan yang terakhir adalah broadcast, yang juga dikenal sebagai
metode transmisi one to all (satu kesemua). Sistem broadcast juga dapat digunakan untuk
menjelaskan bila ada paket-paket data yang dikirimkan dari satu mesin akan
diterima oleh mesin-mesin lainnya dalam satu jaringan atau subnet jaringan
lainnya. Pada jaringan Ethernet, broadcast dikirim ke alamat tujuan khusus, yaitu,
FF-FF-FF-FF-FF-FF-FF atau dengan oktet terakhir berisi bit 11111111. Broadcast ini harus diproses oleh semua host
yang berada dalam broadcast domain yang ditentukan.

Gambar 2.30 Pengiriman packet data ke alamat
broadcast
Field alamat pada sebuah paket berisi
keterangan tentang kepada siapa paket itu dialamatkan. Saat menerima sebuah
paket, mesin akan men-cek field alamat, bila alamat tersebut ditujukan untuk
dirinya, maka paket tersebut akan diterima, namun maka paket tersebut akan
diabaikan. Walaupun broadcast cenderung
membuang resource, beberapa protokol seperti ARP, sangat bergantung kepadanya,
dengan demikian, terjadinya beberapa traffic broadcast tidak dapat dihindari.
Cara
termudah untuk mengetahui host yang hidup pada sebuah target jaringan adalah
dengan mengirimkan ICMP echo request ke broadcast address pada target jaringan
tersebut. Sebuah permintaan (request)
akan dikirim secara broadcast kesemua host pada target network. Host yang hidup
akan mengirimkan ICMP echo reply.

Gambar 2.31. Broadcast ICMP
Tipe kabel yang sering digunakan untuk
keperluan jaringan komputer adalah coaxial, UTP/STP dan Fiber Optic. Jaringan komputer tanpa kabel (wireless) menggunakan
teknologi W-Fi, Microwave, dan WiMAX.
Tiga model pemasangan kabel UTP: Straight Through Cable, Cross Over
Cable dan Roll Over Cable. Alat untuk menguji kualitas kabel dan hasil crimping
konektor RJ-45 digunakan LAN cable tester atau Fluke.
Penggunaan
kabel coaxial pada jaringan local biasanya akan membentuk topologi bus atau
ring, sedangkan kabel UTP model straight through pada jaringan lokal biasanya akan membentuk topologi star
(bintang) atau tree (pohon) dengan HUB/switch sebagai pusatnya. Jika sebuah
HUB/switch tidak berfungsi, maka seluruh komputer yang terhubung dengan HUB
tersebut tidak dapat saling berhubungan.
Kabel UTP
model straight trough digunakan untuk menghubungkan PC dengan switch atau hub,
hub ke hub atau switch ke router. Model crossover digunakan untuk menghubungkan PC ke PC, switch ke
switch, switch ke hub. Model rollover digunakan untuk menghubungkan terminal
(PC) dan modem ke console Cisco Router atau console switch managible.
Topologi jaringan : Bus, Ring, Star,
Tree, Mesh, Hibryd.
Setiap NIC selain memiliki MAC Address (dari
vendor pembuat ethernet card), ketika ia diberi alamat IP dan netmask, maka ia
juga akan memiliki IP Broadcast dan mendengarkan alamat multicast mereka.
Kekurangan hub dibandingkan switch adalah
penggunaan hub sebagai konsentrator membuat semua sistem dapat melihat semua
frame yang dikirimkan melalui jaringan, karena mereka semua bagian dari
collision domain yang sama.
Sistem broadcast digunakan untuk menjelaskan bila ada paket-paket data yang
dikirimkan dari satu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya dalam satu
jaringan atau subnet jaringan lainnya.
Soal
Latihan :
Jelaskan
beberapa cara pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45, pada topologi apa kabel
jenis ini dipergunakan.
Apa yang
dimaksud dengan MAC Address, dan jelaskan cara kerja Ethernet card secara
singkat.
Gambarkan
beberapa bentuk topologi yang kamu ketahui (minimal 5), jelaskan keuntungan dan
kerugian masing-masing topologi tersebut (minimal 3)
Jelaskan
pengertian dari baseband dan broadband
DAFTAR
PUSTAKA
Cisco,
Materi CCNA 1,2 v.31
http://www.firewall.cx/cabling_utp.php
http://www.glossary-tech.com/cable.htm
http://www.ilmukomputer.com
Pengantar
Jaringan Komputer, Melwin Syafrizal, Andi Offset, Jogja, 2005
Kopetensi Dasar: Mampu menjelaskan defenisi dan perbedaan internet,
intranet dan extranet. Memahami
teknologi dan cara untuk membangun koneksi internet (menghubungkan
jaringan lokal ke internet), Mengenal teknologi wireless untuk membangun LAN
dan koneksi internet
Intranet
merupakan sebuah jaringan internal perusahaan yang dibangun menggunakan
teknologi internet (arsitektur berupa aplikasi web dan menggunakan protokol
TCP/IP).
LAN
tidak sama dengan intranet, karena dari segi penggunaan, luas area maupun
implementasinya, intranet lebih luas dan bekerja lebih maksimal seperti halnya
internet. Namun sangat terbatas dalam hal privilege dan hak akses para
pemakainya. Sebuah LAN bisa saja disebut intranet, apabila LAN tersebut
menerapkan aplikasi web dan menggunakan protokol TCP/IP didalamnya. Biasanya
sebuah LAN dapat dihubungkan dengan jaringan internet, sedangkan intranet
justru menghindari koneksi dengan jaringan luar.
Fakta
bahwa perkembangan yang ada didunia internet dapat diimplementasikan secara
langsung didalam intranet, menyebabkan intranet sangat populer
dan berkembang pesat sejalan dengan perkembangan yang ada di internet.
3.1.1 Fungsi
dan Implementasi Intranet
Informasi
perusahaan (portal) yang mencakup berita, presensi kehadiran, prosedur kerja
setiap divisi, kumpulan data penyimpanan, surat dan komunikasi antar divisi,
dan lain-lain dapat diintegrasikan dalam satu sistem pusat informasi yang
berbasiskan HTML (HyperText Markup
Language) atau yang lebih dikenal dengan
istilah World Wide Web (www).
Implementasi
dan karakteristik intranet lainnya
meliputi:
Jadwal perorangan dan kelompok (personal and group scheduling),
Pesan diterima ketika keluar (while were you out form),
Manajemen
informasi bagi perorangan dan kelompok (personal/group information management)
dan
transfer
dokumen secara langsung (straight document transfer).
Hal yang
mendorong penggunaan intranet adalah kebutuhan akan informasi. Berdasarkan
survei yang dilakukan terhadap 103 executive sistem informasi yang memiliki 500
pegawai. Mereka memprioritaskan penggunaan intranet untuk menyebarkan manual,
katalog, daftar barang, menyediakan human relation, dan informasi pekerjaan,
menawarkan jasa email, dan mengadakan suatu revisi dokumen secara bersama-sama.
Alasan
tersebut ditambah beberapa alasan antara lain :
Komunikasi
yang lebih baik antar pegawai
Biaya
pengembangan dan perawatan yang lebih murah dibanding teknologi client server
biasa.
Keinginan
untuk menaikkan rasa kepemilikian data, dan tanggungjawab pengguna.
Keinginan
untuk menggunakan protokol yang terbuka.
Mudah digunakan dan sederhana
Mudah
mendistribusikan program aplikasi ke user.
Menaikkan
akses dan distribusi informasi ke pengguna.
Awalnya
teknologi intranet datang bersama dengan teknologi internet. Perbedaannya
adalah pada penggunaan firewall bagi
jaringan lokal intranet yang
terkoneksi ke internet, agar dapat melindungi aset sistem
informasi yang dimiliki perusahaan dari serangan pihak luar. Hal ini menjadikan
intranet benar-benar dapat berfungsi secara independen dari internet, karena
tidak terhubung dengan jaringan luar.
Hal lain
yang membedakan intranet dan internet adalah dari sisi penggunanya. Aplikasi
dan informasi intranet ditujukan bagi
kalangan dalam organisasi itu sendiri. Sedangkan informasi di suatu situs
internet ditujukan bagi kalangan luas (umum).
Pada
saat ini teknologi intranet, telah mengalahkan popularitas teknologi
client-server tradisional. Setiap orang dan perusahaan berlomba-lomba
memanfaatkan teknologi ini. Hingga sebagian besar melupakan satu hal yang paling penting dalam model
client-server, yaitu: pengembangan
sistem tanpa disain yang baik akan mengakibatkan suatu sistem menjadi kurang
bermanfaat.
3.1.2 Jenis pemanfaatan Intranet
Penggunaan
intranet tergantung dari bentuk organisasi penggunanya. Apakah suatu toko, perusahaan multi nasional, suatu instansi atau
departemen lainnya. Dengan
memahami kerja organisasi tersebut terlebih dahulu, maka akan sangat membantu
model desain intranet yang akan digunakan.
Pemanfaatan
Intranet dalam suatu organisasi, banyak digunakan untuk:
Human resource personal services
Material and logistic services, seperti penyediaan ruangan, barang dan sebagainya.
Information system services, dll.
Human
Resource Services
Pada
model organisasi ini Intranet dapat digunakan untuk menyajikan
informasi-informasi, seperti:
Manual
pekerja, misal tata-tertib, petunjuk
kerja, informasi liburan, asuransi, prosedur pembelian dan
pengeluaran barang.
Bulletin
board perusahaan, misal pengumuman kebijaksanaan, pengumuman pekerjaan, jadwal
kerja, pelatihan, menu kafetaria, jadwal kegiatan extra.
Record
pekerja, misal waktu kerja dan kehadiran, data kepegawaian, seperti alamat
rumah hingga prestasi kerja.
Newsletter
(berita-berita penting)untuk pekerja.
Informasi-informasi
yang berkaitan dengan human resource department, misal informasi yang digunakan
untuk menyewa property, memecat, memindahkan, mempromosikan, melatih karyawan
dan lain lain.
Materiel
and Logistic Services
Organisasi
kerja seperti ini dapat berupa toko, cleaning services, dan lain lain.
Informasi yang dapat diletakkan di intranet misalnya :
Listing peralatan atau services yang disediakan
Image
yang dapat di-click, yang menerangkan gambaran suatu fasilitas ruangan pada
suatu kantor.
Image map yang dapat menerangkan buku telphone suatu perusahaan.
Suatu form yang dapat diisi dan digunakan untuk mencari informasi mengenai, order, katalog dan lain sebagainya.
Information
System Services
Pada
model ini Intranet dapat digunakan untuk menyediakan informasi seperti:
Informasi
mengenai komputer-komputer para staff.
Informasi
yang dibutuhkan para user, berkaitan dengan pengetahuan umum, manual operasi
program untuk suatu pekerjaan, dapat dikumpulkan pada suatu database, sehingga
dapat berupa suatu perpustakaan elektronis.
Semua
data atau dokumen yang berbentuk file word processing, spreadsheet, graphic
dll, dapat digunakan bersama-sama dengan memanfaatkan aplikasi berbasis web
dengan pusat data di web server.
3.1.3 Komponen Pembentuk Intranet
Komponen
pembentuk intranet pada dasarnya sama dengan komponen pembentuk Internet,
seperti :
Aplikasi browser
Komputer server
Perangkat jaringan dan
Protokol TCP/IP
Bahasa pemrograman
Komputer client
Perangkat bantu (development tool) untuk manajemen jaringan lokal.
Extranet
merupakan jaringan intranet perusahaan yang ingin mengekspose sebagian
informasi yang mereka miliki ke jaringan luar. Informasi yang diekspose bisa
berupa info produk/layanan, file-file yang diperlukan konsumen, klien atau
karyawan yang mobile, atau juga database yang diperkenankan diakses dari
jaringan lain atau jaringan internet.
Firewall
akan memproteksi sebagian jaringan internal perusahaan sehingga tidak dapat
diakses dari jaringan luar, sekaligus membatasi akses jaringan internal agar
tidak dapat mengakses semua layanan/service dari internet.

Gambar
3.1. Intranet, Extranet dan Internet
Interconnected
Network atau
yang lebih populer dengan sebutan internet
adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.
Setiap komputer dan jaringan, terhubung secara langsung maupun tidak
langsung ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya
menggunakan unique name yang biasa disebut dengan alamat IP 32
bit. Contoh: 202.65.124.130.
Secara
harafiah, internet ('inter-network') adalah rangkaian komputer yang terhubung
kebeberapa jaringan lain. Ketika komputer terhubung secara global dengan
menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket data (packet switching
communication protocol), maka rangkaian jaringan komputer yang besar ini
dapat dinamakan internet. Cara menghubungkan rangkaian komputer dengan
kaedah ini dinamakan internetworking.

Gambar 3.2. Internetworking
Internetworking merupakan kumpulan jaringan lokal
area, juga metropolitan area yang umumnya terhubung melalui router-router
sehingga membentuk jaringan wide area yang begitu besar. Terkoneksi ke internet berarti menghubungkan
perangkat komputer atau perangkat lain yang digunakan, kedalam jaringan
komputer global di dunia.
Tidak
hanya perangkat komputer seperti Router, PC, Laptop atau server yang bisa
terkoneksi ke internet, beberapa perangkat lain seperti mobile device
(ponsel/PDA), web camera, security
camera, alarm, refrigerator (lemari es), TV, remote control
home/office device (seperti: instalasi lampu ruangan/taman) dan perangkat
pribadi lainnya, juga dapat terkoneksi ke internet.
Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Pada 01
Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP.
Ini merupakan awal dari internet yang kita kenal hari ini. Pada sekitar
1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna
jaringan-jaringan komputer yang ada.
Intenet
diatur oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknis (protokol yang ditetapkan dan disepakati
untuk digunakan bersama, menerangkan tentang perpindahan data antar jaringan).
Protokol-protokol ini umumnya dibentuk berdasarkan kesepakatan (ketetapan).
Badan
yang mengatur registrasi internet adalah IETF (Internet Engineering Task
Force), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali
sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan sebagai standar
internet, oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board).
Protokol-protokol
internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP,
ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa
layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, seperti email
(surat elektronik), Usenet, Newsgroup, File Sharing, WWW (World Wide Web),
Gopher, Session Access, WAIS, Finger, IRC, MUD, MUSH dll.
Di
antara semua ini, email (surat elektronik) dan World Wide Web (www) lebih kerap
digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis
(Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini
(Real-time service), seperti radio streaming, dan webcast, yang dapat diakses
di seluruh dunia. Beberapa servis
internet yang populer berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), seperti
IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
Jumlah
pengguna internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya
internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan
dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di
seluruh dunia mempunyai akses yang mudah atas bermacam-macam informasi.
Dibanding dengan buku dan perpustakaan, internet melambangkan penyebaran
(decentralization) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan
internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual
beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian
sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan
melalui internet. Transaksi melalui internet ini dikenal dengan nama
e-commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya
transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Internet
membentuk budaya baru dikalangan pengguna. Kebiasaan baru mencari informasi, cara
memandang sebuah masalah/kejadian, cara baru mencari/menyebar berita/isu, cara
baru berbelanja atau memesan barang, dll.
Negara dengan akses internet terbaik, termasuk USA, Germany, UK, Japan dan South Korea, umumnya memiliki penetrasi penggunaan internet yang cukup baik. Berbeda dengan Indonesia atau negara berkembang lain, yang penetrasi internetnya baru 7.0 % dari sekitar 219.307.147 populasi penduduk Indonesia berdasarkan survey C.I.Almanac Feb./05 yang dipaparkan Internet World Statistic Last update March 23, 2005
(http://www.internetworldstats.com/top20.htm).
Tabel 3.1. TOP 20 COUNTRIES WITH HIGHEST NUMBER OF INTERNET USERS
|
No |
Country or Region |
Internet Users, |
Population |
Internet |
Source and Date |
% Users |
|
|
1 |
|
200,933,147 |
296,208,476 |
67.8 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
22.6 % |
|
|
2 |
|
94,000,000 |
1,282,198,289 |
7.3 % |
CNNIC Dec./04 |
10.6 % |
|
|
3 |
|
67,677,947 |
128,137,485 |
52.8 % |
Nielsen//NR Nov./04 |
7.6 % |
|
|
4 |
|
46,312,662 |
82,726,188 |
56.0 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
5.2 % |
|
|
5 |
|
39,200,000 |
1,094,870,677 |
3.6 % |
C.I.Almanac Feb./05 |
4.4 % |
|
|
6 |
|
35,179,141 |
59,889,407 |
58.7 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
4.0 % |
|
|
7 |
|
31,600,000 |
49,929,293 |
63.3 % |
KRNIC Dec./04 |
3.6 % |
|
|
8 |
|
28,610,000 |
58,608,565 |
48.8 % |
C.I.Almanac Dec./03 |
3.2 % |
|
|
9 |
|
24,848,009 |
60,293,927 |
41.2 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
2.8 % |
|
|
10 |
|
22,300,000 |
144,003,901 |
15.5 % |
C.I.Almanac Feb./05 |
2.5 % |
|
|
11 |
|
20,450,000 |
32,050,369 |
63.8 % |
C.I.Almanac Dec./03 |
2.3 % |
|
|
12 |
|
17,945,437 |
181,823,645 |
9.9 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
2.0 % |
|
|
13 |
|
15,300,000 |
219,307,147 |
7.0 % |
C.I.Almanac Feb./05 |
1.7 % |
|
|
14 |
|
14,590,180 |
43,435,136 |
33.6 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
1.6 % |
|
|
15 |
|
13,611,680 |
20,507,264 |
66.4 % |
Nielsen//NR Feb./05 |
1.5 % |
|
|
16 |
|
12,250,000 |
103,872,328 |
11.8 % |
ITU Sept./04 |
1.4 % |
|
|
17 |
|
12,200,000 |
22,794,795 |
53.5 % |
FIND Dec./04 |
1.4 % |
|
|
18 |
|
10,806,328 |
16,316,019 |
66.2 % |
Nielsen//NR June/04 |
1.2 % |
|
|
19 |
|
10,600,000 |
38,133,891 |
27.8 % |
C-I-A Feb./05 |
1.2 % |
|
|
20 |
|
9,513,100 |
26,500,699 |
35.9 % |
MCMC Sep./04 |
1.1 % |
|
|
TOP 20 Countries |
727,927,531 |
3,961,607,501 |
18.4 % |
IWS - Mar./05 |
|
81.9 % |
|
|
Rest of the World |
160,753,600 |
2,450,459,684 |
6.6 % |
IWS - Mar./05 |
|
18.1 % |
|
|
TotalWorld - Users |
888,681,131 |
6,412,067,185 |
13.9 % |
IWS - Mar./05 |
|
100 % |
|
3.3.5 Teknologi Koneksi Internet
Satu
unit komputer atau komputer di jaringan dapat terkoneksi keinternet menggunakan
jalur:
Public Line (jalur umum), seperti:
Dial-up melalui jalur PSTN (Public Switched Telephone Network) - Client (komputer user) terhubung ke ISP (Internet Service Provider) melalui jaringan telephone reguler (PSTN).
Dial-up dengan teknologi GPRS (General
Packet Radio Service) dan CDMA (Code
Division Multiple Access) - Perangkat ponsel berfungsi sebagai modem yang
terhubung ke komputer melalui kabel data ponsel (port comm atau USB), IRDA juga
Bluetooth. Koneksi internet melalui
operator selular yang bertindak sebagai ISP, dengan mengatur konfigurasi pada
komputer maupun ponsel.
DSL (Digital Subscriber Line) -
Sebuah metode transfer data melalui saluran telepon reguler. Sirkuit DSL
dikonfigurasikan untuk menghubungkan dua lokasi yang spesifik, seperti halnya
pada sambungan Leased Line. DSL berbeda dengan Leased Line. Koneksi melalui DSL
jauh lebih cepat dibandingkan dengan koneksi melalui saluran telepon reguler
walaupun keduanya sama-sama menggunakan kabel tembaga (jalur PSTN).
PLC (PowerLine Communication)
Koneksi PC dengan internet menggunakan jalur listrik PLN yang bertindak sebagai ISP, dengan bantuan modem yang langsung dapat ditancapkan ke stop kontak yang telah beraliran listrik.

Gambar 3.3. PowerLine communication
ADSL (Asynchronous Digital Susbcriber Line) dengan modem dan router merupakan sebuah tipe DSL dimana upstream dan downstream berjalan pada kecepatan yang berbeda. Dalam hal ini, downstream biasanya lebih tinggi. Teknologi ADSL memungkinkan user dapat memisahkan pemanfaatan jalur telephone reguler untuk keperluan komunikasi reguler dan koneksi internet.
ISDN (Integrated Services Digital Network)
Pada dasarnya, ISDN merupakan jalan untuk melayani transfer data dengan
kecepatan lebih tinggi melalui saluran telepon reguler. ISDN memungkinkan kecepatan transfer data hingga
128.000 bps (bit per detik). Tidak seperti DSL, ISDN dapat dikoneksikan dengan
lokasi lain seperti halnya saluran telepon.
Dedicated
Line (jalur khusus internet), seperti:
1. Leased line adalah saluran koneksi telepon permanen antara dua titik yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi publik. Umumnya, leased line digunakan ketika terdapat kebutuhan komunikasi data jarak jauh yang harus dilakukan secara terus-menerus. Leased line memiliki beberapa tingkatan tarif yang bergantung kepada lebar jalur data (Bandwidth) yang mampu dikirimkan melalui leased line tersebut.
Teresterial – menggunakan media kabel atau nirkabel sebagai aksesnya, dapat menggunakan kabel coaxial atau fiber optik yang disewa khusus untuk penggunaan koneksi internet selama 24 jam sehari atau untuk menghubungkan beberapa komputer dari satu lokasi ke lokasi lain (Frame Relay dan MPLS termasuk jenis layanan ini).
Frame Relay - layanan data paket yang memungkinkan beberapa user menggunakan satu jalur transmisi pada waktu yang bersamaan. Untuk lalu lintas komunikasi yang padat, Frame Relay jauh lebih efisien dari pada sirkit sewa (leased line) yang disediakan khusus untuk satu pelanggan (dedicated), yang umumnya hanya terpakai 10% sampai 20% dari kapasitas bandwidth-nya.
Fixed Wireless – Koneksi perangkat mobile ke accsesspoint atau Koneksi jaringan lokal ke ISP dengan perangkat radio/antenna dengan gelombang micro Wi-Fi 2.4 GHz (free-license), Microwave 3.3 GHz, 5.8 GHz, 10.5 GHz, 15 GHz (license) dan WiMAX 3,5 GHz.

Gambar 3.4. Teknologi WiMAX
VSAT (Very Small Aperture Terminal) -
pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi
internet dimana tidak ada infrastruktur lain seperti leased line, ADSL, ISDN,
bahkan tidak juga telepon. Antena
VSAT berbentuk seperti piringan yang berukuran besar dan menghadap ke langit
(satelit). Dengan peralatan ini maka sinyal digital diterima dan dikirimkan ke
satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik
lainnya di atas bumi.

Gambar
3.5. Antena VSAT (Ku-band Antenna)
6. MPLS
(Multiprotocol Label Switching) -
adalah jaringan pita lebar yang berbasis IP,
MPLS memiliki jangkauan wilayah yang luas. Layanan ini memberikan layanan end
to end dengan pilihan bandwidth kecil hingga kapasitas yang tak terhingga.
3.3.6 Penggunaan Internet di tempat umum
Internet
juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang
menyediakan layanan internet seperti toko-toko atau kampus-kampus juga
hotel-hotel yang menyediakan akses wi-fi (hotspot). Pengguna hanya perlu
menyewa penggunaan komputer, atau membawa laptop (notebook) dan PDA, yang
mempunyai teknologi wi-fi untuk mendapatkan akses internet (melalui access
point - hotspot area), koneksi diberikan secara free atau dengan membeli
voucher.
Terdapat
juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Warung Internet
(warnet), Internet Café, Kios Internet, Public Access Terminal, dan Telepon
Web, dimana pengguna hanya perlu menyewa penggunaan komputer untuk beberapa
waktu.
Berikut ini
adalah diagram sederhana yang menjelaskan bagaimana sambungan internet
dihadirkan ke dalam kantor atau rumah anda, menggunakan jaringan yang mendukung
kabel UTP dan wireless (hybrid) dengan sharing gateway menggunakan
sebuah PC server.

Gambar 3.6.
Membangun koneksi internet di rumah/kantor
Intranet merupakan sebuah jaringan
internal perusahaan yang dibangun menggunakan teknologi internet (arsitektur
berupa aplikasi web dan menggunakan protokol TCP/IP). Extranet merupakan
jaringan intranet perusahaan yang ingin mengekspose sebagian informasi yang
mereka miliki ke jaringan luar. Internet
adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.
Awalnya teknologi intranet datang bersama
dengan teknologi internet. Perbedaannya adalah pada penggunaan firewall bagi jaringan lokal intranet yang terkoneksi ke internet, agar dapat
melindungi aset sistem informasi yang dimiliki perusahaan dari serangan pihak
luar. Hal ini menjadikan intranet benar-benar dapat berfungsi secara independen
dari internet, karena tidak terhubung dengan jaringan luar.
Hal lain yang membedakan intranet dan
internet adalah dari sisi penggunanya. Aplikasi dan informasi intranet ditujukan bagi kalangan dalam
organisasi itu. Sedangkan informasi di suatu situs internet ditujukan bagi
kalangan umum.
Teknologi yang digunakan untuk
menghubungkan PC atau komputer dijaringan ke internet, antara lain melalui:
Publik Line dan Dedicate Line.
Public Line menggunakan teknik dial-up
melalui jalur PSTN, teknologi GPRS, CDMA, DSL, ADSL, ISDN hingga PLC. Teknologi
ini menggunakan perangkat yang disebut modem yang berfungsi sebagai
penghubung/koneksi ke penyedia jasa internet (ISP).
Dedicate Line merupakan jalur khusus yang
hanya digunakan untuk keperluan koneksi internet. Koneksi dapat menggunakan
media kabel (leased line maupun teresterial), wireless (Wi-Fi, Microwave,
WiMAX), Frame Relay, VSAT maupun MPLS.
Soal Latihan :
Jelaskan
perbedaan antara Intranet – Extranet dan Internet.
Apa
persamaan yang dimiliki antara intranet dan internet
Apakah
jaringan lokal (LAN) dapat disebut dengan intranet?
Jelaskan
komponen-komponen pembentuk intranet
Apa yang membedakan pengembangan suatu intranet
dibandingkan sistem client server biasa ?
Ada berapa cara / teknologi yang dapat kita gunakan
untuk melakukan koneksi ke internet.
Apa jenis-jenis pelanggaran yang paling banyak
terjadi di internet.
Apakah Indonesia sudah memiliki aturan-aturan
(hukum) yang mengatur tentang pelanggaran hak cipta, pornografi, pelecehan dan
lain-lain yang terkait dengan kegiatan di internet (Cyberlaw).
Apa yang anda ketahui tentang kegiatan Hacking dan
Carding.
Apa yang
anda ketahui tentang hotspot (untuk koneksi internet) dan apa hubungannya
dengan laptop.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.internetworldstats.com/top20.htm
Pengantar
Jaringan Komputer, Melwin Syafrizal, Andi Offset, Jogja, 2005
TCP/IP
& IP ADDRESS
Kopetensi Dasar: Memahami
konsep dasar TCP/IP dan protokol-protokol di lingkungan TCP/IP, dan konsep pengalamatan
menggunakan IP Address.









Recent Comments